
"Kak Rifal?"
Segeralah Rifal menoleh ke asal suara, di sana sudah ada wanita yang sedang dia rindukan. Namun, keadaan dirinya yang sedang kacau membuatnya merutuki kebodohannya.
"Kenapa pacar gua datang di saat gua begini? Ilfeel gak ya dia?"
Rifal berbicara dengan hatinya sendiri. Ada ketakutan yang sedang menjalar di hatinya. Apalagi, Keysha terang-terangan mengatakan bahwa dia menyukai pria yang rapi. Sedangkan dia?
"Ya Tuhan!" rutuknya pada diri sendiri.
Tanpa menjawab sapaan Keysha, Rifal bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya serta membenarkan penampilannya. Sedangkan Sheza sudah tertawa melihat tingkah Rifal.
Radit dan Echa beserta ketiga anaknya terkejut ketika melihat keluarga Azkano sudah berada di dalam kamar perawatan.
"Kapan datang, Kak?" tanya Echa.
"Baru saja. Katanya, Kak Gi ke sini?"
"Iya, Papa sedang membeli sarapan dan makanan pesanan si triplets. Sedangkan Ayah, langsung ke toko cabang. Cek rutin," ujar Echa.
"Key, liat gorilla gak tadi?" canda Radit.
Sheza dan Kaza tertawa terbahak-bahak mendengar candaan Radit. Kakaknya sendiri dikatakan gorilla.
"Ini bukan kebun binatang, Kak," sungut Keysha.
Sudut bibir Kano terangkat sedikit. Bukan dia tidak tahu bahwa putrinya sedang menjalin hubungan dengan Rifal. Akan tetapi, Kano belum mengijinkan untuk kejenjang yang lebih serius. Keysha masih kelas tiga SMA. Perjalanannya masih jauh. Begitulah pikir Kano.
"Om Ipang," panggil Aleesa yang sudah merentangkan tangannya ingin dipeluk.
Rifal menghampiri Aleesa dan memeluknya. "Oneta betalna ana?"
Anak Echa bagai rentenir yang tidak lupa akan janji seseorang. "Nanti ya, Om pasti akan belikan untuk kamu dan juga dua saudara kamu." Mereka pun bersorak gembira. Meminta kepada Rifal sangatlah mudah. Apapun yang mereka minta pasti akan dituruti oleh Rifal.
"Kenapa kayak orang musuhan?" ledek Radit kepada Rifal dan juga Keysha yang duduk berjauhan.
"Kalau jauh aja bilang kangen, kalau lagi dekat aja meneng," tambah Echa.
Adik laknat kalian!
Begitulah umpatan yang Rifal layangkan di dalam hati. Mulut Rifal yang biasanya ramai kini mendadak hening. Seperti orang yang sedang terkena sariawan.
__ADS_1
"Assalamualaikum."
Suara Addhitama membuyarkan keheningan. Ternyata dia datang tidak sendiri, ada Rindra, Nesha dan juga Rio.
"Eh, ada calon besan," celetuk Rindra.
Mata Rifal sudah melebar, Keysha menunduk dalam sedangkan Radit dan Echa mengulum senyum.
"Calon besan siapa, Rindra?" tanya Addhitama kebingungan
"Calon besan Papih lah. Siapa lagi," cerocos Rindra.
Mata Addhitama membola ketika mendengar ucapan dari Rindra. Dia memperhatikan Keysha dari atas hingga bawah. Addhitama menggelengkan kepalanya.
Ini anak udah kelamaan jomblo, jadi pedofil begini.
Addhitama bisa memperkirakan bahwa usia Keysha tidak jauh dengan Riana. Anak SMA menikah dengan pria matang berumur tiga puluh tahun? Apa kata dunia?
"Sepertinya Papih keberatan," bisik Radit di telinga Rifal.
"Ngomong sekali lagi, gua bogem lu!"
"Udah siang, aku ke kantor dulu, Pih." Pamit, itulah jalan satu-satunya. Padahal, Rifal ingin bolos untuk hari ini. Akan tetapi, bertemunya keluarga Keysha dengan keluarga dia membuat Rifal enggan dan malas. Semua akan berujung dengan mengghibah dirinya.
Langkah Rifal terhenti ketika berada di lobi rumah sakit. Tangannya meraih benda pipih di dalam saku.
"Aku tunggu kamu di parkiran."
