Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Nyaman Bicara


__ADS_3

"Bu, yah, mah, pah adek pergi tidur dulu ya. Selamat malam. Huah... ngantuk banget." kata si bungsu berpamitan pada ibu, ayah, mamah dan papah sambil ia juga menutup bibirnya karena menguap.


"Ya udah sana pergi tidur. Selamat malam juga" kata ibu menjawab ucapan si bungsu.


"Selamat malam adek mimpi indah ya" kata mamah menjawab ucapan si bungsu.


Sementara ayah tak ingin ketinggalan, ia lalu menjawab ucapan si bungsu hampir berbarengan dengan papah mengucapkan kata yang sama.


"Selamat malam" Inilah kata yang di ucapkan oleh ayah dan papah untuk si bungsu.


"Iya bu, iya mah, dah yah, dah pah"


Tanpa menunggu jawaban keluar dari salah satu di antara mereka si bungsu langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka.


"Ya ampun tuh anak ya langsung pergi begitu aja. Udah ngantuk parah tuh kayanya." kata Ibu yang nggak habis pikir dengan sikap putri ke dua nya itu.


"Hem sepertinya kaya gitu. Ya udah mari, kita juga harus istirahat." kata mamah menjawab ucapan ibu.

__ADS_1


"Nggak kerasa banget padahal baru aja acara di mulai udah selesai aja. Dan bener banget ini mata udah nggak bisa di ajak kompromi lagi udah harus di isi." kata ibu menjawab ucapan mamah.


"Ya udah bu kita harus segera mengisi biar bisa di ajak kompromi lagi matanya." kata mamah sambil menerbitkan senyum di ujung kalimatnya.


"Hem iya bu bener banget." kata ibu menjawab ucapan mamah sambil tersenyum juga.


"Mau sampai kapan nih bicaranya. Keburu pagi kalau terus - terus kaya gini." kata ayah yang ikut dalam pembicaraan.


"Bener banget pak ini para ibu - ibu kalau udah bicara satu sama lain pasti deh susah buat berhenti bicara. Bisa - bisa tidurnya nggak jadi kalau kaya gini terus." kata papah yang juga ikut dalam pembicaraan.


"Hem bener banget pak, kalau gitu lebih baik kita langsung pisahkan saja mereka. Gimana pak?"


"Iya pak bener"


"Apa sih yah ko gitu bicaranya. Hem... iya deh iya namanya juga ibu - ibu kalau udah nyaman bicara dan yang lebih penting nyambung pasti akan terus bicara. Iya nggak bu" kata ibu menjawab ucapan ayah bertanya juga pada mamah.


"Iya nih papah juga bicaranya ko kaya gitu. Kita kan jarang ya bu bicara kaya gini. Pas giliran lagi asyik eh malah di kata in kaya gitu. Kita kan memang kaya gitu kalau udah bicara pasti aja nggak mau berhenti."

__ADS_1


"Hem... iya deh ibu - ibu mah selalu menang kalau dalam urusan bicara." kata papah menjawab ucapan mamah.


"Bener pak kita sebagai bapak - bapak harus menerima dalam kekalahan kalau udah bicara sama ibu - ibu. Daripada ntar kita malah..."


"Malah apa yah?"


"Em... nggak jadi deh bu, ntar yang ada malam ini ayah malah di suruh tidur di luar mana badan udah pegel kaya gini. Kan nggak enak kalau harus tidur di luar."


"Sepertinya bapak ini takut ya sama istri" kata papah bertanya pada ayah sambil berbisik.


"Em... emangnya bapak nggak takut gitu sama istri." kata ayah menjawab ucapan papah dengan berbisik juga.


"Beh... bapak ini malah meragukan saya. Em... tapi saya juga sebenernya takut juga sama istri saya pak. Apalagi kalau udah marah nggak ketulungan."


"Saya kira bapak nggak takut sama istri. Ternyata kita sama - sama takut sama istri."


"Hem" kata papah menjawab ucapan ayah dengan deheman saja.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2