Yang Terluka

Yang Terluka
Ajakan Selingkuh


__ADS_3

Pulang sekolah tiba, suasana sedikit gaduh ketika para siswa melihat Rindra berada di depan gerbang sekolah. Bisik-bisik pun mulai terdengar lagi. Echa hanya menghela napas kasar.


"Ganteng tau Chut," imbuh Sasa.


"Tapi masih imutan Kak Radit," timpal Mima.


Echa berdecak kesal ketika melihat ponselnya. Ternyata sopir tidak bisa menjemputnya karena sakit. Sopir barunya sedang dipakai sang Mamah.


"Temenin gua dulu bentar, sampe gua dijemput." Echa pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


"Om, jemput Echa."


"Bapa lu ada nih lagi nganggur."


"Maunya Om, cepetan.”


"Dih ngapa sih lu."


"Om ...."


"Iya, gua jemput lu sekarang."


Echa pun mengelus dadanya. Di dalam situasi seperti ini hanya Arya yang mampu diandalkan. Sepuluh menit kemudian, ponsel Echa berdering.


"Gua di depan."


Echa dan dua sahabatnya pun keluar gerbang sekolah. Rindra tersenyum ke arah Echa. Namun, suara klakson membuat Echa berlari cepat.


"Gua duluan, ya." Setelah pamit kepada dus sahabatnya Echa pun langsung masuk ke dalam mobil Arya. Sedangkan Arya terus menggerutu kesal sepanjang perjalan.


Mima dan Sasa yang masih menunggu jemputanp hanya bisa menahan senyum melihat wajah Rindra yang merah. Menahan marah dan kecewa.


Echa meminta Arya untuk membawanya ke kantor Rion. Tibanya di sana, dia langsung memeluk tubuh Ayahnya.

__ADS_1


"Kenapa minta Om Arya yang jemput? Kan Ayah ada," ujarnya.


"Om liat mobil warna item yang di depan gerbang sekolah kan." Arya pun mengangguk.


"Echa ngehindrin itu."


Rion dan Arya saling menatap. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Echa.


"Dia jahat sama kamu?" Echa menggeleng.


"Dia kakak pertamanya Radit."


"Oh yang suka sama lu itu," sahut Arya. Echa pun mengangguk. "Gercep ya tuh anak."


"Dia jemput kamu?"


"Iya, sepertinya dia tahu kalo Papa sibuk dan sopir gak bisa jemput Echa. Makanya dia gunain kesempatan itu," tuturnya.


"Ada apa sih? Kenapa kamu merasa risih dan gak mau dideketin sama dia?" tanya Rion.


Rion mengerti maksud putrinya. Dia memeluk tubuh Echa menyalurkan ketenangan kepada Echa.


"Mulai besok, Ayah atau Om Arya yang akan jemput kamu ya. Ayah tidak mau terjadi apa-apa sama kamu." Echa pun mengangguk.


Rion pun mengantarkan Echa ke rumahnya. Dan mata Echa memicing tajam ketika melihat mobil Rindra sudah berada di depan rumahnya.


"Ayah." Rion pun mengangguk dan menggenggam erat tangan putrinya.


"Hay," sapa Rindra kepada Echa.


Echa hanya diam, wajahnya datar tidak menunjukkan ekspresi apapun.


"Mas, makasih ya udah jemput Echa," ucap Ayanda yang baru saja masuk ke ruang tamu.

__ADS_1


"Sudah kewajiban Mas, Dek. Ya udah kamu istirahat ya. Ayah kembali ke kantor lagi."


Ada tatapan tidak suka dari Rion. Feeling Rion mengatakan jika Rindra bukanlah orang baik. Sama halnya ketika dia menilai Riza.


"Cha, apa aku boleh berbicara sebentar?" pinta Rindra sebelum Echa melangkahkan kaki menjauhinya.


"Mau bicara apa? Aku lelah, ingin istirahat."


"Beri aku waktu 10 menit," kata Rindra.


Echa menatap sang Mamah, ketika Ayanda menganggukkan kepalanya Echa pun memenuhi permintaan Rindra. Hanya mereka berdua, Ayanda tidak ikut bergabung.


"Cha, sebenarnya aku suka sama kamu. Aku sayang kamu," ucap Rindra.


Echa menatap tajam ke arah Rindra. Tidak ada kebohongan di mata Rindra.


"Aku ini kekasih adikmu Kak. Apa kamu tega merebut kekasih adikmu?"


"Kita bisa pacaran dibelakang Radit. Toh Radit sedang berada di London, kan," tawar Rindra.


Mata Echa melebar dengan sempurna mendengar ucapan Rindra. Dan Echa menggelengkan kepalanya tak percaya. Semudah itu Rindra berbicara.


"Maaf Kak, aku bukan cewek tukang selingkuh. Kakak salah ajak orang."


"Aku sayang kamu, Cha," kata Rindra lagi.


"Tapi, aku sayangnya sama Kak Radit," tukasnya.


Echa pun bangkit dari duduknya, namun tangannya ditahan oleh Rindra. "Beri aku kesempatan."


"Maaf Kak, aku hanya menyayangi Kak Radit. Adik kandung Kakak."


****

__ADS_1


Untuk cerita ini boleh gak UP-nya 2hari sekali?


__ADS_2