Yang Terluka

Yang Terluka
Perkenalan Keluarga


__ADS_3

Rifal dan Aska menyudahi pertemuan mereka berdua karena keluarga Rifal sudah menelponnya. Mereka akan segera kembali ke rumah.


Aska pun kembali ke restoran di mana dua sepupunya berada. "Mau pulang gak?"


Beeya mengangguk begitu juga dengan Keysha yang sudah menunjukkan wajah sembab. Tidak ada pembicaraan di antara mereka bertiga. Beeya yang cerewet pun malah terdiam. Dia tidak ingin memperkeruh keadaan.


Tibanya di rumah, Keysha segera masuk ke kamar yang biasanya dia tempati jika bermalam di rumah Aska. Dia menumpahkan segala rasa yang ada di dada. Dia benar-benar cemburu.


"Kita hanya break, bukan putus," lirihnya.


Di lain tempat, pria dewasa itu tengah memandang langit malam. Hatinya sakit melihat Keysha menangis seperti itu. Ingin sekali dia memeluk Keysha, tetapi egonya menolak.


"Maafkan aku, Key."


Beginilah Rifal, jika sudah mencintai seseorang pasti akan sepenuh hati. Apalagi jika dia sudah yakin dengan perempuan itu. Keysha dari keluarga baik-baik. Sudah pasti dia juga mendapat didikan yang baik dari kedua orang tuanya. Hanya pergaulan yang membuatnya berbeda. Rifal yakin, dia akan bisa merubah Keysha.


Setengah jam merenung, dia memutuskan untuk mengambil kunci mobilnya. Semua orang menatapnya bingung ketika melihat Rifal tergesa.


"Mau ke mana?" tanya Addhitama.


"Ada perlu," jawabnya.


Langkah lebar Rifal membawanya menuju mobil. Rifal mengendarai mobil bagai pembalap profesional. Dia takut jika Keysha sudah tidur.


Setelah tiba di depan rumah Aska, dia menghubungi Aska dan meminta bantuan kepadanya. Jangan harap Aska senang diganggu seperti ini. Rifal sudah kebal dengan umpatan demi umpatan yang Aska berikan kepadanya. Dia tidak peduli, yang dia pedulikan hanyalah Keysha.


"Breng Sek!" umpatnya ketika melihat Rifal berada di depan gerbang rumahnya.


"Dia udah tidur?" tanya Rifal cemas.


"Masukin dulu mobil lu," titahnya.


Rifal bagai anak kucing, menuruti setiap perintah Aska. Setelah terparkir di depan rumah Aska, dia mengikuti langkah Aska. Keadaan rumah sepi, sepertinya penghuni rumah sudah terlelap.


"Kamarnya yang kedua. Jangan macam-macam! Disetiap kamar dipasang cctv," terangnya.


Rifal mengangguk mengerti. Langkahnya membawa dia menuju Kamar yang Aska maksud. Tangannya mengetuk pelan pintu tersebut. Tidak ada jawaban dari dalam. Hati Rifal semakin cemas dan takut. Dia mengetuk lebih keras.


"Berisik!"


Rifal terlonjak ketika pintu kamar sebelahnya terbuka. Sudah ada Beeya yang berkacak pinggang. Tatapannya sangat tajam dan mampu membuat nyali Rifal menciut.


"Turunan harimau semua," gerutunya di dalam hati.


"Maaf," ucap Rifal.


Hembusan napas kasar yang keluar dari mulut Beeya. Dia melangkah mendekat ke arah Rifal. Tangannya memegang gagang pintu.


"Gak dikunci. Tuh orang kalau lagi galau mendadak budeg," sungut Beeya.


Rifal tercengang dengan ucapan Beeya. Beeya malah meninggalkan Rifal yang tengah mematung di depan pintu.


"Masuk? Apa boleh?" batinnya.


