Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Menjadi Bingung


__ADS_3

Ayunda yang mendengar suara si bungsu, langsung menghentikan langkah kakinya. Lalu ia pun mulai membalikan tubuh nya untuk melihat si bungsu.


Setelah Ayunda melihat si bungsu. Si bungsu pun mulai melanjutkan ucapan nya.


"Nah ini baru bagus kak, kenapa nggak dari tadi sih kak berhenti dulu, adek kan udah capek." kata si bungsu pada Ayunda.


Dengan malas Ayunda pun menjawab ucapan si bungsu.


"Baru segitu aja udah bilang capek. Gimana kalau di tinggal sepuluh kilo meter dari..." kata Ayunda yang tak meneruskan ucapannya karena si bungsu langsung menjawab ucapan Ayunda.


"Ya ampun kak, kalau adek harus tertinggal sejauh itu. Lebih baik nggak ikutin kakak. Ntar yang ada kalau adek ikutin kakak. Adek pasti pingsan apalagi nggak minum - minum sama sekali." kata si bungsu yang memotong ucapan Ayunda.


"Hem... terus kenapa sekarang kamu ikutin kakak." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Ya karena ini kan belum mencapai sepuluh kilo meter kak jaraknya. Jadi adek masih bisa susul kakak." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Nah, jadi sekarang lanjutin lagi aja susul kakaknya. Nggak perlu banyak protes." kata Ayunda yang langsung membalikan tubuhnya tanpa menunggu jawaban dari si bungsu atas ucapannya itu.

__ADS_1


Setelah si bungsu membalikan tubuhnya, ia pun mulai melangkahkan kakinya lagi untuk pergi ketempat tujuannya saat ini.


Sementara si bungsu yang melihat Ayunda telah melangkahkan kakinya lagi. Hampir menepuk jidat nya karena ntah siapa yang harus di salahkan.


Apakah jawaban yang ia keluarkan untuk Ayunda atau sikap Ayunda yang meninggalkannya saat ini.


Membuat si bungsu menjadi bingung dibuatnya. Apalagi jika ia harus mengeluarkan suaranya. Ntah apa kata yang akan ia keluarkan untuk situasi seperti ini.


Hingga pilihan terakhir ia pun hanya bisa terdiam menanggapi ini semua.


Dion yang sedari tadi hanya menjadi pendengar ucapan si bungsu dan Ayunda. Kini mulai mengeluarkan suaranya.


Si bungsu yang mendengar suara Dion. Tak merespon ucapan Dion sama sekali. Membuat Dion kembali mengeluarkan suaranya pada si bungsu.


"Dek kenapa nggak di jawab ucapan kakak?" kata Dion pada si bungsu.


"Eh... iya kak maaf adek malah diem. Jadi nggak denger apa yang kakak ucapin tadi ke adek. Maaf ya kak." kata si bungsu menjawab ucapan Dion sambil meminta maaf pada Dion.

__ADS_1


"Hem... iya nggak papa dek, ya udah yuk langsung lanjutin lagi aja jalannya. Itu kakak mu udah lumayan jauh jalannya." kata Dion menjawab ucapan si bungsu sambil menunjuk Ayunda.


"Iya kak, tapi kakak duluan aja yang jalan."


"Kenapa harus kakak duluan yang jalan dek? kenapa nggak kamu dulu?" kata Dion bertanya balik pada si bungsu.


"Em... kakak duluan aja. Ntar adek nyusul, soalnya adek masih capek kalau harus lanjut jalan lagi." kata si bungsu menjawab pertanyaan Dion pada dirinya.


"Gitu ya dek, tapi beneran nih nggak papa kakak pergi duluan." kata Dion menjawab ucapan si bungsu sambil memastikan lagi ucapan si bungsu pada dirinya itu.


"Iya kak beneran, kakak lanjutin dulu aja jalannya. Ntar adek nyusul."


"Ya udah kalau gitu kakak duluan ya, kamu juga istirahat jangan terlalu lama. Biar nggak tertinggal jauh ya dek."


"Iya kak" kata si bungsu menjawab ucapan Dion.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2