Yang Terluka

Yang Terluka
Konferensi Pers


__ADS_3

"Apa kamu masih akan tetap diam dengan beredarnya berita ini?"


"Tidak, Kek. Radit akan membongkar semuanya. Karena Echa sudah masuk ke dalam masalah ini. Radit tidak ingin Echa semakin terlibat."


"Kemarin, Radit diam saja karena hanya Radit yang menjadi korban. Tapi, tidak untuk saat ini. Radit tidak ingin Echa menjadi gunjingan semua orang. Radit akan melindungi Echa. Meskipun, konsekuensinya sangat berat."


Lengkungan senyum pun terukir di bibir Genta. Inilah yang Genta suka dari Radit. Dia adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan gentle. Melindungi dan akan menjaga orang terkasihnya.


"Kamu tenang aja, ya. Cukup dukung aku. Dan selalu ada di samping aku. Aku akan berjuang untuk hubungan kita.'


Kalimat halus dan lembut yang Radit ucapkan kepada Echa. Sungguh beruntungnya anak gadis ini. Mendapatkan pria yang benar-benar tulus serta bersikap lembut kepadanya. Seakan membayar lunas kasih sayang yang tidak Echa dapatkan semasa balita.


Inilah alasan Kakek membawa kamu ke sini. Di sini kamu akan terus dijaga dan dilindungi Radit. Dan luka serta kecewa kamu terhadap Ayahmu akan semakin berkurang. Kakek tahu, setelah kamu melihat sikap Addhitama terhadap Radit, ada penyesalan di lubuk hati kamu yang paling dalam karena kamu telah pergi dari Ayahmu. Sedangkan Radit, diperlakukan kasar sedemikian rupa tanpa ada yang membela. Masih bertahan dengan alasan Papihnya. Padahal, Papihnya lebih buruk dari ayahmu.


"Kamu istirahat, ya." Echa pun mengangguk pelan dan menuju lantai atas di mana kamarnya berada.


"Mau Kakek bantu?" Tawaran yang sangat menggiurkan. Tapi, dengan sopan Radit menolak.


"Radit ingin berusaha sendiri, Kek. Radit punya teman pengacara yang cukup terkenal dan selalu goal dalam menangani setiap kasus yang ada. Dan tabungan Radit masih cukup untuk membayar pengacara itu."


Genta semakin bangga kepada Radit. Radit memang pantas untuk Echa. Dia bukanlah orang yang berpangku tangan dan akan bertindak cepat jika, sudah menyangkut orang yang dia sayangi. Sama halnya dengan dia dan juga Giondra.


Tanpa Radit ketahui, diam-diam Genta pun menyusun rencana untuk membongkar semua kebusukan Rindra dan juga Fani. Karena berita ini semakin trending dan membuat para wartawan berbondong-bondong mendatangi ruko yang Radit tempati serta rumah sakit tempat Radit praktek.


Beruntungnya, Radit dipaksa untuk tinggal sementara di rumah Genta karena Genta tahu ini pasti akan terjadi. Dan berita akan semakin memanas. Genta melarang Radit maupun Echa untuk keluar rumah untuk beberapa hari ke depan.


"Kapan kamu mau bicara di depan awak media?" tanya Genta.

__ADS_1


"Besok, Kek. George sudah mengatur semuanya."


George adalah teman Radit seorang pengacara muda. Tanpa Radit tahu, George adalah putra dari sahabat Genta yang juga pengacara senior. Dan George masih bekerja di bawah naungan Paulo, ayah dari George dan juga sahabat Genta.


Tempat diadakannya acara konferensi pers sudah dipenuhi banyak awak media. Mereka sangat menunggu kedatangan Raditya Addhitama yang selama ini tidak pernah mereka lihat. Hanya saja, mereka disuruh menaikkan berita perihal skandal Radit yang tak lain adalah anak dari Addhitama. Pengusaha sekaligus dokter yang cukup ternama.


Radit datang hanya bersama George dan juga Paulo. Tanpa ada pengawalan khusus dari pihak manapun. Siapalah Radit?


Para awak media mengerutkan dahi mereka. Biasanya akan ada pengawalan yang sangat ketat untuk melindungi orang yang akan mengadakan konferensi pers. Tapi, tidak untuk konferensi pers saat ini.


