
"Apa???!!!''
teriak Dad Ferdi ketika mendengar penuturan dari Rendra.Rendra akhirnya menceritakan awal mula semua rencana nya dengan gadis bernama Niar untuk menjebak Acca dan Bram agar saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
"Sini kamu anak nakal!!! berani kamu mempermainkan Daddy!!"
"Dad!! mana tau aku Daddy ke sana!! ini bukan sepenuhnya kesalahannya Re Dad!!"
Dua lelaki berbeda usia itu terlihat kejar-kejaran di ruang keluarga,Rendra tetap menghindari amukan sang Daddy yang membawa sapu untuk mengejarnyab dan berusaha memukulnya,sedangkan Mom Raisya, Arsy dan Wahyu nampak menjadi penonton yang duduk manis dengan minum teh dan memakan camilan nya, beberapa saat kemudian Arvan datang dibawa oleh Arra dari kamarnya dan kelihatan sangat senang melihat dua orang itu saling kejar-kejaran apalagi sang Opa membawa sapu untuk memukul Papinya.
"Kejal Opa....lewat cini Opa!!!"
teriak Arvan kegirangan melihat adegan tom and Jerry yang kadangkala di perlihatkan oleh pengasuh Arvan saat menemani Arvan menonton televisi.
"Dad!! berhenti!! ingat encok Daddy!"
kata Rendra, karena dia tak mau harga dirinya jatuh di depan anak semata wayangnya bila tertangkap Daddy nya dan di pukuli dengan sapu.
"No Opa!!! kejal Papi....papi suka nakal cama Avan!! kejal Opa!!"
kata Arvan menyemangati Opa nya, Arsy cekikikan sendiri,ketika Arvan mengatakan Rendra nakal, memang benar kedua lelaki nya yang beda usianya itu selalu membuat onar, resek dan saling menjahili satu sama lain!.
"Eh resek!!! kamu anak siapa sih??"
__ADS_1
kata Rendra yang berhenti karena melihat Dad Ferdi berhenti dengan nafas tersengal.
"Anak Papi" kata Arvan
"Kok gak dukung Papi??" kata Rendra lagi
"Dukung itu apa Pi?"tanya Arvan dengan polosnya
"Sudah! sudah!... Dad duduk...jangan seperti anak kecil, mungkin itu cara Rendra menyatukan mereka!" kata Mom Raisya
"Tapi Daddy sudah terlanjur marah-marah sama Bram sayang!! Daddy jadi gak enak sama pak Surya!" jelas Dad Ferdi.
"Ya pura-pura gak tau aja Dad" ide gila keluar dari Wahyu
"Daddy!!" pekik Arra ketika melihat suaminya di ketok kepalanya pakai gagang sapu yang di pegang Dad Ferdi.
"Suamimu seenaknya saja kasih ide!" kata Dad Ferdi tanpa merasa bersalah.
"Wahyu hanya memberi ide Dad! biar Daddy gak malu!" kata Wahyu sambil kepalanya di usap-usap oleh Arra.
"Uuhh sakit ya sayang....." ucap Arra dan di anggukin oleh Wahyu dengan muka manja.
"Lebay!!!" semuanya serempak mengatakan nya.
__ADS_1
Di Rumah Bram
"Bos gimana rasanya mencium bibir non Acca dengan cinta?"
tanya Roy menggoda Bram, mereka sedang bermain catur di ruang tamu.
"Berisik!!! udah main!" kata Bram
"Sudah sadar belum kalau Bos udah cinta sama nona Acca?" tanya Roy lagi sambil menggerakkan pion catur nya.
"Maksud loe Roy?" tanya Bram heran.
"Gue tau Bos! loe cinta sama non Acca udah lama! dan sekarang kenapa harus di bantu Tuan Rendra dulu baru bisa jadian? udah mau nikah lagi!!" kata Roy
"Sok tau loe!!" kata Bram
"Tau lah Bos!! Walaupun persahabatan kita tak selama persahabatan Bos dan Tuan Rendra, tapi gue tau Bos, bagaimana pandangan mata Bos sama cewek! apalagi ketika mantan non Acca selalu mengejarnya, Bos seperti kebakaran jenggot!! hahahahahaha!!"
"Sialaaan loe!!!! "
" Gue hanya tak percaya diri Roy, loe tau kan kita ini siap!?" kata Bram
Roy memandang sekilas kearah Bram, ya Bram benar, mereka hanya seorang mantan preman yang di angkat derajatnya oleh Rendra, jangan kan mau menjadi saudara ipar Rendra, bermimpi saja rasanya tak berani.
__ADS_1
bersambung....