
"Huh... huh... huh..." suara napas Ayunda yang tak beraturan.
"Kak, kakak ini gimana sih. Aku sampai kehabisan napas kaya gini. Kalau misalnya nggak bernafas lagi gimana?" kata Ayunda memprotes kelakuan Dion pada nya.
"Ya nggak yank. Ntar kakak kasih napas buatan biar kamu bisa bernapas dengan normal lagi. Kan lumayan bisa nyentuh bibir kamu lagi yank." jawaban Dion yang tak tahu malu.
"Apa? kenapa sih kak suka banget kayanya nyentuh bibir aku?" kata Ayunda yang kaget atas jawaban Dion dan tak lupa ia pun bertanya juga pada Dion.
"Ya jelas dong yank suka. Malah suka banget kalau bisa sih pengennya terus - terusan nyentuh bibir kamu." jawaban Dion yang berlebihan.
"Ada - ada aja sih. Kalau terus di sentuh gimana aku bicara sama makan, minum dan yang lainnya. Kaya gimana kalau kakak terus nyentuh bibir aku?" Jawaban Ayunda pada Dion.
"Kalau soal itu kan kakak tadi udah bilang kalau bisa berarti apa yang kamu sebutkan tadi adalah salah satu pemicunya supaya kakak tak sepenuhnya bisa nyentuh bibir kamu. Iya nggak." kata Dion makin aneh.
"Terserah kakak lah aku mah pusing tanggepin nya juga. Awas aku mau langsung keluar. Sama ntar kakak bawa semua ini ya. Aku tunggu di luar, nanti kita barengan ke meja makannya. Kita sarapan dulu kan sebelum pergi." kata Ayunda langsung mengakhiri perdebatannya itu dengan Dion. Sambil ia pun menyuruh Dion untuk membawa barang - barang yang telah mereka bereskan tadi.
"Iya bu bos siap" kata Dion dengan males nya.
"Cakep kalau gitu" Ayunda pun langsung pergi setelah mengatakan itu pada Dion.
__ADS_1
"Apa yank cakep? apa nya yank yang cakep kakak nya ya yang cakep. Itu sih jelas" kata Dion dengan PD nya.
"Bukan, bukan kakak tapi orang lain" kata Ayunda asal jawab.
"Siapa yank orang nya?" kata Dion yang penasaran orang yang di maksud Ayunda.
"Ada deh pokonya rahasia. Kakak mah nggak boleh tau. Cukup aku dan dia yank tau." kata Ayunda pada Dion.
"Berani main di belakang yank. Ntar kalau kakak tau orang nya kakak potong kedua tangan dan kaki nya. Baru tau rasa tuh orang nanti. Berani - berani nya sudah buat kesayangan kakak bilang cakep ke dia." kata Dion yang menggebu terbakar api cemburu.
"Hahahaha... emang nya berani gitu kak, berbuat kaya gitu."
"Berani dong"
"Lawan siapa yank?"
"Lawan hantu hahaha..."
"Nggak lucu" kata Dion singkat.
__ADS_1
"Garing yah, tapi aku nggak lagi ngelucu sih"
"Menurut kamu yank gimana?"
"Mana ku tau kak. Udah ah aku mau keluar. Nggak kelar - kelar nanti urusannya."
Ayunda pun langsung meninggal kan Dion tanpa Dion sempat menjawab ucapannya itu. Langkah demi langkah kini Ayunda telah berada di luar.
Dan tak lama kemudian Dion pun telah berada di belakang langkah Ayunda sambil membawa barang - barang mereka.
Ketika mereka telah berada di meja makan yang tersaji makanan di sana. Mereka pun langsung memakan makanan tersebut.
Lalu setelah itu, mereka akan berpamitan pada pak Dadang dan istrinya.
"Yank kita ke pak Dadang dulu yah, buat pamit"
"Iya kak" kata Ayunda singkat.
Kemudian mereka pun pergi menghampiri pak Dadang dan istrinya yang kini sedang berada di belakang penginapan ini.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