Yang Terluka

Yang Terluka
Maaf


__ADS_3

"Rindra!"


Seruan dari Addhitama membuat Rindra yang sedang tersenyum penuh kemenangan menoleh ke arah sang Papih.


"Apa ini? Tes DNA atas nama kamu menyatakan positif dan punya Radit menyatakan negatif. Coba jelaskan," sentak Addhitama.


Radit pun ikut tersentak degan ucapan Addhitama. Dia meraih kertas di atas meja dan membacanya secara seksama.


"Dia yang telah merubahnya, Pih," tunjuk Rindra pada Radit.


Radit tercengang akan tuduhan Rindra kepadanya. "Aku aja baru tau hasilnya sekarang. Amplop ini belum aku buka sama sekali," terang Radit.


"Bohong!" seru Rindra.


"Lu dendam kan sama gua. Karena dengan lu merubah hasil tes itu gua gak akan pernah bisa deketin Echa. Iya kan?" bentaknya.


Radit menghampiri Rindra dan menajamkan matanya. "Bukannya Abang ya yang melakukan segala cara untuk memisahkan aku sama Echa. Bukannya Abang yang memilki rencana jahat kepada aku?" ucapnya penuh penekanan.


Suara pintu terbuka menghentikan adu mulut antara Rindra dan juga Radit. Dan ternyata yang datang adalah Fani.


"Duduk," titah Addhitama kepada Fani.


Fani menatap ke arah Radit yang menatapnya dengan tatapan membunuh. Begitu juga tatapan Rindra yang sangat tajam kepadanya.


"Tolong jelaskan!"


Addhitama menyodorka dua kertas yang ada di atas meja. "Siapa ayah biologis dari anak yang dikandungmu?"


Pertanyaan Addhitama membuat tubuh Fani seketika menegang. "I-ini anak Radit, Om."


"Tapi, hasil tes DNA itu menyatakan jika Rindra lah yang memiliki DNA yang sama dengan anak yang dikandungmu."


Ucapan Addhitama terbilang santai, tapi sangat menusuk di telinga Fani.


"Itu pasti Radit yang sudah merubahnya. Karena dia yang tidak ingin mengakui anak yang ada di dalam kandunganku."


Isak tangis pun keluar dari mulut Fani membuat Radit geram. Namun, Radit masih mampu menahan emosinya. Air mata yang Fani teteskan membuat Radit menghela napas kasar.


"Aku tidak butuh tangismu. Aku hanya butuh fakta yang sebenarnya," sentak Radit.


"Ini anak kamu, Dit. Anak kamu," seru Fani sambil menangis.


"Hasil tes aku itu negatif, jadi itu anak siapa?" desak Radit.

__ADS_1


"ANAK KAMU, DIT," teriak Fani.


Prok, prok, prok.


"Sungguh sempurna aktingmu," puji pria paruh baya.


"Kakek," ucap Radit.


Addhitama mematung di tempatnya ketika melihat siapa yang masuk ke dalam apartemen anaknya ini.


"Genta," gumam Addhitama.


Samar-samar Radit mendengar gumaman sang Papih.


Genta.


"Kalian sungguh pintar," cibir Genta kepada Rindra dan Fani.


Genta menyerahkan rekaman video yang ada di tangannya.


"Kamu masukkan obat ini ke dalam minumannya. Setelah dia tidak tersadar, kamu bawa ke apartmentnya dan aku tunggu kamu di sana. Dan aku akan memuaskan mu."


Deg.


Fani memang menyukai Radit, segala cara sudah Fani lakukan untuk bisa dekat dengan Radit. Tapi. Radit teguh pada pendiriannya.


Tak sengaja, Fani bertemu dengan Rindra dan dia pun terpesona akan ketampanan Rindra. Begitu juga Rindra. Seminggu perkenalan mereka, karena mereka mengkonsumsi alkohol terlalu banyak akhirnya keperawanan Fani pun hilang. Semenjak kejadian itu, Fani dan Rindra sering melakukan hubungan yang dilarang oleh agama.


Hingga Rindra mendengar, jika Fani menyukai Radit dan tercetuslah ide jahat. Karena sesungguhnya Fani adalah pemuas nafsunya saja. Cintanya hanya kepada Echa.


Sama halnya seperti Fani, dia juga menganggap RIndra cuma pemuas birahinya. Semenjak kejadian itu, Fani menjadi maniak ****. Mereka berdua bekerja sama dan akan menjebak Radit. Kerja sama yang menguntungkan, Fani akan mendapatkan Radit dan Rindra akan mendapatkan Echa.


