Birendra

Birendra
Tingkah usil Acca


__ADS_3

Acca menatap tubuh sixpack milik Bram, otaknya sudah mulai traveling, sungguh otak mesum Acca berasal dari sang Daddy.


'Gila seksi banget!!' batin Acca sambil menggigit bibir bawahnya.


Pletaakk..... sentilan di kening Acca sukses membuyarkan lamunan Acca


"berhenti berpikir mesum Nona!!" kata Bram seakan tau isi kepala perempuan yang ada di depannya itu.


"Awwwoww!!! apaan sih! siapa juga yang mesum!! kamu kali!" kilah Acca.


Namun tiba-tiba Acca mempunyai rencana pada Bram, Acca benar-benar ingin membuat Bram tak bisa berkutik dengan tingkahnya kali ini, Acca ingin memastikan bagaimana perasaan Bram padanya, sejauh ini lelaki itu begitu dingin dan cuek padanya bahkan beberapa kali nampak ketus walaupun dia adalah anak dari majikannya.


"Majukan dikit Kak! sini ku ganti perban nya!" kata Acca


Bram yang tak mau berdebat lagi dengan Acca nampak menuruti apa kata Acca, Acca mencoba melepas perban lama yang dipakai oleh Bram, namun cara melepas Acca yang dengan membuat Bram menelan salivanya sendiri, Acca memutar perban itu sambil menempelkan badannha kepada tubuh Bram,dan ketika mencapai perban bagian punggung dari Bram,Acca nampak memandang sekilas ke arah Bram dengan posisi yang begitu dekat, hampir saja hidung mereka bersentuhan, Acca hanya tersenyum manis, dengan Bram sudah menahan nafasnya, beberapa kali hal itu terulang sampai perban itu terlepas dari dada Bram.


"cukup!!!!biarkan aku sendiri yang melakukannya!''


Bram nampak sudah tak tahan lagi dengan apa yang di lakukan oleh Acca.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Acca yang pura-pura polos.


"Aku bisa sendiri!! menyingkirlah Nona!!'' pinta Bram,


Sayangnya Acca tak menggubris apa yang dikatakan oleh Bram, dia mengambil perban baru untuk membalut luka yang ada di dada Bram dengan gerakan yang sama bahkan kali ini Acca bahkan sedikit menempelkan dadanya ke dada Bram, Bram sudah berulang kali meminjamkan matanya,dan berulang kali menelan salivanya, Acca hanya tersenyum licik melihat perubahan wajah Bram, sungguh ini adalah hiburan tersendiri untuk Acca.


"apakah Anda tidak bisa menyelesaikannya dengan cepat Nona!! Kau terlalu lambat!"


ucap Bram yang sudah tak tahan lagi melihat Acca depannya, Acca seolah-olah mengulur waktu untuk memasangkan perban di dadanya, bahkan sekarang dia masih bermain-main dengan perban yang ada di dada Bram.


"ini belum selesai Kak,diamlah!! Aku sedang mengeratkan perbannya agar tidak terlepas lagi"


"biarkan aku melakukan sendirian Nona, sekarang keluar lah, aku harus istirahat,terima kasih atas bantuan dan lain kali biarkan Roy yang melakukannya"


kata Bram sambil mengancingkan kemejanya sendiri.


"emang kenapa Kak? apakah takut jatuh cinta padaku?"


tanya Acca penuh percaya diri

__ADS_1


"sekalipun kau wanita terakhir di dunia ini, aku tidak akan pernah tergoda denganmu Nona, dasar anak keci!!keluar dari sini"


kata Bram dengan ketusnya, Acca seketika terlihat marah.


"Kau benar-benar tak akan pernah tergoda denganku?" tanya Acca sambil memajukan wajahnya tepat di depan wajah Bram.


"Mundur anak kecil!!! jaga kesopanan mu Nona!!"


kata Bram dengan dingin dan datar.


cup......


Tiba-tiba Acca menempelkan bibirnya ke bibir Bram, sontak Bram melotot sempurna ,dia bisa melihat Acca sedang memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir nya sendiri pada Bram. Bahkan Acca sudah melumaaat sebentar bibirnya Bram.


"Selamat istirahat Kak!" ucap Acca ketika melepaskan ciumannya, dan bergegas berjalan ke arah pintu dan hendak keluar sebelum Bram menyadari nya.


"Accaaaaaaa!!"


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2