Yang Terluka

Yang Terluka
Sangat Keterlaluan


__ADS_3

Di dalam surat kabar itu terlihat jelas seorang gadis SMA yang masih menggunakan rok abu-abu dan menggunakan sweater. Radit sangat tahu siapa gadis itu.


Dengan cepat Radit mencoba menghubungi Echa. Namun, sayang nomor ponselnya tidak ada yang aktif. Emosi dan marah sudah mulai memenuhi kepala Radit.


Opsi terakhir adalah menghubungi Mamah dan Papanya Echa. Dipanggilan kelima barulah Ayanda menjawab panggilan Radit.


"Iya, Dit."


....


"Echa lagi di rumah Ayahnya."


....


"Oh, oke."


Radit menghubungi Ayanda jam 8 pagi waktu Canberra. Berarti di Jakarta masih jam 4 pagi. Karena rasa cemburu sekaligus khawatir membuat Radit terburu-buru.


Pagi hari di kediaman Gio, mereka sedang menikmati sarapan pagi. Gio menghentikan makannya ketika membaca sebuah artikel tentang Addhitama Grup. Dan putrinya terseret di berita tersebut.


"Mom, coba lihat." Gio menyerahkan tablet yang dia pegang kepada sang istri. Mata Ayanda pun terbelalak ketika melihat foto anaknya terpampang nyata di artikel itu.


"Sepertinya kabar ini sudah diketahui Radit," ucap Ayanda. Gio menatap Ayanda dengan penuh tanda tanya.


"Jam empat tadi, Radit telpon Mommy dan dia menanyakan keberadaan Echa. Tapi, sekarang yang Mommy khawatirkan itu Echa.


Di sekolah, semua para siswa menatap tajam ke arah Echa. Karena pagi ini wajah Echa menghiasi semua berita online.


"Pacarnya kuliah di luar negeri dia malah selingkuh sama Kakaknya." Tere lah yang sangat berani mengatakan hal ini di depan Echa dan juga para siswa yang lain.


Echa mengerutkan dahinya tak mengerti apa yang dikatakan oleh Tere. Sebagai anak yang cuek, Echa sama sekali tidak menanggapi cibiran, ejekan, sindiran dari para siswa yang lain.


Ketika dia tiba di kelas, Sasa dan Mima sudah menatap Echa dengan tatapan membunuh. "Jelasin!" sentak Sasa sambil memberikan ponselnya.


Air muka Echa pun sangat terlihat kaget melihat kabar berita pagi ini. Ditambah fotonya yang bersama Rindra ada di sana. Dengan cepat Echa menghidupkan ponselnya yang khusus untuk menghubungi Radit.


Sudah ratusan pesan yang Radit kirimkan. Membuat Echa benar-benar takut, sudah dipastikan Radit akan marah. Apalagi dengan jelas ada foto dirinya di artikel tersebut.


Bukannya menjelaskan kepada dua sahabatnya, Echa malah sibuk menghubungi Radit. "Angkat dong, Bhal," gumamnya.


Tidak ada penjelasan dari mulut Echa kepada Mima dan Sasa sepanjang hari ini. Dia hanya menghubungi Radit, Radit dan Radit.

__ADS_1


Sepulang sekolah, sudah banyak media yang menunggu Echa di gerbang sekolah. Sekarang ini Echa benar-benar takut. Jarinya mencari nama kontak sang Papa. Hanya sang Papa yang dapat melindunginya.


"Pa ...."


Suara Echa nampak bergetar, Gio sangat merasakan putrinya ini sedang berada di bawah tekanan yang tinggi.


"Kamu jangan keluar dulu sebelum ada orang yang menjemput kamu."


Sambungan telepon pun berakhir, kini tinggal Echa dan dua sahabatnya yang masih berada di kelas. Mima dan Sasa sangat melihat ketakutan di wajah Echa.


"Berita itu bener?" tanya Mima yang penasaran.


Echa hanya menggeleng dan menatap ponselnya yang ber-wallpaper-kan fotonya bersama Radit.


Tak lama, ada dua orang berseragam PNS masuk ke kelas Echa. "Non, Tuan sudah menunggu di mobil."


Mendengar ucapan itu, Echa mulai merasa aman. Semuanya bisa Papanya lakukan. Dan disaat seperti ini lah Echa sangat membutuhkan perlindungan papanya.


