Birendra

Birendra
menangkap Veri


__ADS_3

Veri menyakinkan Monica untuk bisa bercinta dengannya, karena dari tadi Monica merasa was-was akan perbuatan mereka pada Acca hingga menolak Veri yang dari tadi sudah bergairah, entahlah.. rencana awalnya untuk mencelakai Acca begitu menggebu nggebu, namun setelah rencana itu di eksekusi dengan baik oleh anak buahnya, Monica merasa sangat was-was, rasanya bukan hal seperti ini yang mereka inginkan,Monica hanya ingin bersama Veri, lelaki yang sangat dicintainya namun Veri bersikeras untuk tetap kembali kepada Acca, tujuan utama Veri adalah masuk ke dalam keluarga Hardiansyah. Bila masuk ke dalam keluarga Hardiansyah secara otomatis nama keluarganya pun ikut terangkat dan perusahaannya yang memang tak seberapa besar bisa terangkat derajatnya,begitulah tujuan Veri mendekati Acca, namun Veri tak bisa begitu saja melupakan Monica yang setiap saat menghangatkan ranjangnya, karena itu Veri tetap mempertahankan Monica sebagai wanita yang terus menemaninya namun dia berpacaran dengan Acca.


"Aah....sayang.....kau selalu saja membuat ku candu!!"


bisik Veri di sela-sela kegiatan panasnya, Veri terus membuat Monica mendesah dan kalau sudah seperti itu, Monica hanya bisa pasrah akan kenikmatan yang di berikan oleh Veri, Berbagai sudah di pakai Veri, namun belum ada tanda-tanda dia akan menyudahi kegiatan panasnya.


Krieeet


Suara pintu terbuka lebar, karena asyik nya menikmati tubuh sang kekasih, Veri tak sadar bahwa ada orang yang masuk ke dalam kamar motel nya. Rendra masuk dengan kunci cadangan yang di berikan oleh petugas motel dengan berbagai ancaman,dengan kaca mata hitamnya, Rendra sedang bersedekap sambil melihat adegan 21++ itu secara live, sedangkan Roy di belakangnya hanya tersenyum seringai melihat mangsa di depannya itu.


"Waaahh......lagi enak nih!! sudah keluar belum?" tanya Rendra membuka suara dengan santai.


"Arrrgghh!!!!" teriak Monica ketika melihat ada seseorang yang melihat aktivitas nya.

__ADS_1


Monica dengan cepat menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,. sedangkan Veri juga merasa kaget, dengan gerakan cepat dia meraih boxer miliknya dan memakainya dengan cepat.


"Ada apa ini?" tanya Veri mencoba untuk tenang, dia belum mengetahui kalau Rendra sudah menangkap orang-orang suruhan nya.


"Apa kabar Veri? sudah lama kita tak bertemu bukan?" tanya Rendra sambil duduk di kursi yang ada di kamar tersebut


"Apa maumu Re? bukankah kita sudah tak ada urusan? aku sudah tak ada hubungan apa-apa dengan Acca!"


"Sudah gue katakan Veri!! gue beri loe kesempatan untuk menjauhi Acca!! namun seperti nya apa yang gue katakan ternyata hanya loe anggap angin lalu!!" kata Rendra dengan tatapan mematikan nya.


"A-apa maksud kamu Re? a-aku tidak pa-paham?"


tanya Veri dengan tergagap, Monica sudah menangis dalam diam, dia juga sama takutnya dengan Veri, Monica sudah mengira pasti saat ini Rendra sudah tau akan perbuatan mereka pada Bram dan Acca.

__ADS_1


"Mau mengakui? atau mau di paksa mengakui?"


tanya Rendra dengan tatapan penuh intimidasi.kemudian dia menoleh ke arah Monica, Rendra tersenyum menyeramkan ke arah Monica.


"Aku tidak mengerti maksud kamu Re!" kata Veri masih menyangkalnya.


"Baiklah!! seperti nya memang minta di paksa!" kata Rendra tanpa mengalihkan pandangannya dari Monica, Veri yang menyadari itu mulai mendekati Monica dengan cepat, dia tau bahwa sang kekasih sedang ketakutan.


"Roy.... Sepertinya gadis itu lebih mudah mengakui perbuatannya!" kata Rendra.


"Kau boleh memaksa nya dengan cara apapun Roy!! apapun itu!!" lanjut Rendra dengan seringai di wajahnya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2