
"Ckckck... mah, mah masa iya ucapan papah panjang, perasaan nggak panjang ko." kata Rubi menjawab ucapan Riri dengan menggelengkan kepalanya.
"Itu mah perasaan papah aja. Buktinya mamah bisa ngantuk kaya barusan. Kalau nggak panjang apa coba yang buat mamah ngantuk?" kata Riri menjawab ucapan Rubi.
"Ya bisa aja kan mah. Karena mamah memang udah ngantuk aja. Makannya keliatan mau tidur. Bukan karena mendengar ucapan papah." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
"Mana ada kaya gitu pah, itu mah papah yang salah karena terlalu panjang bicara." kata Riri tak terima atas ucapan Rubi tersebut pada dirinya.
"Gini nih kalau udah bicara sama mamah pasti nggak mau kalah. Ya udah deh mah, dari pada ntar malah panjang bicaranya. Lebih baik sekarang mamah yang bicara dan papah dengerin ucapan mamah." kata Rubi akhirnya lebih memilih mengalihkan pembicaraan.
"Pasti deh gini ujung nya. Iya deh iya mamah yang bicara sekarang. Tapi awas ya pah jangan tidur dan keliatan ngantuk waktu mamah bicara." kata Riri menyetujui ucapan Rubi sambil tak lupa mengancam Rubi terlebih dahulu.
__ADS_1
"Mamah nih ya, giliran papah yang bicara mamah ngantuk dan hampir tertidur nggak kasih ancaman kaya gitu. Sekarang giliran mamah yang bicara mamah langsung kasih ancaman ke papah. Ckckck... mah, mah..." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
Riri yang mendapat jawaban dari Rubi tersebut menjadi terdiam untuk beberapa saat. Entah karena ia kebingungan atau karena ia tak tahu jawaban apa yang akan ia berikan atas ucapan Rubi tersebut pada dirinya. Hingga membuat ia terdiam seperti ini.
Satu menit, dua menit, tiga menit telah berlalu. Kini Riri masih tetap sama tak menjawab ucapannya itu.
Membuat Rubi yang telah menunggu Riri menjadi bosan karena Riri tak kunjung menjawab ucapannya.
"Ya nggak papah dong pah suka - suka mamah. Makannya pah kalau mau bicara itu papah harusnya bisa prediksiin dulu arahnya ke mana. Kalau misalnya bisa buat kasih ancaman dulu. Ya kenapa nggak di gunain aja buat mengancam. Kan tandanya sayang banget pah kalau ada kesempatan nggak bisa di manfaatin. Iya nggak pah ucapan mamah itu bener." kata Riri menjawab ucapan Rubi sesuai dengan apa yang saat ini sedang ia pikirkan.
"Iya in aja deh biar nggak panjang. Udah mah jangan bahas itu lagi. Sekarang lebih baik mamah langsung bicara aja biar papah yang dengerin ucapan mamah." kata Rubi seolah - olah ingin menghindari ucapannya.
__ADS_1
"Papah ini gimana sih, dari tadi juga kan mamah memang bicara sama papah. Aneh deh ini papah. Atau karena..." kata Riri yang seketika di potong ucapannya oleh Rubi.
"Karena apa mah? jangan aneh - aneh deh mah." kata Rubi yang memotong ucapan Riri tersebut.
"Nggak jadi deh pah, karena apa nya. Soalnya mamah nya juga udah lupa." kata Riri menjawab santai ucapan Rubi.
"Ini mamah ya bener - bener deh, nguji banget kesabaran papah. Kalau papah nggak sayang sama mamah. Udah papah buat mamah jadi..." kata Rubi yang kini gantian seketika di potong ucapannya oleh Riri.
"Hayo mamah mau di buat jadi apa? jadi penasaran nih mamah." ini lah kata yang Riri keluarkan saat memotong ucapan Rubi.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