Mobil itu pun membawa Echa dan kedua sahabatnya keluar dari sekolah. Ternyata sudah banyak sekali media di depan gerbang sekolah untuk menanyakan kebenaran berita tersebut. Hingga Pak Muh pun kewalahan.


Echa berpindah mobil, di mana sang Papa berada. Dengan cepat dia masuk ke dalam mobil dan memeluk tubuh Papanya.


"Tenanglah, Papa akan selalu melindungi kamu." Air mata Echa pun menetes.


Setibanya di kantor Wiguna Grup, Echa terus merangkul lengan sang Papa. Karena banyak mata yang menatapnya dengan tatapan tidak biasa.


"Jika saya mendengar ada yang membicarakan putri saya. Saya pastikan kalian akan saya pecat secara tidak hormat." Ultimatum yang Gio keluarkan untuk para karyawannya.


Setibanya di ruangan sang Papa sudah ada Ayanda dan juga Remon di sana. Sedangkan Rion dan Amanda tidak bisa menemani Echa karena Riana masih dirawat di rumah sakit.


"Mah." Echa langsung berhambur memeluk tubuh Ayanda.


"Sebenernya ini kerjaan siapa?" tanya Gio.


"Mereka belum memberikan informasi Bos. Sebentar lagi kita akan tahu siapa dalang dibalik ini semua," sahut Remon.


"Kita harus menghentikan berita ini dulu sebelum berita lain muncul ke publik. Jika, satu berita sudah muncul ke depannya pasti akan muncul berita yang dilebih-lebihkan." Remon pun mengangguk. Dia tahu apa yang diinginkan oleh Bossnya ini.


Setelah kepergian Remon menyiapkan sesuatu, Echa menatap sang Mamah dengan wajah sendu. "Kak Radit," lirihnya.


Ayanda hanya bisa mengusap punggung sang putri. "Dia mungkin ingin menenangkan diri dulu, Kak. Berita ini pasti membuatnya teramat syok."

__ADS_1


Di Canberra.


Radit hanya bisa mengerang kesal. Menatap foto Echa dengan penuh kekecewaan.


"Apa alasan kamu mengkhianatiku?" lirihnya.


# Flashback on.


Setelah menghubungi Ayanda, Radit mencoba menghubungi kakaknya. Namun, tidak ada jawaban dari Rival.


Tiga jam kemudian, Rival lah yang menghubungi Radit. Dengan cepat Radit menjawab panggilan dari sang kakak.


"Tenang, Dit." Rival tahu adiknya ini sedang cemas. Dia juga heran kenapa muncul berita seperti itu.


"Kak, itu gak bener kan."


"Kata siapa gak benar. Kamu lihat kan berita yang sudah tersebar di media online itu. Coba lihat, betapa bahagianya pacarku di gambar itu." Kini Rindra yang menguasai ponsel Rival.


"Omong kosong!" pekik Radit.


"Itu kenyataan Raditya. Ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Malah sekarang cintaku terbalaskan oleh gadis cantik yang kamu cintai."


Telinga Radit sudah panas dan dia pun menyudahi panggilannya. Jika, dibandingkan dengan Rindra sang Abang, Radit hanyalah butiran debu. Dan lelaki seperti Rindra lah yang pantas mendampingi Echa cucu dari Genta Wiguna.


# Flashback off.


"Apa aku tidak pantas bersama kamu? Sehingga Papih menyuruhku untuk memantaskan diri?"


Hanya raut kesedihan yang ada di wajah Radit sekarang. Setiap kali mereka berkomunikasi Radit selalu meminta Echa untuk menjaga hatinya hanya untuk Radit. Tapi sekarang?


Jika, berada di Jakarta sudah pasti Radit akan mengadu kepada sang Mamih. Tapi, di sini di negeri orang Radit hanya bisa berdiam diri di kamar menenangkan hati dan pikirannya.


Di lain tempat, Rindra sedang meladeni satu per satu media yang menanyakan perihal hubungannya dengan gadis SMA itu. Pada akhirnya, berita itu menjadi trending topik hari ini.


Dan sekarang, berita yang muncul sudah menyebutkan nama asli dari si gadis itu dan juga keluarganya. Gio sangat geram membaca berita tersebut.


"Lakukan sekarang, sudah sangat keterlaluan."


****


Up langsung baca ya, jangan ditimbun-timbun.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen biar aku makin semangat.


__ADS_2