Birendra

Birendra
Menuju pernikahan Wahyu


__ADS_3

Setelah acara makan lama, akhirnya sekarang mereka berbincang bersama di ruang tamu,Wahyu hanya cemberut tak karuan demi mendengar apa yang Papanya katakan pada calon mertua dan calon istri nya, Apalagi dia menceritakan bagaimana Wahyu selama dua tahun ini mencari taktik jitu agar bisa meluluhkan hati Rendra, Kakak Arra.hancur sudah reputasi Wahyu di depan sang calon mertua.


"Fer loe yakin milih dia jadi mantu loe hehehehhee!" kata Papa Wahyu yaitu Om Sakti yang tak ada akhlak.


"Terpaksa! kalau gak, anak gue bisa ngambek n gantung sendal di pohon depan rumah!!! hahahaha"


jawab Dad Ferdi dengan gaya gesrek nya.


"Oya Fer, sekarang kan keadaan udah terbalik, gue sama loe ningrat an eloe kan? nah di nikahan mereka gue nyumbang sound sistem aja ya!"


kata Om Sakti yang sukses membuat Wahyu melotot sempurna, padahal Dad Ferdi tau benar kalau itu hanya sebuah perkataan untuk membuat Wahyu semakin bersemu merah wajahnya. Acca sudah terlihat cekikikan bersama Arsy.


"Loe pikir anak kita mau bikin acara Orkes Melayu!!" ucap Dad Ferdi.


Acca dan Arsy seperti sepemikiran, mereka mereka berpikir bahwa usakti pasti akan mendekatkan Wahyu dengan Arra dalam konteks ningrat seperti yang dikatakan Om Sakti dari awal,bahkan Arsy yang notabennya dari keluarga menengah ke bawah membayangkan orkes Melayu yang akan diselenggarakan dalam pesta pernikahan Wahyu dan juga Arra seperti pernikahan yang sering dilihatnya di kampung halamannya dulu ataupun di tempat dulu dia tinggal bersama sang ayah di kota ini karena memang Arsy tinggal di kalangan padat penduduk yang mayoritasnya menengah kebawah, mereka mengadakan pesta pernikahan pinggir jalan dengan sound system yang cukup tinggi dan suara menggelegar,itulah yang dibayangkan Arsy saat ini.


"Kak Acca kira-kira Om Sakti ngundang artis siapa aja ya?" bisik Arsy terlihat berbinar.


"kayaknya kalau yang ningrat gini ngundang nya artis papan atas... sekelas Roman Irama lah, Atau Minul Daratirta!" jawab Acca yang juga berbisik-bisik, kemudian mereka nampak cekikikan berdua.


pada akhirnya keluarga Wahyu pamit undur diri karena memang jam sudah menunjukkan pukul 8 malam lebih di perjalanan menuju rumahnya Wahyu sudah mengomeli sang Papa dari a sampai z segala sesuatu untuk untuk yang tadinya tak bisa dikeluarkan di rumah keluarga Ferdi ini diungkapkan oleh Wahyu di dalam mobilnya.


"Papa tuh reunian gak kira-kira!! Papa tau nggak sih, kalau Wahyu bisa saja ke didepak dari situ gara-gara gesrek papa kumat!!!'' sungut Wahyu.


" ya enggak mungkinlah!! dia itu kan temannya papa waktu SMP dan SMA dulu waktu di kota kelahiran papa, Ferdi itu baik,gesrek lagi!! lagian kalau kamu dapat mertua seperti itu ya, kamu bisa awet muda!!" jawab sang Papa.

__ADS_1


"awet muda apanya pa!!! Om Ferdi itu galak pa kalau tidak ada di depan papa, dia itu seperti singa yang sedang menjaga anak-anaknya, pengejaran Wahyu untuk mendapatkan Arra saja ditentang dia pa! Dia adalah orang yang pertama berdiri di samping si Rendra itu, Papa nggak tahu saja kalau dia jadi singa seperti apa!!" kata Wahyu yang masih bersungut-sungut.