Pesan singkat itulah yang Rifal kirimkan. Sejujurnya, dia sangat merindukan Keysha. Dia ingin memeluk tubuh Keysha, dan bibir Keysha sedari tadi sangat menggoda. Baru kali ini dia melihat Keysha memakai liptint.
Di dalam kamar perawatan Aleesa, Keysha pamit kepada semua orang dengan alasan ingin sarapan di tenda biru di depan rumah sakit. Keysha mencari keberadaan Rifal. Ternyata. dia sudah berdiri di samping mobilnya dengan senyum yang teramat manis.
Rifal sengaja mengobrol di dalam mobil. Mereka duduk di kursi penumpang belakang. Agar lebih leluasa melepas rindu.
"Miss you so much."
Rifal memeluk tubuh Keysha dengan sangat erat. Begitu juga dengan Keysha yang membalas pelukan Rifal tak kalah eratnya.
"Maafkan mulut Abang dan adikku, ya." Keysha mengangguk tanpa melepaskan pelukannya.
"Sepertinya papihnya Kak Rifal tidak suka dengan Key," ucap Key lirih.
__ADS_1
Rifal tersentak dengan ucapan Keysha. Dia menangkup wajah Keysha dan menatap dalam matanya.
"Aku akan berjuang untuk mendapatkan restu dari semua orang."
Ucapan Rifal mampu membuat Keysha tersenyum bahagia. Mereka saling menatap dengan tatapan penuh cinta. Entah siapa yang duluan, bibir mereka sudah bersatu padu. Saling mengecup satu sama lain dengan sangat lembut. Pelan tapi pasti, Rifal semakin merengkuh pinggang Keysha dan Kesha sudah mengalungkan tangannya ke leher Rifal. Sungguh kegiatan yang sangat memabukkan.
Wajah mereka menjauh, ketika napas mereka mulai tersengal. Setelah itu, mereka melakukan candu yang membuat mereka terbuai. Setelah puas, Rifal mengusap lembut bibir Keysha yang basah.
"Jangan pakai liptint lagi, jika tidak ingin aku hapus dengan cara yang tadi."
Keysha tersenyum dan menelusupkan kembali wajahnya di dada bidang Rifal.
"Makasih, Sayang." Rifal mengecup ujung kepala Keysha.
Dia sangat bahagia bisa menikmati manisnya bibir Keysha yang belum terjamah oleh siapapun. Namun, doa berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak mengulanginya lagi. Bagaiamana pun, Keysha masih sekolah. Dia tidak ingin merusak masa depan Keysha.
"Maaf ya. Aku udah kebablasan."
Tidak ada jawaban dari Keysha. dia juga bahagia dan ingin merasakan seperti apa nikmaynya first kiss. Dia hanya menjadi pendengar setia karena belum pernah merasakan. Kali ini, dia tahu bagaimana rasanya. Tidak ingin berhenti dan ingin lagi.
Pergaulan di Singapura dan Indonesia sangat berbeda. Namun. Keysha masih patuh pada budaya timur. Dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.
Lama mereka berpelukan, menikmati indahnya pacaran. Bagi Rifal, bagai kembali ke masa putih abu-abu. Dia kembali muda. Bersama Keysha dia merasa bukanlah pria dewasa karena dia pun masih bisa menimpali cerita Keysha.
"Kok makin cinta ya, sama kamu."
Tangan Rifal sudah menyisir rambut Keysha dengan tangannya. Sedangkan Keysha hanya tersenyum.
Keysha mengambil liptint di dalam tas kecilnya. Namun, Rifal mencegahnya.
"Kak, tadi 'kan aku liptint keluarnya. Masa pas kembali lagi malah pucat. Orang-orang pasti curiga," imbuhnya.
Apa yang dikatakan Keysha benar adanya. Dia tidak ingin kelakuan mesoemnya diketahui oleh calon mertua. Bisa-bisa gagal jadi menantu Azkano. Mesoemnya Rifal menandakan dia masih normal.
"Mau sarapan apa?" Kini Rifal sudah berada di kursi kemudi dan Riana sudah duduk di depan.
"Aku ingin nasi uduk di restoran cepat saji." Rifal mengusap lembut kepala Keysha.
"Baiklah, apapun yang kamu inginkan akan aku belikan."
Rifal pun melajukan mobilnya menuju restoran cepat saji yang Kesusahan inginkan dengan tangan kirinya bertaut dengan tangan Keysha. Sesekali diciumnya punggung tangan itu atau diletakkan di pipinya. Namanya juga orang yang sedang kasmaran. Sudah berumur pun akan kembali muda.
__ADS_1