Birendra

Birendra
Pertemuan Eno dan Kalis 2


__ADS_3

"Sayang.....kok baru dateng!!!"


rengeknya manja dan langsung berjalan menuju ke arah Eno, dengan gerakan pelan seakan mencium pipi Eno, padahal dia membisikkan sesuatu pada Eno.


"Tolong aku bersandiwara, jadilah pacarku!"


kata Kalis cepat, Eno tersenyum kecil mendengar nya, Rendra si jenius tau apa yang terjadi, dia tak peduli, yang dia peduli kan hanya istri nya saat ini.Doni memandang tak rela pada Kalis dan Eno, sedangkan Erin merasa kalah karena memang Eno terlihat tampan, apalagi dengan wajah bule nya.


"Sepertinya aku dulu yang akan menikah,Kami akan menikah satu bulan lagi!! tapi aku tidak perlu mengundang kalian kan?" kata Kalis yang bergelayut di lengan Eno, seperti sebuah kesempatan emas l, Eno memeluk pinggang Kalis, hingga Kalis menoleh ke arah Eno dan melotot tanpa sepengetahuan yang lain, namun sayangnya Eno tak peduli, Eno bahkan lebih gila.


"Dia siapa sayang!" tanya Eno sambil mencium pelipis kiri Kalis, sontak saja Rendra ikutan melotot.


"dasar bajingan licik!! mencari kesempatan dalam kesempitan!!"tatapan mata Rendra seolah berkata seperti itu pada Eno.


"Jangan sia-siakan kesempatan Re!!" begitu lah kira-kira jawaban Eno melalui sorot matanya.


"Eh...di-dia.... Erin dan tunangan nya, kami saling kenal!" kata Kalis tiba-tiba gugup karena ciuman di pelipisnya.


Erin menyeret Doni pergi begitu saja dari sana,dan...


"Aargghhhh......!" suara jeritan dari mulut Eno.

__ADS_1


"Dasar mesum!!! ngapain cium-cium segala!!" ucap Kalis ketus sambil menginjak kaki Eno.


"Yuk Ar, kita cari minum dulu!! panas gue!!" kata Kalis sambil menarik tangan Arsy.


"Sayaaang....tunggu!!! kok pacar nya di tinggal!!" rengek Eno dan segera menyusul mereka berdua.


"Dasar gila!!" kata Rendra.


Di sebuah cafe di dalam mall....


"Abang kok di sini? mau ngapain?" tanya Arsy sambil menguncir rambutnya yang tadinya tergerai.


"Stop!!! biarkan gini aja!" kata Rendra menarik pita dari tangan Arsy.


"Ngapain kamu ke mall? kenapa gak ijin?" tanya Rendra sok ketus.


Dan benar saja, Arsy yang merasakan aura Rendra yang tak bersahabat segera menggeser duduknya di samping Rendra.


"Papa Kalis ulang tahun bang! aku di minta nemenin beli kado!"


kata Arsy sambil memainkan jarinya di lengan Rendra,hal yang biasa sekali Arsy lakukan jika sedang merayu Rendra saat Rendra marah. Gara-gara perbuatan sepele dari Arsy, otak Rendra malah traveling kemana-mana, dan kebetulan sekali depan mall ada sebuah bangunan bertuliskan hotel,karena kebetulan juga dari dalam cafe Rendra bisa melihat ke luar kaca, senyum licik tercetak di bibir Rendra.

__ADS_1


"ikut Abang!" ucap Rendra sambil menarik Arsy pelan.


"Bang gak jadi minum?" tanya Arsy, Kalis masih bingung dengan keadaan di depannya.


"Nanti Abang minum dari kamu langsung!!...no.... anterin temen Arsy!!" perintah Rendra.


"Siap!!"


"Ar....lho kok???" kata Kalis yang merasa bingung di tinggal dengan Eno berdua.


"Ya udah deh aku pulang juga!" kata Kalis,dia tak nyaman karena baru berkenalan dengan Eno, bahkan namanya saja Kalis tak tau.


"Ya udah aku antar!" kata Eno sambil berdiri.


"Gak usah! aku bisa pulang sendiri kok!" kata Kalis tak enak.


"Ckc.....mana tega aku, ngebiarin pacar sendiri pulang sendirian!! udah yuk sayang!" kata Eno sambil menggandeng tangan Kalis.


"Hah??" Kalis kaget plus berubah jadi bodoh tiba-tiba.


"Iya pacar!! kan kamu tadi udah nembak aku!! dan ya..aku terima! kita pacaran sekarang!" ucap Eno santainya.

__ADS_1


"Hah??!"


bersambung...


__ADS_2