Bagaimanapun Rifal bukanlah pria yang menjalin hubungan bebas dengan setiap wanita. Dia masih mematuhi norma-norma agama. Apalagi sang papih yang tak hentinya mengingatkan akan bahayanya pergaulan bebas.


Hatinya bimbang, tetapi dia juga penasaran dengan apa yang telah terjadi dengan Keysha. Perlahan dia masuk ke dalam kamar tersebut. Terlihat seorang perempuan telah menelungkupkan wajahnya pada bantal.


Terdengar isakan tangis lirih yang membuat hati Rifal teriris. Dia mulai mendekat ke arah tempat tidur. Tubuh Keysha bergetar. Dia duduk di samping tempat tidur. Tangannya menyentuh rambut Keysha yang tergerai. Wajah yang tengah menelungkup itu menoleh ke arah samping. Wajah pria yang dia tangisi sudah ada di sampingnya.


"Maaf," sesal Rifal.


Keysha semakin menangis keras, Rifal segera memeluknya. Menenangkan kekasihnya itu.


"Kakak jahat!" Keysha memukul-mukul punggung Rifal.


Dia masih bergeming dengan tangan yang memeluk erat tubuh Keysha. Rifal membiarkan Keysha untuk menumpahkan segala rasa yang berkecamuk di dalam dada.


Setelah semuanya reda, Rifal mengurai pelukannya. Dia menghapus air mata Keysha. Kemudian mengecup kening Keysha dengan sangat dalam.


"Jangan menangis," ucap Rifal sangat lembut.


"Hati key sakit, Kak. Kakak jalan sama ...."


Rifal menarik tangan Keysha untuk dia peluk kembali. Dia mengusap lembut rambut sang pujaan hati.


"Dia bukan siapa-siapa aku, Key," balasnya.


"Bohong!" seru Keysha.


Benar kata Aska, Keysha masih kekanak-kanakan. Dia harus memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi Keysha.


"Serius, Sayang." Kini, Rifal menatapnya penuh cinta.


"Key gak percaya," balasnya.

__ADS_1


Rifal tersenyum, kemudian dia membenarkan rambut Keysha yang sudah tak karuhan.


"Sekarang kamu cuci muka, terus ikut Kakak, ya."


Keysha tersentak mendengar ucapan Rifal. Mata sembabnya menatap Rifal dengan penuh tanya.


"Ma-mau ke mana?" tanya Keysha.


"Nanti juga kamu tahu. Kakak ijin dulu sama Aska, ya." Kecupan singkat di bibir Keysha membuat Keysha tak berkedip untuk sesaat.


Rifal meninggalakan Keysha dan menuju kamar Aska. Dilihatnya Aska tengah bermain game online.


"Gua mau bawa Keysha," kata Rifal.


Mata Aska yang tengah fokus pada layar ponselnya menoleh ke arah suara. Dia menatap tajam Rifal.


"Gua mau bawa dia ke rumah gua."


Mata Aska semakin melebar mendengar kalimat yang Rifal lontarkan.


"Lu serius?" Aska benar-benar tak percaya dengan ucapan Rifal.


Rifal mendudukkan diri di bibir ranjang Aska. Dia menatap lurus ke depan.


"Mungkin ini kesalahan gua juga. Gua gak pernah berterus terang kepada papih gua. Makanya, hubungan gua begini terus," sesalnya.


Aska masih menjadi pendengar yang setia, dia tidak memotong ucapan Rifal.


"Gua mau ngenalin Keysha ke keluarga gua." Rifal menoleh ke arah Aska dan Aska pun tengah menatapnya.


"Mumpung semuanya lagi kumpul. Sekalian lurusin kejadian yang tadi di mall," lanjutnya.


Aska mengangguk mengerti. Dia akan mendukung setiap keputusan yang baik. Di mata Aska, Rifal adalah pria baik. Sama seperti kakak iparnya Raditya. Dia juga pria tanggung dan mampu mengemong Keysha. Pria yang kesabarannya luar biasa.


