Birendra

Birendra
Kepanikan Wahyu


__ADS_3

" Bisa tidak kalau anakku segera di ambil saja? ini kenapa lama sekali??"


Tanya Wahyu dengan polosnya, dasar chef gila, dia pikir bayi dalam kandungan Arra adalah telor dari perut ayam mati yang bisa di belah dan di keluarkan seperti saat dia akan memasaknya. Wahyu yang memang awam dan tak pernah tau bagaimana cara seseorang melahirkan terlihat khawatir dan panik sendiri ketika melihat Arra kesakitan setelah di beri obat induksi persalinan untuk merangsang kontraksi rahim Karen air ketuban Arra yang sudah pecah terlebih dahulu.Arra makin terlihat kesakitan.


"Apaan sih Yu!! mana ada yang seperti itu!" ucap Mom Raisya karena kesal dengan ucapan menantunya.


"Mom.....kasihan Arra" kini Wahyu bahkan sudah merengek sambil meneteskan air mata nya.


Mom Raisya melongo ketika melihat Wahyu yang tadi marah-marah dan panik gak jelas, sekarang malah merengek dan menangis di hadapannya.


"Oh Tuhan!!" gumam Mom Raisya


"Suster!...bisa saya ketemu dengan dokter yang menangani anak saya?" tanya Mom Raisya, Wahyu sungguh tanpa malu terus meneteskan airmata nya sambil menggenggam tangan sang istri.


"Jangan sakit Ra....hiks...aku gak mau punya anak lagi...cukup satu aja!" kata Wahyu yang malah membuat Arra panik.


"Apaan sih sang....sssstttttt!" ucap Arra sambil menahan rasa sakit nya.

__ADS_1


"Pokoknya gak mau kalau bikin kamu kesakitan gini hiks...hiks....!" kata Wahyu yang masih setia dengan tangisannya.


"Oh ya Tuhan!! kamu benar-benar Cemen Wahyu!!" ucap Dad Ferdi ketika dia masuk ke ruang persalinan di mana anak nya berada.


"Daddy tidak tau rasanya!!" ucap Wahyu dengan bodohnya


pletaakk.....jitakan keras mendarat di kepala Wahyu


"Waaoow sakit Dad!!" pekik Wahyu


"Kamu pikir Daddy tidak pernah melihat istri Daddy melahirkan hemmm!! berani kamu bilang Daddy tidak tau rasanya!!"


"Ibu Arra, sesuai permintaan Mama anda, kita akan melakukan tindakan operasi, bagaimana?" tanya sang dokter.


"Kenapa tidak dari tadi??" kata Wahyu yang langsung beranjak dari kursinya.


"Diam Wahyu!" sentak Dad Ferdi.

__ADS_1


"Dasar dokter tidak peka!! istri saya sudah kesakitan kalian baru mau operasi??!!!!" ucap Wahyu semakin meninggikan suaranya.


"Oh Tuhan! sudah lah dokter, cepat proses anakku segera" kata Mom Raisya yang sudah mulai pusing dengan tingkah Wahyu.


"Tadi saja merengek, menangis... sekarang marah-marah!! dasar menantu gak ada akhlak!" gerutu Mom Raisya,dan sang suami hanya bisa tersenyum tipis melihat tingkah istri nya.Dad Ferdi tak seberapa mengomel akan tingkah Wahyu, dia hanya tak mau salah bicara dan bisa saja Wahyu mengungkit tentang keadaan dirinya saat si triple B lahir, jangan sampai mereka ingat bahwa Dad Ferdi pingsan saat menemani istrinya melahirkan triple B dulu.


Akhirnya Arra di masukan ke dalam ruang operasi setelah beberapa saat lalu tidak mengalami perubahan, padahal air ketuban nya sudah pecah terlebih dahulu. Mereka menunggu beberapa saat,dan setelah melihat Dokter keluar dari ruang operasi, buru-buru Wahyu berdiri menghampiri nya.


"Bagaimana anak ku dok? istri.. istri ku bagaimana? apa semua nya baik-baik saja? apa semua berjalan lancar? tidak ada hambatan berarti kan dok? jawab Dok??''


pertanyaan beruntun dari Wahyu tentu saja membuat Dokter tak bisa menjawab, karena setiap kali akan membuka suara pertanyaan berikut muncul lagi.


pletaakk.....Dad Ferdi gak tahan akhirnya menjitak kepala Wahyu


"Ngomong pakai jeda!!" omelnya.


Wahyu benar-benar panik,hingga dia lupa akan segalanya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2