Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Dewo akhirnya menginap di rumah Faash, mereka bercanda tawa di ruang belajar dan bermain milik Faash, ya.. Acca menjadikan satu ruangan menjadi tempat belajar sekaligus bermain untuk kedua anaknya, Faash dan Faisha.Begitu mendengar Dewo datang dan menginap, Faisha senang bukan main.


"Dewoooooooo!!!" pekik Faisha senang.


"Berisik!!!" saut Faash, sedangkan Dewo sudah menutup telinga nya mendengar suara Faisha.


"Isha......bisa pelankan sedikit gak sih??" kata Dewo.


"Iya...bisa....tumben ke sini? nginep gak? sama mbak Dewi gak?" tanya Faisha dengan semangat nya, pasal nya dia juga sangat menyukai Dewi.


"Nginep" saut Dewo dan kembali fokus pada mainan nya bersama Faash.


Karena merasa di abaikan oleh Faash dan Dewo, Faisha dengan muka manyunnya meninggalkan tempat tersebut.Setelah kepergian Faisha, Dewo dan Faash nampak cekikikan berdua, Mereka memang sengaja untuk mengabaikan Faisha, menurut mereka, Faisha terlalu cerewet bagi mereka berdua, dan akhirnya mereka mengusir si cerewet dengan cara mengabaikan Faisha.


"Hai semuaaaaa......lihat apa yang aku bawa!!" teriak Kian yang entah sejak kapan dia datang.Dengan senyum sejuta watt nya, Kian mulai mendekati Faash dan Dewo.


"Memang kau membawa apa?" tanya Dewo menghentikan permainan mereka.

__ADS_1


"Dewo, ini pasti kesukaan mu, Kakek dan nenekku datang, dan nenek membuatkan ku makanan ini!" kata Kian dengan antusias.


Arvan masuk dengan memasukkan satu tangan nya ke saku, seperti biasa, si Arvan memang paling tenang dari pada ketika temannya itu.Bahkan dia sering tak peduli dengan apa yang di bawa Kian, karena jelas itu adalah makanan.Arvan bukan tipe anak yang suka ngemil, dia hanya akan makan sesuai porsi nya dan itupun tidak banyak. Melihat Arvan yang juga datang, akhirnya mereka memutuskan untuk duduk melingkar di karpet tebal yang ada di sana, Faash mengambil meja lipat untuk mempermudah Kian mengeluarkan barang bawaan nya.


"Emang bikin apa nenekmu?" tanya Dewo, dia penasaran kira-kira apa yang di bawa Kian.


"Tadaaaaa.... singkong keju ala nenek!!" kata Kian.


Dewo nampak antusias, dia memang jarang menemukan makanan itu selama tinggal di kota, apalagi dia lebih banyak bergaul dengan anak-anak orang kaya seperti Faash, Kian dan Arvan, dan jarang sekali dia temukan makanan tersebut, kalau di kampung nya dulu, Dewo sering menemukan penjual singkong keju di pinggir jalan, rasanya yang enak menurut Dewo membuat nya sangat sering membelinya.


"Waahh lama gak makan ini!!" saut Faash.


"Emang pernah makan kamu?" tanya Dewo.


"Di perkampungan sebelah komplek ada yang jual, kalau main ke sana aku pernah di belikan sama temen-temen ku!" jawab Faash sambil mengambil satu potong dan mulai melahap nya.


"Waahh tau gitu kita main aja ke sana" saut Dewo.

__ADS_1


"Ya...lain kali, kayaknya juga kamu pindah ke daerah sini lagi, om Tarjo kan punya rumah di blok sebelah" kata Faash.


Ya Faash dan Dewo sudah tau bahwa Tarjo dan Dewi sudah menikah, bahkan mereka juga tau kalau Tarjo dan Dewi pergi honey moon.


"Kamu mau Van?" tanya Dewo sambil menyodorkan satu potong.


"Apa itu? kok lembek-lembek gitu?" tanya Arvan yang memang tak pernah tau makanan apa yang di bawa Kian.


"Itu keju yang di olah dengan teknologi tinggi!" jawab Faash yang tau betul bahwa Arvan tak mengenali makanan itu.


"Coba gih!!" kata Faash lagi sambil menyenggol kaki Dewo, Karena Dewo akan membuka mulut untuk membenarkan kata-kata Faash.


"Benarkah?" tanya Arvan dan mengambil satu potong singkong keju dan mengigit nya.


Dan.........


bersambung

__ADS_1


__ADS_2