"Jangan pulang malam-malam," balas Aska. Rifal tersenyum dan mengangguk.


Ketika dia keluar dari kamar Aska, Keysha pun keluar dari kamarnya. Senyum Rifal merekah dengan sempurna. Dia menggenggam tangan Keysha dengan sangat erat.


Mobil melaju ke arah di mana Keysha tidak pernah melewati jalanan ini. Dia menatap serius ke arah Rifal yang tengah fokus mengemudi.


"Nanti juga kamu tahu, Sayang." Tangan Rifal mengusap lembut kepala Keysha.


Tak lama berselang, mobil itu berhenti di depan rumah yang mewah. Keysha kembali menatap ke arah Rifal yang tengah membuka seatbelt. Lagi-lagi senyuman yang dia berikan. Rifal keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil kekasihnya.


Dada Keysha berdegup sangat cepat. Mulutnya kelu dan tangannya mendadak dingin.


"Ke-kenapa ...."


"Kamu ingin tahu 'kan siapa perempuan tadi," potongnya.


Rifal mengusap lembut pipi Keysha. Dia menatap Keysha dengan penuh cinta.


"Jangan takut," ucapnya.


Rifal membawa Keysha masuk ke rumahnya. Suara riuh terdengar, tetapi tidak ada orang di ruangan depan. Langkah Rifal terus membawa Keysha menuju ruangan di mana banyak anak-anak di sana. Dia juga mengenal tiga anak yang sangat aktif di sana.


"Om Ipang!" panggil mereka.


Semua orang dewasa yang tengah asyik berbincang ringan menoleh ke arah Rifal yang tengah menggenggam erat tangan seorang wanita yang cantik. Mereka tercengang begitu juga Echa.


"Keysha!"


Senyum tipis terukir di wajah Keysha. Rindra menggelengkan kepala, ternyata adiknya gentle juga.


"Pacarnya Ipang?" bisik Nesha.


Rindra menganggukkan kepalanya. Seulas senyum pun terbit di wajah Nesha.


Satria kini menatap ke arah Addhitama. Kakaknya itu malah menggedikkan bahu.


"Ajak duduk dong, Pang," ujar Nesha.


Rifal membawa Keysha untuk bergabung dengan keluarganya. Hati Keysha benar-benar tengah berdisko ria. Semua keluarga Rifal berkumpul semua. Dia hanya tahu Radit dan juga Echa.


"Kamu bukannya anak Azkano?" tanya Addhitama.


"Iya, Om."


Bibir Addhitama pun melengkung mendengar jawaban dari Keysha.


"Siapanya kamu, Pang?" tanya Satria.


Bukannya menjawab, Rifal malah melirik ke arah Abang dan adiknya. Ingin sekali Rindra dan Radit menimpuk Rifal dengan asbak kaca di depan mereka.


"Insha Allah ibu dari anak-anak aku nanti," jawabnya.

__ADS_1


Sontak Rindra dan Radit menahan tawa mendengar jawaban dari Rifal. Istri-istri dari dua pria itu memukul pundak mereka.


Satria dan Addhitama saling pandang. Dia sama-sama tersenyum.


"Kamu masih kuliah?" tanya Addhitama. Keysha mengangguk sopan.


"Keysha seumuran Riana, Pih," jelas Radit.


Mata Addhitama melebar. Dia menatap tajam ke arah Rifal.


"Masih muda banget dong. Emang kamu gak malu punya calon suami rada tua seperti Rifal."


Semua orang pun tertawa mendengar ucapan Addhitama, kecuali Rifal yang mendelik kesal.


"Jangan bahas umur lah, Pih. Kalau udah sama-sama cinta mah umur nomor sekian," sanggahnya. Kini, Addhitama yang tertawa.


"Kapan kamu siap dipinang oleh putra Om?"


Keysha terdiam begitu juga dengan Rifal. Mereka saling memandang.


