Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Dewi benar-benar berbeda dari biasanya, dia nampak cuek dan tak memperlihatkan sikap kecentilan nya seperti biasa, saran dari Acca benar-benar dia pakai. Mereka menyusuri jalan yang padat pengunjung itu, diam-diam tanpa sepengetahuan Tarjo, Dewi tersenyum puas, malam ini dia benar-benar kencan bersama Tarjo, lelaki pujaan nya. Jangan tanyakan bagaimana perasaan Tarjo, malam ini dia merasa heran dan aneh, Dewi yang biasanya agresif,saat ini terlihat kalem dan berkelas, tapi entah mengapa Tarjo merasa tak suka. Tarjo suka dengan Dewi yang ceplas-ceplos apa adanya.


"Tunggu!!! aku suka?? tidak! ini tidak benar!!" Teriak Tarjo dalam hati ketika dia mengingat kalau dia lebih suka sikap Dewi yang semula.


"Mas.... anak-anak belum terlihat, apa kita pulang saja? Barangkali mas Raska membawa anak-anak pulang" tanya Dewi basa basi, padahal dia masih betah berdua dengan Tarjo. Tarjo nampak terdiam, kemudian dia melihat sebuah warung nasi, Jujur saja Tarjo lapar, dia belum makan malam.


"Kita makan dulu, aku lapar" jawab Tarjo, dia tanpa sadar mengandeng tangan Dewi.


"Oh Tuhan, tangan ku di genggam mas Tarjo!!!" pekik Dewi dalam hati.Dewi hanya diam sambil senyum-senyum mengikuti langkah Tarjo, mereka sedikit kesusahan karena padatnya orang di pasar malam itu.Tarjo yang tanpa sadar malah mengeratkan genggaman nya, dan gini menarik Dewi lebih menempel ke tubuhnya. Setelah berhasil keluar dari kerumunan orang, Tarjo masih setia mengenggam tangan Dewi.Dewi akhirnya berdeham untuk menyadarkan Tarjo.


"Ingat Dewi!!! jual mahal!!" ucap Acca, dan Dewi selalu mengingat itu.


"Ehemmm......mas..." panggil Dewi.


"Ya" jawab Tarjo


"Lepaskan tanganku, ini udah sepi kok" kata Dewi dengan gaya sok polos nya, padahal dalam hati dia pengen sekali lompat-lompat karena kesenangan.


"Oh....eh...i-iya" jawab Tarjo terlihat salah tingkah.

__ADS_1


Tarjo kemudian berjalan terlebih dahulu menuju warung makan, Dewi hampir tertawa melihat Tarjo salah tingkah.Dan nampak dari persembunyian mereka, Faash, Dewo,kian dan juga Raska terkekeh geli dengan tingkah Tarjo.


"Kakak mu hebat acting nya" puji Faash.


"Ya...semoga berhasil!" kata Dewo,


Dewo sebenarnya sangat mendukung Dewi mengejar Tarjo, namun sikap cuek Tarjo yang membuat Dewo merasa khawatir dengan sang kakak.Dan sekarang melihat bagaimana bahagia nya Dewi bisa jalan berdua dengan Tarjo, kembali membuat Dewo mendukung Dewi.


"Kita pulang aja om Raska" kata Faash, dia sudah bermain-main di pasar malam itu sekian lama.


"Baik Tuan muda" saut Raska


Faash memandang tak percaya pada Kian.


"Belum makan?" tanya Faash,dan dengan polosnya Kian mengangguk kan kepala nya.


"Donat beli 5 biji tadi siapa yang makan?" tanya Faash.


"Aku 1" saut Dewo

__ADS_1


"Sisanya?" tanya Faash sambil menatap Kian.


"Aku" jawab Kian.


"martabak mini beli 4 tadi siapa yang makan?" tanya Faash lagi.


"Aku" Jawab Kian Jujur.


"Bakso bakar 10 tusuk tadi, siapa yang ngabisin?"


lagi-lagi Faash bertanya, karena memang mereka tadi beli bakso bakar masing-masing, namun sisa 10 tusuk,dan Kian lah yang menghabiskan nya.


"Aku" jawab Kian lagi, Raska dan Dewo sudah hampir meledak tawanya.


"Trus kamu masih bilang kita gak makan apa-apa kiaaannnn!!!!!" pekik Faash yang merasa kesal dengan Kian.


"Tapi kan emang kita belum makan nasi"


"Ampun Kian!!!"

__ADS_1


bersambung.,..


__ADS_2