Yang Terluka

Yang Terluka
Will Always Love You


__ADS_3

Rasa cinta yang kuat dan dalam yang Echa miliki tak lantas membuatnya membenci Radit sepenuhnya. Dia terkadang malu pada sang mamah. Ibunya yang disakiti oleh ayahnya saja mampu bertahan demi dirinya. Kenapa dia tidak bisa? Sedangkan kesalahan Radit tidaklah sefatal sang ayah.


Echa masih setia mendampingi Radit. Dia terus menggenggam tangan Radit dengan sangat erat. Matanya sudah bengkak karena sedari tadi menangis.


"Maafkan putra Om, Yanda," ucap Addhitama.


Ayanda hanya tersenyum dan menggeleng. "Ini ujian untuk mereka berdua, Om. Apa mereka bisa menyelesaikan dengan kepala dingin atau sebaliknya?" tutur Ayanda.


Addhitama merasa bingung dengan sikap Ayanda yang tidak emosi sedikitpun mengetahui kenyataan yang ada.


"Radit sudah mengakui kesalahannya. Radit sudah jujur kepada saya tentang sikap salahnya, dengan Radit seperti itu saya yakin Radit akan berubah dan hanya khilaf belaka. Walaupun khilafnya tidak saya benarkan."


Addhitama benar-benar bangga memiliki besan seperti Ayanda ini. Selalu berpikir jernih dalam segala hal.


Echa meletakkan tangan Radit di pipinya. Dia sudah berjanji untuk memaafkan segala kesalahan Radit. Namun, dia belum bisa berjanji untuk bisa melupakannya.


"Sa-yang,"


Echa segera menoleh ke arah sang suami yang baru saja membuka mata. Air matanya pun mengalir deras.


"Maafkan aku, kamu jangan menangis lagi." Suara Radit sangat lemah. Echa hanya bisa menggeleng dengan tangan yang terus menggenggam tangan Radit.


Terlihat wajah Radit yang meringis. Echa panik dan segera menekan tombol darurat.


"Aku tidak apa-apa, Sayang," ucapnya.


"Kamu sakit, Ay. Sakit!" seru Echa dengan wajah yang masih basah dengan air mata.

__ADS_1


Radit tersenyum dan menarik tangan Echa hingga dia terjatuh di atas tubuh Radit.


"Jangan tinggalin aku lagi. Jangan pergi lagi. Aku gak bisa hidup tanpa kamu."


Echa terdiam mendengar ucapan dari Radit. Ayanda dan Addhitama yang baru saja masuk ke ruang perawatan anak-anak mereka melengkungkan senyum bahagia.


"Cinta mereka terlalu kuat." Addhitama setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ayanda.


Echa dengan telaten merawat sang suami. Mengelap tubuh Radit setiap pagi dan sore hari.


"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Echa ketika menyuapi sang suami.


Radit terdiam dan menatap Echa dengan sangat dalam. "Aku hanya ingin terus mengawasi kamu. Aku merindukan istriku." Tubuh Echa menegang. Air matanya pun sudah menganak.


"Selama kamu menjauh dari aku, aku merasa separuh hidupku telah pergi. Semangatku sudah hilang." Radit menjeda ucapannya. "Hati aku sakit ketika aku hanya bisa memperhatikan kamu dari jauh, tanpa bisa menyentuh kamu. Aku ingin mendekat, tetapi aku takut kamu berlari dan semakin menjauhi aku. Aku takut," paparnya. Terlihat air mata Radit menetes deras membasahi wajahnya.


"Aku sangat mencintai kamu. Sangat mencintai kamu."


Cinta yang ada di hati dua insan manusia itu menjadi pondasi yang sangat kuat. Badai dan ombak menghantam mereka berdua. Mereka hanya sedikit goyah dan akhirnya kembali kepada posisi mereka masing-masing.


Seperti sekarang ini, Radit tengah menyiapkan sebuah kejutan untuk sang istri tercinta. Dia sudah keluar dari rumah sakit dan meminta ijin kepada istrinya sebentar. Echa pun mengijinkan.


Satu jam berselang Echa diberi kabar oleh Riki asisten dari Radit agar segera ke tempat yang Riki kirimkan. Lambung Radit kambuh lagi. Echa yang tengah bersantai pun segera berganti pakaian dan memesan ojek online menuju alamat yang dikirimkan.


Echa terus berdecak kesal, ternyata sang suami malah pergi ke restoran mahal. Padahal, dia sudah memasak di rumah yang mereka sewa di Jogja. Ketika dia memasuki area restoran, Echa sangat terkejut ketika melihat sang suami sudah membawa buket mawar merah yang besar dengan senyum yang menawan.


🎶

__ADS_1


Aku kan berjanji


Takkan mengulang


Segala kesalahan


Aku Kan mengabdi


Pada satu cinta


Dan itu drimu


Jujurku hanya seorang lelaki


Yang terkadang


Tak lepas dari Godaan


Harus kumiliki Kesempatan


Tuk menyayangmu lagi


🎶


Radit membawakan lagu itu dengan sangat merdu dan Echa sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Radit pun mendekat dan memberikan buket bunga itu kepada Echa.


"Aku tidak akan membuang permata berharga demi seonggok sampah. Selamanya, kamu adalah wanita satu-satunya di dalam hati aku. Will always love you."

__ADS_1


__ADS_2