Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Arsy membersihkan wajah Kian yang penuh dengan tepung, dia menatap tajam Arvan anak sulung nya, Arvan yang di tatap tajam sang mami hanya bisa menghela nafas nya pelan.


"Mi....Arvan gak curang mi, ini hanya permainan saja, siapa suruh Kian kalah terus! dia kurang hati-hati mainnya!" saut Arvan yang tak mau di salahkan.


"Ya kan bisa main tanpa tepung kayak gini Van, kamu tuh yang paling besar dari semua nya, harusnya jangan ikut ide Faash gini! biasanya juga main gak pakai tepung gini,liat nih .....kalau Kian di kira donat gula gimana coba?? mana dia embul banget lagi.... ngemesin tau gak jadinya" ucap Arsy panjang lebar sambil mencubit pipi tembem Kian, Arvan cs sudah cekikikan mendengar apa yang di katakan Arsy.


"Mami tuh bukannya belain Kian! Malah ngatain Kian,Mami gimana sih !!" ucap Kian dengan memanyunkan bibirnya.


"Abisnya kamu lucu dan nggegemesin banget Kian" kata Arsy


"Udah selesai, udah ganteng! sekarang cuci tangan,kaki kalian dan bersiap makan malam" lanjut Arsy.


"Mi.... Kian mau bobok sini ya?" tanya Kian yang mengekor Arsy menuju ke dapur.

__ADS_1


"Boleh sayang, nanti kamu tidur aja bertiga sama Faash dan Arvan,okey?" kata Arsy


"Siap Mami...." ucap Kian sambil melahap bakwan jagung yang sudah tersaji di piring.


"Emang udah ijin Papa tadi?" tanya Arsy sambil menata makanan lain di piring.


"Udah tadi mi....dan boleh" ucap Kian dengan mulut penuh makanan, Arsy yang melihatnya hanya terkekeh geli dengan tingkah Kian begitu juga dengan dua pelayan yang membantu Arsy.


"Terimakasih bibi" kata Kian dengan manis.


Semua pelayan di rumah Rendra lebih tepatnya di rumah Dad Ferdi memang sangat senang bila kedatangan Kian, rasanya masakan mereka bener-bener terasa enak di mulut Kian, karena Kian tak pernah menolak satupun jenis makanan yang disodorkan padanya hingga para pelayan di rumah itu merasa senang jika mereka memasak dan Kian memakannya dengan begitu lahap.


"Ya Ampun Kian!!! berhenti makan!"

__ADS_1


ucap Thisa yang mengikuti Kian karena merasa kan gelagat Kian yang mencurigakan,yang tiba-tiba mengikuti Arsy ke dapur, di antara sepupunya yang lain, Thisa lah yang lebih sering memperhatikan pola makan Kian, Thisa tidak mau jika Kian terlewat gendut. Mereka satu sekolah dan Thisa tau betul kalau Kian kadangkala jadi bahan bercandaan teman-temannya karena pola makan dan kegendutan nya, walaupun teman-teman Kian sangat menyukai Kian dan hanya bercanda tapi tetap saja Thisa memandang lain, Thisa merasa tak suka Kian di jadikan bahan bercandaan,karena itu Thisa selalu memperhatikan makanan Kian bahkan pernah suatu ketika Thisa memaksa Kian diet,dan hasilnya Kian menangis sepanjang malam karena kelaparan, akhirnya diet pun gagal.


"Aku cuma incip-incip aja kok Sa!"


tegas Kian sambil sekali lagi mengambil bakwan jagung untuk ke enam kalinya, dua pelayan yang tau berapa banyak Kian makan dan mengaku hanya incip-incip saja tertawa kecil mendengar nya.


"Kalau gitu, makan malam ini....aku yang akan ambilkan makanan di piring kamu!! Dasar gembul!! mulutnya kalau gak nguyah pahit kali ya!??" omel Thisa sambil berlalu dari dapur.


"Emang Kian salah ya Mi?" tanya Kian dengan polosnya sambil tangannya merayap ke arah piring bakwan.


" Enggak.....gak salah kok" ucap Arsy sambil menjauhkan piring bakwan dari jangkauan Kian, hingga Kian yang menyadari itu tersenyum sangat manis pada Arsy.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2