
Camelia berdandan sangat cantik siang ini, setelah menyelesaikan kuliah nya, Camelia memang tak di ijinkan untuk bekerja, dia bahkan tak di ijinkan untuk bergaul terlalu banyak dengan teman-teman nya. Dia benar-benar bagai kan burung dalam sangkar emas. Setiap orang yang memandang nya dari luar, pasti akan sangat iri pada gadis tersebut, Namun, Camelia sangat yakin, bila merasa menjadi diri nya, Mereka akan berpikir untuk kedua kalinya.
Camelia menuruni tangga dengan anggunnya, dia yakin, jika sang Mama mengetahui bahwa dia akan pergi menemui Faash, berita gembira ini akan sangat membuat sang Mama bahagia,karena itu Camelia memberikan senyuman terbaiknya untuk sang Mama di siang hari ini.
"Mau kemana Lia?" tanya sang Kakak sulung, Farel sang Kakak ternyata sedang berkunjung ke rumah besar tersebut, lelaki yang menyandang status sebagai seorang walikota termuda itu, terlihat mengembangkan senyum nya.
"Kakak!!'' pekik Camelia, entah mengapa dia begitu senang jika Kakak sulung nya datang. Camelia yang tadinya berjalan sangat anggun, tiba-tiba berlarian kecil layaknya anak kecil, dia memeluk Farel dengan sangat erat.
"Kangen?" tanya Farel, sudah hampir satu bulan ini, dia pergi ke berbagai tempat, hingga lupa untuk mampir ke rumah orang tuanya, dia terlalu sibuk dan melupakan adik perempuan nya itu.
"Iya, kangen banget!" jawab Camelia, kemudian melepaskan pelukannya dan duduk di samping sang Kakak yang sedang berbincang dengan Mama nya.
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Sang Mama.
"Faash mengajakku makan siang Ma" jawab Camelia dengan senyuman yang tak pernah luntur.
"Benarkah? Bagus kalau begitu, berangkat lah! biar di antar sopir" ucap Herlina dengan senang, seperti dugaan Camelia,sang Mama sangat senang mendengar dia keluar dengan Faash.
"Biar aku antar saja Ma, urusan ku sudah sudah selesai" Kata Farel.
Dan sang Mama pun menyetujuinya, setelah berpamitan, Farel menggandeng tangan Camelia sampai ke mobilnya,Kakak keduanya itu juga sangat menyayangi Camelia, Namun mereka berbeda cara menunjukkannya, Farel lebih lembut kepada Camelia, sedangkan Fadil dia menyayangi gadis itu namun dengan sikap yang biasa saja bahkan cenderung cuek.
"Tentu Kak!" jawab Camelia dengan mantap dan dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya.
__ADS_1
Farel memandang wajah Camelia, gadis itu selalu tak pernah bisa menyembunyikan perasaannya di depan Farel, walaupun bibirnya melengkung memberikan senyuman yang terlihat tulus, tapi berbeda dengan matanya, dan Farel selalu tahu itu,karena itu Farel lebih banyak menyayangi Camelia daripada yang lainnya, bahkan jika Camelia terlihat salah pun di depan mata Farel,Camelia tetaplah benar. begitulah sayangnya seorang Farel kepada Camelia adiknya. Farel tahu berjuta rasa yang ada di dada Camelia, namun ketika sang adik mengatakan 'Aku baik-baik saja' Farel memilih untuk percaya dan tak bertanya lagi.
Di perjalanan, Farel memanfaatkan kesempatan itu untuk terus bertanya tentang hubungan Camelia dan Faash. Hingga beberapa saat, Farel nampak tersenyum lega, mendengar bagaimana cerita Camelia yang terlihat antusias.
"Jadi dia juga bergaul dengan preman pasar?" tanya Farel.
"Iya Kak!! bertemu dengan anak-anak jalanan yang sedang ngamen, Faash menyediakan rumah singgah untuk mereka, walaupun tak semuanya mau ke rumah singgah Kak, mereka lebih memilih untuk tinggal di tempat lain, Karena di rumah singgah, Faash juga menerapkan aturan"
Bla........bla.......bla.......
Farel hanya tersenyum dan sesekali memandang wajah ceria sang adik, ini adalah kali pertama, Camelia bercerita panjang padanya, bukan karena jatuh cinta pada Faash, Namun sepertinya, dia lebih jatuh cinta pada hal-hal baru yang Faash kenalkan padanya.
__ADS_1
"Kamu pasti bahagia bersama dia!" batin Farel sambil mengelus rambut Camelia, sebelum gadis itu benar-benar keluar dari mobil nya.
bersambung