"Selamat siang semua," sapa Radit dengan nada yang sangat dingin.


"Mungkin kalian baru pertama melihat saya di depan kamera. Karena selama ini kalian hanya mengangkat berita saya tanpa tahu bagaimana rupa saya. Seolah kalian hanya boneka yang dimainkan oleh seorang dalang," sindir Radit.


Semua wartawan hanya terdiam mendengar ucapan Radit. Mereka tidak dapat mengelak, memang benar mereka hanya disuruh. Iya, disuruh.


Radit memperlihatkan sebuah artikel yang berisi berita tentang skandal yang Radit lakukan dengan seroang perawat. Dan mereka dipergoki oleh Ayahnya.


"Itu hanyalah penjebakan yang dilakukan seseorang untuk saya." Radit menatap ke arah George dan dijawab anggukan pelan olehnya.


George memutar sebuah video di layar putih yang berada di belakang Radit. Para awak media bergegas merekam semuanya. Ini adalah info penting untuk mereka.


Sebuah video di mana Rindra dan Fani sedang berbincang dan merencanakan sesuatu. Dilengkapi pula dengan terjemahan bahasa Inggris. Pada waktu itu, Rindra dan juga Fani berbicara menggunakan bahasa Indonesia.


"Bukankah dia itu Kakak Anda?" tanya salah satu wartawan.


Radit hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Video berikutnya George putar kembali. Di mana Rindra terlebih dahulu masuk ke apartment milik Radit. Tak lama, Fani membopong tubuh Radit yang sudah lemah tak berdaya. Dengan kasar, Fani mendorong tubuh Radit ke atas tempat tidur. Sedangkan Rindra sudah memeluk tubuh Fani dari belakang dan tangannya pelan-pelan melucuti pakaian Fani hingga tak sehelai benang pun yang ada di tubuh Fani.

__ADS_1


Dan mereka melakukan adegan seperti yang di blue film di atas sofa. Sedangkan Radit, dia tertidur pulas di atas tempat tidur. Adegan demi adegan dewasa itu tentu saja disensor. Hanya wajah Rindra dan Fani yang terlihat jelas.


"Jika, kalian tidak percaya silahkan kalian bawa ke pihak IT. Video ini real atau hanya rekayasa semata," ucap George.


Paulo memperlihatkan gambar tentang hasil tes DNA yang Radit lakukan.


"Hasil tes DNA antara klien saya dan juga Fani bertuliskan negatif. Itu berarti, Radit bukan ayah biologis dari anak yang dikandung Fani," ujar Paulo.


"Kenapa Anda diam saja ketika diberitakan bahwa Anda yang bertanggung jawab atas kehamilan Fani," tanya wartawan lainnya.


"Saya berusaha menjaga nama baik keluarga. Biarlah saya yang menjadi korban. Biarlah saya yang dicap buruk oleh kalian semua. Faktanya, saya tidak melakukannya serta tidak sedang melakukan pencitraan."


Para wartawan memandang kagum terhadap Radit. Disakiti oleh keluarga tapi, masih mau membela keluarganya. Malah mengorbankan dirinya sendiri demi nama baik.


"Lalu, kenapa sekarang Anda baru mengungkapkan semuanya?"


"Karena pemberitaan kemarin serta gambar yang kalian muat di berita tersebut. Secara tidak langsung kalian sudah memasukkan wanita tersebut ke dalam masalah pribadi saya. Dan saya tidak akan tinggal diam jika, menyangkut orang yang saya sayangi."


Deg.


Mendengar ucapan Radit yang penuh penekanan di hadapan awak media membuat jantung Echa berhenti berdetak. Pengakuan Radit yang sangat serius membuat Echa merasa sangat dicintai oleh Radit. Echa dan Genta berada dalam satu tempat yang sama. Hanya saja, berada di ruangan yang berbeda.


"Dia kekasih saya, dia adalah wanita yang saya sayangi. Dan bukan Fani, wanita yang sudah bersekongkol dengan keluarga saya."


"Bukannya saya tega membuka aib keluarga saya. Tapi, saya juga memiliki hak untuk mengungkapkan kebenaran yang ada. Menegakkan keadilan yang selama ini tidak saya dapatkan."


...----------------...

__ADS_1


Semoga terhibur ...


Tetap setia bacanya, ya


__ADS_2