Birendra

Birendra
Penghianat 2


__ADS_3

"Sekarang!! akui perbuatan mu dan kembali dananya!! atau......" ucap Rendra sambil menaikkan ujung bibirnya.


"Atau apa? hahahahahahah kau tak punya bukti apapun anak kecil!!" hardik Heru sambil berdiri, di ikuti Dewi yang berdiri takut di belakang Om nya.


"Hahahahahahah aku akan mendapatkan bukti ku sendiri!" kata Rendra,di barengi dengan datangnya Bram, lelaki dengan perawakan kekar dan bengisnya.


"Hai Bram!! kamu punya tugas bagus dan menantang!!" ucap Rendra penuh misteri, namun Bram seakan tau apa maksud dari big Bos nya.Dengan isyarat mata Bram memerintahkan kedua anak buahnya yang dia bawa untuk memegang kedua tangan Heru,dan dengan gerakan cepat dia menarik Dewi dan menempelkan nya ke dinding, dan seketika Bram merapatkan tubuhnya pada tubuh Dewi.


"Hai manis!'' ucap Bram menyapa Dewi yang sudah ketakutan.


"Om.... Heru hiks ...hiks....!" ucap Dewi


"Brengsek!!! lepaskan dia ba*jingan!!!" teriak Heru.


"Katakan di mana uangku!" kata Rendra yang duduk manis dan tenang di kursi kebesaran nya, Farel hanya diam sambil menatap tak percaya dengan tindakan Rendra, lelaki yang kadang terlihat gesrek itu tiba-tiba menjadi seseorang yang dingin dan terkesan kejam.


"Aku tak melakukan apapun pada perusahaan mu!!" teriak Heru.

__ADS_1


"Bram!!" panggil Rendra penuh arti, dan benar saja Bram langsung meluuumat bibir Dewi tak peduli di hadapan semua orang,kembali Farel melotot melihat pemandangan di depannya, sedang kan Heru sudah memberontak tak terima bila keponakan nya di lecehkan.


"Hemmppfff!!" Dewi berusaha melepaskan diri dari Bram.


"Manis!" kata Bram dengan senyuman liciknya.


"Lepaskan keponakan ku baji*Ngan!!!!" Teriak Heru lagi.


"Dimana uangku!!" kata Rendra dengan tenang kembali.


"Bram!" panggil Rendra lagi, seakan mengerti apa yang harus di lakukan Bram kembali mengancam Dewi, Bram bahkan sudah menarik kancing kemeja kerja Dewi bagian atasnya.


"Katakan manis!! di mana uang big Bos ku!!" kata Bram


"Atau aku akan memaksamu dengan cara yang sangat nikmat!!" bisik Bram di telinga Dewi sambil menji*latnya pelan.


"Lepaskan dia!! bajingaaan!!!!' teriak Heru, namun pandangan nya tajam ke arah Dewi agak tak mengatakan kemana uang yang dia ambil dari perusahaan Rendra di simpan.

__ADS_1


"Bram....!" sekali lagi Rendra memanggil nya, rasanya dia sungguh sangat tak sabar, uang milyaran rupiah yang sudah di gerogoti kedua orang tersebut membuatnya sangat marah saat ini, namun dia masih bisa bersikap tenang,sedangkan Dewi yang sudah di tatap lapar oleh mata Bram merasa takut, andai saja dia tak menuruti perintah Om nya, suami dari adik almarhum sang Mama, dengan berbagai rayu dan sedikit ancaman, Heru berhasil membawa gadis itu masuk ke perusahaan Rendra dan nyatanya Heru memerlukan kecerdasan otak Dewi di bidang komputer untuk melancarkan aksinya saja, sebenarnya Dewi menolak keras, namun ancaman dari Heru yang akan mengusir dan mencoretnya dari daftar keluarga membuat Dewi yang saat ini hanya punya tantenya dan tinggal bersama mereka pada akhirnya menuruti kemauan Heru.


"Om.....to-tolong katakan saja hiks ..hiks.....!" Dewi bahkan sudah terisak-isak.


"Diam kamu Dewi!!" sentak Heru.


"Masih mau bungkam?" kata Rendra, Heru sebenarnya merasa kasihan pada Dewi yang sedang dipermainkan oleh Bram, namun dia harus melindungi uangnya, dia tak mau jatuh miskin kembali.


"Bram..." ucap Rendra, Farel melotot sempurna,dia tak pernah tau bahwa Rendra punya seseorang yang bahkan hanya dengan memanggil namanya saja, seseorang itu tau apa mau Rendra.


"Big Bos!!! bisa aku melakukan nya disini saja!!" kata Bram si pria brengsek itu sambil menatap lapar ke arah Dewi.


"Aku rasa ini akan cocok menjadi pelajaran untuk anda yang sudah menikah bos!!" kata Bram dengan memegang kancing baju Dewi.


"Tidaaaaakk....aku mohon!!!"


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2