Birendra

Birendra
Preman pensiun dan preman aktif


__ADS_3

Tarjo dan beberapa anak buahnya nampak jelas menyeramkan bagi beberapa orang yang di lewati nya, apalagi ketika Tarjo dengan kasarnya menarik seseorang ke hadapan nya.


"Di mana dokter nya!!!??? bawa ke sini!! cepat!!!'' teriak Tarjo sambil mencengkram krah baju seorang perawat lelaki.


"I-iya Tuan!! a-akan saya panggil kan!" kata perawat tersebut dengan wajah ketakutan nya. Perawat pria itu nampak kaget ketika menyadari bahwa teman satu profesi nya malam melarikan diri melihat dia di pojok kan oleh seorang preman, apalagi wajah Tarjo yang memang jauh dari kata tampan, wajah nya cenderung menyeramkan.


"Bawa dokter itu kemari segera!!!" teriak Tarjo lagi.


Kebetulan sekali dokter jaga hari ini adalah dokter Anggun, seorang suster sudah melaporkan bahwa segerombolan orang yang mirip Mafia sedang berkumpul di depan UGD, dokter Anggun sudah sangat ketakutan tak kala mendapatkan berita tersebut, namun jiwa kedokteran nya membuat dia memberanikan diri untuk menemui orang-orang tersebut.Waktu sedikit agak lama memang, karena dokter Anggun sejenak menata hati nya, setelah beberapa hari lalu dia berurusan dengan Rendra yang menurutnya jauh lebih menyeramkan.


"Mana dokternya??" teriak Tarjo lagi.


Kepanikan mereka mengalahkan segalanya, bahkan Acca sedari tadi di biarkan berdiri di papah oleh bik Narsih dan di apit oleh dua orang bodyguard dan beberapa preman yang lain. Belum juga Dokter Anggun sampai ke tempat Acca, lebih tepatnya kurang beberapa langkah saja, tiba-tiba Bram datang dengan langkah cepat nya.


"Acca!!!" pekiknya melihat istrinya yang ternyata belum di tangani.

__ADS_1


"Bos!!" ucap mereka serentak


"Maaaasss........sakit! dokter nya gak datang-datang!" kata Acca, Acca tak pernah tau bahwa ucapan nya bisa sangat membahayakan sang dokter.


"Tarjo!!" teriak Bram.


Tarjo bersiap untuk melaksanakan perintah Bram, dia bahkan sudah mengeluarkan pisau lipat miliknya, dengan mata elangnya dia mencari sosok yang berpenampilan dokter tentu nya.Dokter Anggun segera berhenti di tempat, di gemetaran ketika melihat Tarjo memainkan pisau lipat nya. Bram melihat tingkah Tarjo, rupanya dia salah memerintahkan Tarjo.


"Shi*t!!!! Tarjo!!! maksud ku bawa dokter itu kemari!! jangan pakai Pisau mu bego'!!! mereka takut dengan pisau mu itu!!" bentak Bram pada Tarjo


"Bilang dong Bos!! perintah nya kurang jelas Bos!!" ucap Tarjo sekenanya.


"Cepat tangani Nona bos!!" perintah Tarjo


dengan sedikit berlari dokter Anggun menuju ke tempat kerumunan para Bodyguard dan dia begitu kaget ketika melihat Acca, perasaan beberapa hari yang lalu dia baru saja menangani orang yang sama,tentu saja mereka sangat mirip karena memang saudara kembar, namun kelihatannya Dokter Anggun tidak mengetahui nya, Karena terlalu lama terbengong berakhirnya Bram angkat bicara.

__ADS_1


"Apa tugas mu hanya memandangi istri ku hhah???!!" ucap Bram dengan kata-kata penuh penekanan.


"Ti-tidak tuan!!!"


Dokter Anggun akhirnya meminta para suster untuk membantu nya membawa Acca ke ruang bersalin, dan belum berselang lama kebetulan sekali Rendra datang, Rendra yang sebenarnya keluar dari ruang rawat istrinya hanya untuk mencari makanan akhirnya menghampiri Bram yang berdiri di ruang bersalin, Bram nampak hendak masuk ke dalam ruang bersalin.


"Bram!!....…" panggil Rendra pada Bram


"Re...."


"Ada apa ini? kenapa ramai sekali Bram?" tanya Rendra heran


"Acca mau melahirkan Re!" kata Bram


"Apa??? Acca mau melahirkan dan kau membawa bala tentara mu Bram!!!???" sentak Rendra sambil memandangi orang-orang yang ada di hadapannya

__ADS_1


"Oh God!!! andai kau sadar, kelahiran anak-anakmu di tunggu begitu banyak preman pensiun!! oh No!! bahkan masih banyak dari mereka yang masih aktif menjadi preman!!" gumam Rendra, dan Bram tak lagi memperhatikan Omelan Rendra, dia sudah masuk dan menemani Acca.


bersambung


__ADS_2