
Setelah Drama tak mengenakan di depan kamar Acca, kini anak rese' itu benar-benar duduk di atas kasur milik Bram dan Acca, Bram baru saja keluar kamar mandi ketika Acca menatap tak suka pada anak kecil di depannya, anak kecil yang bahkan dengan polosnya tersenyum ceria ketika melihat Acca cemberut. Bram hanya geleng-geleng kepala melihat sang istri nampak tak suka pada Arvan.
"Beneran gak mau di anter ke kamar Papi sama Mami kamu? mereka nginep juga kok di sini!" tawar Acca untuk kesekian kalinya,dan untuk kesekian kalinya juga Arvan membuat Acca jengkel.
"Dak mau! Avan mau adik bayi, kata Papi kalau Avan ikut tidul sama om Blam, Avan nanti dapat adik bayi!" kata Arvan dengan polosnya.
"Nanti aunty Acca aja deh yang kasih kamu adik bayi" kata Acca yang sudah tak tahan dengan anak itu.
Sedari awal masuk, dia sudah rese', tiba-tiba minta susu coklat hangat yang harus di buatkan oleh Bram sendiri, dan dengan tidak ada malu-malu dia makan di suapi oleh Bram, Acca saja yang istri nya belum di layani sama sekali, bahkan di saat Bram menyuapi Arvan, Acca makan dengan cemberut, Bram sampai di buat gemas sendiri.
"Avan dak mau adik dari aunty, Avan mau dali Mami" kata Arvan
"Udah Ca, tidur... udah malam" kata Bram sambil mengelus rambut sang istri
"Aku mau di tengah!" kata Acca dan berniat memposisikan diri.
__ADS_1
"No aunty, nanti Avan jatuh" kata Arvan lagi-lagi membuat Acca kesal
"Tuan muda..sini....ayo kita tidur" kata Bram.
Dan akhirnya dengan berat hati Acca menggeser tidurnya, dan posisi nya sekarang Arvan sedang berada di tengah-tengap pasangan pengantin baru itu, karena hari sudah larut, tak sampai setengah jam Arvan sudah tertidur dengan nyenyak.
Bram akhirnya memindahkan tidur Arvan, memberi dua guling berjaga-jaga bila Arvan nanti jatuh, bahkan di bawah di samping ranjang juga di pasang karpet bulu yang tersedia di kamar tersebut.
Bram berpindah tidur di tengah, melihat sejenak wajah istrinya yang juga sangat kelelahan karena acara resepsi pernikahan mereka, Bram membawa nya ke dalam dekapan nya dan reflek Acca memeluk tubuh Bram.
"Tidurlah!'' ucap Bram kemudian mencium kening sang istri.
Rendra dengan sabar memacu sang istri yang berada di bawahnya, bahkan Rendra sudah mencoba berbagai gaya bercin*ta.Entah sudah berapa kali Arsy mende*sah menikmati pelepasan nya.
"Abang.....a-bang..udah dong!!" kata Arsy sambil terbata-bata
__ADS_1
"Hemmmmm......" jawab Rendra dan semakin mempercepat pacuannya pada sang istri, Karena sebenarnya dia tau bahwa Arsy sudah kelelahan.
"Sedikit lagi sayang.....aku segera sampai......!!"
Dan benar saja di beberapa menit kemudian, Arsy dan Rendra mende*sah karena telah mencapai puncaknya berc*nta.
Rendra masih tersengal-sengal di atas tubuh sang istri yang bertumpu pada sikunya, bahkan Mr Phoenix nya masih setia berada di dalam lembah kenikmatan Arsy.
"Ar.....kok merem sih!?" tanya Rendra melihat sang istri Langsung memejamkan matanya.
"Ngantuk bang!" jawab nya
"Hihihihihi.....kamu ngemesin! lagi ya?" tanya Rendra, namun sayangnya Arsy sudah melayang ke alam mimpi.
"Yang......ckc.... kebiasaan,pasti ketiduran, baru juga 3 ronde!" gumam Rendra mendengar dengkuran halus Arsy, seperti biasanya Rendra akan membersihkan sisa-sisa percintaan mereka, karena Arsy selalu tertidur bila Rendra mengajak nya berpetualang di atas kasur bila lebih dari 2 ronde.
__ADS_1
Memang dasar Rendra suami gak ada akhlak.
bersambung