Yang Terluka

Yang Terluka
Kesendirian


__ADS_3

Memandang wajah Echa yang tengah terlelap membuat Radit semakin merasa bersalah. Apalagi dia harus melihat istrinya kembali dihantui dengan trauma masa lalunya.


Pagi ini, Radit ada rapat dadakan dan dia harus berangkat sangat pagi sekali. Sebenarnya dia enggan untuk berada jauh dengan istrinya ketika seperti ini. Namun, dia juga tidak bisa abai dengan pekerjaannya. Masalah anak-anaknya pasti sudah terurus oleh ayah dan kakak iparnya.


"Sayang, aku berangkat dulu, ya." Kecupan hangat mendarat di kening sang istri yang masih terbalut dengan selimut. Dia juga meninggalkan secarik kertas putih di atas nakas agar istrinya tidak lagi curiga.


Ketika pintu tertutup dan Radit sudah pergi, Echa membuka matanya. Dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


...


"Om, Echa ke sananya gak akan pakai pesawat. Echa akan naik bus aja."


Seseorang yang berada di balik sambungan telepon itu pun mengiyakan. Echa menghembuskan napas kasar. Dia segera beranjak dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Tubuhnya kini sudah berada di bawah shower. Sengaja dia siram tubuh ringkihnya agar kepalanya dingin.


Echa akan pergi, dia melihat kertas putih di atas nakas dan meraihnya.


"Aku ada meeting penting, Sayang. Maaf, ketika kamu membuka mata aku sudah gak ada di samping kamu."


Hembusan napas kasar keluar dari mulut Echa. Dia meletakkan kembali secarik kertas itu.


"Maaf, untuk sementara aku ingin sendiri dulu," gumamnya.

__ADS_1


Echa mengambil ponselnya dan dia mematikan ponselnya. Dia ingin menenangkan hatinya sejenak. Perihal ponsel itu masalah gampang untuk Echa. Dia tinggal ke gerai ponsel dan memberiku ponsel yang baru.


Langkah kakinya menuju pintu keluar hotel dan sudah ada taksi online yang menunggunya di depan.


"Terminal ya, Bu." Echa hanya mengangguk.


"Pak, kalau ada counter hp, bisa berhenti dulu?"


"Bisa, Bu."


Setelah membeli ponsel yang murah baginya, Echa kembali masuk ke dalam taksi online. Dia segera menghubungi ayahnya perihal kepergiannya. Namun, ada terselip dusta di sana.


"Echa ingin liburan sejenak dengan Kak Radit. Mungkin seminggu deh, Yah."


...


....


"Echa sayang, Ayah."


Bibirnta mampu tersenyum, tetapi hatinya tengah menangis keras. Sesampainya di terminal, Echa segera membeli tiket jurusan Jogja. Dia ingin menenangkan diri di mana dulu dia pernah pergi dari Singapura dan mendarat di Jogja. Kini, hal itu terulang lagi.

__ADS_1


Echa memilih melalui jalan darat karena dia tahu Radit pasti akan langsung mencarinya. Jika, menggunakan pesawat dalam hitungan jam pun bisa sampai. Berbeda dengan bus, memerlukan waktu setengah harian untuk tiba di Kota Jogja.


.


Selama berada di ruangan rapat, hati Radit seakan tidak tenang. Dirinya memang ada di tempat meeting, tetapi jiwanya


masih memikirkan istrinya. Tak biasanya, pertemuan kali ini terbilang sangat lama hingga makan siang.


Radit segera meninggalkan tempat rapat dan memilih untuk kembali ke hotel. Dia juga melewatkan sarapan juga makan siang. Tibanya di hotel, dia bergegas untuk menuju ke kamar hotel yang dia tempati.


"Sayang."


Radit memanggil istrinya ketika suasana kamar sepi. Dia melihat tempat tidur sudah rapi. Radit segera menuju kamar mandi. Tidak ada suara gemercik air. Namun, Radit segera mengetuk pintu.


Ketukan pertama tidak ada jawaban, Radit masih berpikir positif. Ketukan kedua masih tidak ada jawaban juga, dia mulai takut. Ketukan ketiga pun masih hening. Akhirnya, dia memberanikan diri untuk menekan handle pintu.


Alangkah terkejutnya Radit ketika di kamar mandi itupun tidak ada siapa-siapa. Radit segera mencari tas istrinya. Ternyata, tidak ada juga. Kepanikan mulai dia rasakan. Dia segera menghubungi nomor istrinya, tetapi nomor Echa tidak aktif.


"Sayang, kamu ke mana?" gumamnya.


.

__ADS_1


Di dalam bus Echa duduk seorang diri. Wajahnya pun dia tutup dengan masker. Dia hanya bisa menyandarkan tubuhnya di jok kursi penumpang dengan mata terpejam.


"Ijinkan aku berada dalam kesendirian karena sungguh semuanya tidak mampu aku lupakan dengan mudah."


__ADS_2