Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Nggak Sengaja


__ADS_3

"Jahat... ih, apa yang kamu lakuin barusan itu jahat tau nggak. Tega bener sih sama bestie sendiri juga." kata Lusi menjawab ucapan Cici dengan berpura - pura ngambek.


Karena dapat dilihat bahwa saat ini. Ketika Lusi telah menyelesaikan ucapannya pada Cici. Ia pun mulai mengalihkan pandangannya dari arah Cici ke arah yang lain.


"Ih... nggak gitu Lusi. Aku barusan nggak sengaja kelepasan malah ketawa lepas gitu. Maaf ya, janji deh nggak akan kaya gitu lagi. Bestie." kata Cici menjawab ucapan Lusi.


Namun, sikap Lusi malah tetap tak mengalihkan lagi pandangannya ke arah Cici yang sedang bicara pada nya barusan.


Membuat Cici saat ini mulai berpikir dengan cara apa lagi ia harus membujuk Lusi agar tak bersikap seperti ini sikapnya terhadap dirinya sendiri ini.


"Gimana nih aku bingung bujuk Lusi. Mana aku bicara aja kaya yang nggak di anggap gitu. Pusing deh jadinya." kata Cici yang saat ini sedang berbicara di dalam hatinya.

__ADS_1


"Bujuk jangan ya Lusi nya atau biarin aja kaya gini. Tapi kalau di biarin kaya gini takutnya malah..." kata Cici melanjutkan lagi ucapannya.


"Apa ya, ko jadi mendadak lupa gini. Argh... ini pasti karena aku terlalu kepikiran, makannya jadi kaya gini." kata Cici yang masih berbicara di dalam hatinya.


"Tapi... masa sih kaya gitu." kata Cici lagi di dalam hatinya.


"Ah... lupain aja deh daripada ntar aku malah kepikiran terus dan jadi pusing sendiri, lebih baik aku tanya dulu lagi aja, deh sama Lusi nya. Masa bodo mau di anggap kek atau nggak kek aku setidaknya udah minta maaf sama dia dan udah coba bujuk juga. Jadi masa bodoh aja deh." kata Cici akhirnya memutuskan untuk kembali berbicara lagi pada Lusi.


Lusi yang mendengar kata maaf dari Cici sebanyak dua kali itu. Sempat tak bisa menahan tawanya yang sedari tadi ia tahan agar tak terdengar dan tak di sadari oleh Cici bahwa ia saat ini sudah hampir tertawa lepas juga seperti yang Cici lakukan pada ucapannya itu tadi.


"Aduh... Ci ko malah buat aku jadi pengen ketawa sih. Ucapan maaf kamu itu loh. Buat aku jadi nggak tahan pengen ketawa. Ketawa boleh kali ya Ci, soalnya aku udah nggak tahan pengen ketawa." kata Lusi yang berbicara di dalam hatinya.

__ADS_1


"Hahaha... hahaha... pengen ketawa banget gitu deh jadinya. Tuh kan akhirnya aku ketawa juga karena nggak tahan." kata Lusi yang berbicara di dalam hatinya lagi.


"Sekali lagi maaf ya Ci, aku udah nggak tahan pengen ketawa dari tadi. Kamu nih ko jadi baperan gini sih. Aku kan lagi pura - pura ngambek juga. Eh... malah percaya." kata Lusi yang masih berbicara di dalam hatinya.


"Tapi kayanya kalau aku jadi pemain drama udah oke deh. Buktinya sekarang aku lagi pura - pura aja, kamu Ci malah percaya. Ternyata seorang Lusi ada bakat juga jadi pemeran. Hahaha... hahaha... lucu deh, denger ucapan sendiri juga." kata Lusi yang berbicara di dalam hatinya.


"Ini gimana sih? aku udah bujuk Lusi tapi kenapa masih tetep nggak liat ke arah aku sih kamu Lusi. Jahat bener." kata Cici yang ternyata sedang menunggu respon dari Lusi yang sama sekali tak berniat untuk melihat ke arah nya saat ini.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2