Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Mencekam Dan Menyeramkan


__ADS_3

Baik dari si bungsu maupun Ayunda merasakan suasana yang tak bisa di jelaskan dengan kata - kata. Apalagi si bungsu yang melihat dengan sangat jelas di layar handphonenya itu.


Sementara Ayunda yang berada di tempat ini pun sama. Ia bahkan terlihat sangat pucat dan ketakutan luar biasa. Suasana seketika menjadi tak bisa di prediksi. Karena sangat sangat mencekam dan menyeramkan.


Mereka berdua sama - sama melotot untuk beberapa detik sampai dimana mereka tersadar apa yang harus mereka lakukan saat ini.


"Kak, di belakang kakak di bawah pohon beringin itu ada sosok..." kata si bungsu yang ingin memberitahukan Ayunda sosok di belang tubuh Ayunda. Namun, harus terhenti karena di potong tiba - tiba oleh Ayunda.


"Hem... iya dek kakak tau" kata Ayunda pada si bungsu.


"Jadi, sekarang gimana kak" kata si bungsu bertanya pada Ayunda.


"Kakak juga kurang tau dek harus kaya gimana. Kalau kakak lari apa makhluk itu akan kejar kakak atau nggak kakak nggak tau. Tapi kalau misalnya makhluk itu kejar kakak. Kakak juga takut" kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.

__ADS_1


"Hem iya juga sih kak. Tapi bentar deh kak itu kayanya mba Kun nya udah mau deketin kakak. Nggak ada pilihan lain kak cepet lari kak" kata si bungsu pada Ayunda.


Dan ya sosok makhluk itu adalah sosok berambut panjang memiliki baju menjuntai panjang dan tentu saja tak kalah menyeramkan adalah muka dari sosok tersebut yang sering di sebut dengan nama mba Kun.


"Kiak... dek kamu nakuti kakak aja sih. itu beneran dek mba Kun nya udah deket atau gimana ah kakak nggak mau liat kebelakang" kata Ayunda yang reflek langsung teriak saat si bungsu memberitahukannya mengenai sosok makhluk tersebut.


"Iya kak bener" kata si bungsu dengan singkat.


"Ah... hantu. Kak hantu tolong... ka... kakak... tolong" kata Ayunda yang berteriak memanggil Dion yang berada di dalam penginapan. Dan Ayunda pun berlari terbirit - birit dari ayunan tersebut.


Hingga akhirnya Ayunda pun dengan reflek langsung naik ke tubuh Dion yang berdiri mematung karena Ayunda tiba - tiba sudah berada di tubuhnya dan memeluk erat tubuhnya ini. Dengan kaki yang melingkar di pinggang belakang Dion dan tangan yang melingkar erat di leher Dion serta kepala yang di benamkan di leher Dion.


Dengan nafas yang memburu dan tak karuan Ayunda masih mencoba mengatur nafasnya untuk tidak panik dan menenangkan kepanikannya itu.

__ADS_1


Sementara Dion baru tersadar saat Ayunda sudah dengan nyamannya berada di posisinya saat ini. Lalu ia pun berucap.


"Yank kamu kenapa?" kata Dion bertanya pada Ayunda.


Ayunda tak langsung menjawabnya ia malah tetap diam dan menikmati posisinya saat ini. Tetapi akhirnya ia pun memberanikan diri berbicara dan menjawab ucap Dion itu.


"Itu kak, itu anu, itu tadi aku liat mba Kun kak di sana" kata Ayunda yang ragu karena masih takut sambil menunjuk posisi mba Kun tanpa melihat kebelakang karena takut.


"Dimana yank, nggak ada sama sekali. Kamu halusinasi kali yank. Mana ada mba Kun di siang bolong gini." kata Dion yang tak melihat ada apa - apa di tempat yang di tunjuk oleh Ayunda.


"Ada kak" kata Ayunda tetap kekeh.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2