
"Biasa lah say, cuman jutaan lah nggak sampai puluhan milyar." kata Kirani menjawab santai ucapan Ririn.
Ririn yang mendengar ucapan Kirani ini. Sempat memelototkan matanya karena terkejut dengan ucapan yang keluar dari bibir Kirani tersebut.
Bahkan tak hanya itu, ia juga sempat menggeleng - geleng kan kepalanya atas ucapan Kirani tersebut.
"Apa? puluhan milyar. Jangan ngada - ngada deh. Cuman bilang ciri - ciri aku yang belum di sebutin aja. Aku harus bayar sampai segitunya. Lebih baik nggak jadi di kasih tau dari pada ntar aku bangkrut nggak bisa shopping. Ckckck... ckckck... Kirani... Kirani... tau orang lah kalau mau manfaatin itu, masa sahabat sendiri aja di manfaatin kaya gini. Gratis aja deh ya atau bayarnya pake harga temen jangan mehong gitu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Hahaha... aduh nggak kuat aku. Udah ah... aku nggak akan bahas lagi. Karena akunya udah nggak kuat nahan tawa terus dari tadi." kata Kirani yang sekarang malah tertawa begitu keras.
"Kenapa bisa nahan tawa? emangnya ada yang lucu ya sebelum ini." kata Ririn yang bingung dengan respon dari Kirani tersebut pada dirinya.
"Iya ada, tau nggak. Kamu tuh lucu, aku kan cuman bercanda. Eh... malah di tanggepin serius, makannya dari tadi aku tahan tawa biar nggak meledak kaya barusan tawa nya.
__ADS_1
"Ih... jahat bener bercandain aku, nggak bilang - bilang." kata Ririn entah ia sengaja menjawab ucapan Kirani dengan seperti ini atau nggak sengaja sama sekali.
"Hahaha... hahaha... udah ih... jangan ngelucu terus. Kamu ya Ririn udah jangan kaya gini terus. Aku tuh nggak bisa tahan, ko bisa gitu ucapan kamu itu malah buat aku tertawa terus - menerus kaya gini." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
"Aku nggak lagi ngelucu Kirani. Tapi aku tuh... aku tuh..." kata Ririn yang di potong ucapannya oleh Kirani.
"Banyak aku tuh nya, lama - lama di borong habis tuh kata, sama kamu." inilah kata Kirani yang memotong ucapan Ririn tersebut.
"Nggak lah, nggak akan kaya gitu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Iya, ih... bener. Kalau kamu nggak percaya aku udah nggak bilang kata aku tuh lagi, kan barusan bicara sama kamu nya. Jadi udah bisa jadi buktikan." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Barusan kan kamu bilang kata itu lagi. Apanya yang jadi bukti coba." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
__ADS_1
"Itu kan contoh Kirani, contoh. ih... makin kesel deh." kata Ririn yang sudah geram dengan jawaban Kirani.
"Iya tau, tapi kan..." kata Kirani yang sekarang giliran ucapannya di potong oleh Ririn.
"Udah lah dari tadi perasaan banyak tapinya. Sekarang kita lanjut lagi aja pergi ke sana nya." kata Riri yang memotong ucapan Kirani sambil mengalihkan pembicaraan.
"Kapan bilang tapi? nggak banyak ko, itu mah cuman perasaan kamu aja. Si tukang bawa perasaan hahaha..." kata Kirani menjawab ucapan Ririn sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan itu.
Kirani yang niat nya ingin membuat suasana nggak jadi tegang malah nggak ngaruh sama sekali.
Karena respon yang di berikan Ririn tetap sama tak ada senyum - senyum nya sama sekali.
Bahkan malah seperti yang terlihat biasa saja saat Kirani tertawa lepas seperti barusan.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