Dan di hari itu, di mana hari penjebakan bertepatan dengan kedatangan Gio dan juga Echa. Setelah Radit tak sadarkan diri, ternyata Fani mendesah penuh karena sedang menikmati permainan yang diberikan oleh Rindra. Dan Radit hanya tertidur dan memang sengaja, baju dan celana Radit Rindra buka agar semuanya menyalahkan Radit.


Dan kabar kehamilan Fani membuat Rindra bahagia. Meskipun dia tahu itu anak kandungnya, tapi dia akan menyerahkan anak itu kepada Radit. Karena sudah pasti Radit yang akan dimintai pertanggung jawaban.


Meskipun, Radit bersikukuh untuk melakukan tes DNA Rindra pasti akan melakukan cara agar hasil tes itu positif. Segala cara kotor dan licik akan Rindra lakukan untuk memenuhi semua keinginannya.


Namun, Rindra bernasib sial. Bertepatan dengan pencetusan ide jahat Rindra, Radit bertemu dengan seorang malaikat tak bersayap yang selalu melindungi Radit. Yaitu, Genta.


"Anak pertama yang selalu kamu banggakan, memiliki sifat layaknya hewan," ujar Genta


"Dan anak yang selama ini kamu buang, malah dia lah yang akan menyelamatkan semua usaha kamu," lanjut Genta.

__ADS_1


Hati Radit berangsur tenang mendengar ucapan dari pria paruh baya yang dia panggil Kakek. Dan ternyata Kakek itu adalah kakek dari kekasihnya.


"Rindra, jelaskan apa maksud dari video ini!" sentak Addhitama.


Rindra hanya terdiam dan menunduk dalam. Begitu juga yang dilakukan oleh Fani.


"Kalian berdua emang jahat!" pekik Radit.


Radit mendekati Rindra dan menatap tajam dan penuh kemurkaan kepada Rindra.


"Selama ini aku tidak pernah mengusik hidupmu, Bang. Dunia mu yang aku tahu pun tidak pernah aku katakan kepada Papih. Karena aku tahu, Papih tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan tentang dirimu. Yang setiap malam pergi ke club, mabuk dan juga berganti wanita. Aku tahu semuanya Bang tentang kamu," teriak Radit.


Emosi Radit sudah tidak terbendung lagi, dua puluh tahun menanggung kesakitan dan kesedihan seorang diri. Mencoba mengerti dan mengalah kepada mereka semua. Tapi, sekarang pengorbanannya dibayar seperti ini membuat hati Radit hancur.


"Sekarang, Abang puas udah ngehancurin hubungan aku dengan Echa? Sekarang Abang puasa udah buat Echa gak percaya sama aku. Puas Abang sekarang?"


Radit berteriak tepat di hadapan wajah Rindra. Dia lalu melirik ke arah Fani yang masih menunduk.


"Serendah itu harga diri kamu? Membohongi anak yang ada di dalam kandunganmu itu tentang siapa Ayah kandungnya. Calon Ibu ,macam apa kamu?" bentak Radit.


"Nikmati permainan yang kalian mulai. Mencoba menjebak tapi kalian lah yang terjebak. Aku benci kalian!"


Radit meninggalkan apartment miliknya dengan hati yang sangat murka. Dia menyusuri jalan kota dan berhenti di sebuah taman yang sepi. Radit duduk di hamparan rumput hijau sambil menundukkan kepalanya di atas lutut.


Dia terisak dan terus meneteskan air matanya. Ada rasa bahagia bercampur sedih di hatinya. Namun, satu hal yang membuat hatinya semakin terluka. Kakak kandungnya telah tega menjebaknya hanya demi untuk merusak hubungannya dengan Echa.


Sebuah usapan lembut di punggung membuat Radit menegakkan kepalanya. Dia menatap ke arah orang yang ada di sampingnya.


"Maafkan Papih."


Wajah Radit sangat datar ketika mendengar ucapan dari Papihnya itu. Hari ini meminta maaf, besok akan membela kakaknya lagi. Radit sudah paham dengan Papihnya.


"Andaikan kata maaf itu bisa mengembalikkan hati yang terlanjur kecewa, mungkin tidak akan ada pasangan yang berpisah." sahut Radit.


"Apa dengan kata maaf akan membuat Echa kembali kepada Radit?"


"Apa dengan kata maaf, akan bisa menyembuhkan hati yang terluka?"


Radit pun meninggalkan Papihnya seorang diri. Jujur, Radit saat ini kecewa. Inilah titik di mana dia harus pergi dan memulainya dari bawah dengan jerih payahnya sendiri. Meninggalkan harta yang Papihnya berikan.


****


Senang gak up lagi?

__ADS_1


Jangan lupa komen


__ADS_2