Tante Mira menengahi perdebatan mereka di dalam mobil, Apalagi Wahyu dan Arra dijadwalkan dua bulan lagi akan segera menikah, setelah acara lamaran tersebut karena keluarga Ferdi tidak menginginkan tunangan terlebih dahulu, Mereka menginginkan langsung saja ke inti dari permintaan mereka berdua yaitu pernikahan karena Wahyu pun sudah lulus kuliah dan sekarang bertugas untuk memimpin restoran juga hotel milik keluarga Wahyu, jadi menurut Dad Ferdi Wahyu sudah cukup mapan untuk bisa meminang Arra.


########


Acca kali ini pergi ke Butik dengan sedikit kesal, bahkan wajahnya sungguh tak bersahabat sama sekali, 6 bulan ini Rendra meminta persetujuan Dad Ferdi untuk memerintah Bram menjadi bodyguard Acca.Acca memang pernah punya pacar yang bernama Veri, namun siapa yang menyangka kalau Veri mengkhianatinya, di saat dia tengah berjuang untuk mendapatkan restu dari Rendra dan Daddy nya, beberapa bulan yang lalu Acca memergoki Veri yang tengah bercumbuu dengan seorang gadis yang tak lain adalah sekertaris nya sendiri.


"Bram!! menjauh dari aku!!" ucap Acca ketus.


"Ini perintah tuan Rendra Nona" kata Bram dengan tenangnya.


"Tapi tidak seperti ini juga Bram!!!" teriak Acca.


Bagaimana Acca tidak kesal, kalau dalam satu bulan ini, setelah insiden masuknya Veri ke kamar mandi umum di mall hanya karena ingin mengejar Acca, kini Bram ikut duduk santai di ruang kerja Acca.


kata Bram sambil memainkan ponselnya, dia bahkan memotret Acca yang tengah duduk di kursi kebesaran nya dan dengan wajah yang sangat tidak bersahabat untuk bahan laporan nya ke Rendra.


Acca memang membangun bisnisnya sendiri, dia seorang perancang busana,karena itu Acca membuka butiknya sendiri,berbeda dengan Arra yang ditugaskan untuk ikut mengurusi perusahaan Opa Kenan bersama Eno, Acca tidak berminat dengan bisnis seperti itu, dia benar-benar ingin banyak menciptakan pakaian- pakaian yang bagus dan cantik menurutnya.


tok....tok....tok....


"masuklah!" kata Acca


"Nona anda ada tamu" kata Yani asisten Acca.

__ADS_1


"Siapa ?" tanya Acca, karena dia merasa tak ada janji dengan seseorang.


"Dia bilang namanya nyonya Amel"


"Mama Veri? mau ngapain dia ke sini??" gumam lirih, namun telinga Bram masih bisa mendengarnya.


ketika aja beranjak dari kursinya dan ingin menemui Nyonya Amel, Bram langsung mencegah Acca untuk pergi keluar dari ruang tersebut.


" minggir Bram!!"


" Nona di larang keluar!!!" ucap Bram dengan tegas.


"Minggir Bram!!" bentak Acca.


Namun bukan Bram namanya kalau tidak keras kepala, dia masih saja berdiri tegak di depan Acca yang mau keluar dari ruangan disebut, dia bener-bener ingin menjaga Acca dari pengaruh Mama Amel, Bram yakin kalo Mama dari mantan kekasih Acca itu membawa misi tersendiri hingga menemui Acca ke butik, bisa jadi ini adalah rencana dari Veri anaknya yaitu Veri.


"Minggir Bram!!!" bentak Acca lagi.


"Duduk kembali di kursi Anda Nona atau aku akan.."


"Akan apa??'" tanya Acca memotong perkataan Bram.


"Akan aku pastikan kalau aku akan menutup mulut mu dengan mulut ku sendiri!!!"


kata Bram penuh penekanan yang membuat Acca bernyali ciut.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2