"Langsung lamar aja, Pih. Datangi kedua orang tua Keysha," imbuh Rindra.


Wajah Keysha sudah pucat pasi mendengar ucapan dari Rindra dan juga Addhitama. Tangan Keysha yang Rifal genggam pun terasa sangat dingin.


"Jangan buru-buru, Pih. Keysha masih harus melanjutkan study-nya. Setelah semuanya selesai, baru kita bicara lebih serius lagi," ujar Rifal.


"Masih lama, Fal," balas Addhitama.


"Gak apa-apa, Pih. Insha Allah aku masih siap menunggu. Hubungan kita aja sudah hampir tiga tahun, Pih."


Addhitama dan Satria terkejut dengan ucapan Rifal.


"Biarin aja, Pih. Radit aja pacaran yang lima tahu sama Echa berujung di penghulu. Alhamdulillah malah langgeng sampai sekarang," terang Radit. Dia sudah merangkul pundak sang istri dan mengecup puncak kepala Echa.


Addhitama menghela napas kasar. Akhirnya, dia mengangguk. Padahal dia sangat ingin menyaksikan Rifal menikah dalam waktu dekat ini. Akan tetapi, melihat Rifal yang berani memperkenalkan pacarnya ke hadapannya sudah menjadi kebanggan tersendiri untuknya.


"Papih harap hubungan kalian bisa sampai jenjang pernikahan," tuturnya.


Rifal dan Keysha tersenyum. Tak segan Rifal memeluk tubuh Keysha di depan semua orang. Ada rasa yang berbeda di hati Keysha setelah dikenalkan kepada keluarga Rifal.


"Oh iya, di samping Papih itu Om Satria. Beliau adiknya Papih." Satria menyapa Keysha dengan sopan.


"Kalau yang muka songong itu Abang aku. Namanya Rindra Addhitama, dan di sampingnya istrinya Mbak Nesha." Rindra hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Nesha sudah tersenyum tulus kepada Keysha.


"Kalau yang itu mah kamu sudah sangat kenal lah," imbuhnya ke arah Radit dan juga Echa. Keysha tertawa dibuatnya.


"Rio, Kalfa, sini!" panggil Rifal pada keponakan dan juga sepupunya.


Rion dan Kalfa yang asyik bermain mengahampiri Rifal.


"Kenalin ini Kak Key, calon aunteu kalian," ujarnya.


"Halo anteu!" sapa Rio bocah tampan.


"Hai anteu!" sapa Kalfa.


"Kalfa ini seusia si triplets." Keysha tersenyum dan dia jatuh cinta pada anak Rindra yang sangat tampan.


"Kalfa, ini susunya."


Suara seseorang membuat Keysha menoleh. Matanya melebar ketika melihat perempuan yang tadi bersama Rifal.


"Dia Jingga, pengasuh Kalfa. Bukan pacar aku," terangnya.


Keysha sedikit terkejut mendengar ucapan Rifal. Pengasuh yang masih muda dan juga cantik.


"Tadinya mau Papih jodohin sama Rifal. Eh, ternyata Rifal udah bawa calonnya ke hadapan Papih, gak jadi deh," canda Addhitama.


Rifal melirik tajam ke arah papihnya, sedangkan Keysha tersenyum tipis.


"Jangan kaku kalau masuk keluarga ini, Key. Semuanya pada baik kok," ucap Echa.


"Jingga, sini!" panggil Satria.


Jingga yang sibuk dengan Kalfa pung menghampiri Satria.


"Kenalan gih sama pacarnya Rifal," titah Satria.


Jingga tersenyum ke arah Keysha yang juga tersenyum ke arah Jingga.


"Pacar Kak Rifal cantik, ya." pujinya.


Rifal pun tersenyum dan merangkul pundak Keysha.


"Hanya kamu, Sayang," bisiknya. Wajah Keysha pun merona mendengar ucapan Rifal.

__ADS_1


__ADS_2