Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Tarjo uring-uringan hampir setiap hari, ada saja pekerjaan anak buahnya yang tidak sesuai dengan keinginan nya.Bahkan beberapa kali Budi nampak kesal dengan Bos nya itu.


"Bilang saja dia kangen sama Dewi!!" gerutu nya ketika dia sedang berbincang dengan rekannya Raska.


"Kayaknya iya mas, kemarin aku juga kena getahnya! apes pokok nya!" saut Raska sambil menyesap rokok di tangannya.


Mereka baru saja selesai makan siang bersama, kemudian, seperti biasa, mereka akan ngobrol bersama di pos satpam, atau di teras samping rumah besar tersebut.Dna saat ini, mereka berada di pos satpam, karena di teras masih ada Tarjo yang sedang menikmati kopinya sambil menghubungi seseorang.Tarjo nampak mengakhiri panggilan telepon nya, gini dia beralih pada layar ponsel nya yang menampakkan pesan foto dari seseorang. Tiba-tiba saja wajah Tarjo memerah, dia terlihat sangat marah melihat apa yang ada di layar ponselnya.


"Bangsaaat!!!!" teriaknya.


Budi dan Raska yang masih bisa mendengar teriakan dari Tarjo nampak spontan berdiri, mereka saling pandang, sebelum pada akhirnya berlari menuju ke arah bos mereka.


"Ada Bos?" tanya Raska yang terlihat bingung melihat wajah marah Tarjo.


"Budi!! sebentar lagi tuan muda pulang!! kamu jemput dia!.....dan kau Raska ikut aku!!" ucap Tarjo sambil sedikit berlari ke arah mobilnya.Raska ikutan berlari mengikuti Tarjo dan segera membuka pintu kemudi, dan dia yang mengemudikan mobil nya. Raska yang tak tau tujuan Tarjo, hanya mengendarai mobil nya keluar dari perkarangan rumah bram.dan sesampainya di jalanan, Raska memberanikan diri bertanya pada Tarjo.


"Kita kemana Bos?" tanya Raska.

__ADS_1


"Toko kue nyonya Arsy!!" jawab Tarjo cepat.


Sedangkan di sekolah Faash, Budi sedang menunggu anak majikannya itu keluar, dan setelah menunggu beberapa saat, Faash dan Dewo yang memang satu sekolah, akhirnya muncul juga.


"Kok tumben Om Budi?" tanya Faash sambil membuka pintu mobilnya.


"Om Tarjo lagi dalam misi!" saut Budi sambil berputar dan membuka pintu mobil,di bagian kemudi.


"Misi apaan Om?" tanya Dewo yang sudah duduk manis di dalam mobil.


"Misi menyelamatkan hatinya" kata Budi sambil menyalakan mobil.


"Kalian penasaran? kemana Om Tarjo pergi?" tanya Budi


"Ya Om!" jawab mereka serempak.


"Okey kita ke sana!"

__ADS_1


Sedang kan Tarjo yang baru saja sampai di tempat yang dituju,. segera bergegas masuk ke dalam toko kue yang sangat besar tersebut. Tarjo nampak celingukan mencari keberadaan Dewi, wanita yang hampir satu bulan ini menari-nari di kepalanya. Tiba-tiba saja kepalanya mendidih, tangannya mengepal kuat ketika melihat Dewi tengah berbincang dengan akrab nya dengan seorang lelaki.Ya...salah satu anak buahnya yang di tugaskan mengawasi Dewi, beberapa saat lalu mengirimkan foto kedekatan Dewi dengan seorang lelaki.


"Kamu tinggal jauh dari toko ini?"


Lelaki itu bertanya dan Tarjo dapat mendengar dengan jelas, Dewi nampak terlihat malu-malu, dan demi apapun itu, Tarjo sangat tidak suka,dia sudah beberapa kali mengepalkan tangannya.


"Tidak jauh kok Kak, Deket....hanya beberapa meter saja" saut Dewi sambil menata kue di rak nya.


"Kalau gitu, nanti pulang biar kakak antar,boleh?" tanya Iqbal,nama lelaki tersebut.


"Tidak boleh!!" bukan Dewi namun Tarjo yang menjawabnya.


"Mas....." reflek Dewi memekik, karena secara tiba-tiba Tarjo datang dan menarik pinggang nya ke samping,hingga tubuhnya menempel pada Tarjo, untung saja kue di nampan yang di bawa Dewi sudah habis.


"Hah??.....kamu siapa?" tanya Iqbal memastikan.


"kenalkan!! Taufik Tarjo Mahendra!! calon suami Dewi!!"

__ADS_1


Seketika Dewi mengedip-ngedipkan matanya berulang kali, Jujur dia syok dengan pengakuan Tarjo, hingga tanpa sadar dia memandang Tarjo begitu intens.Dan Tarjo? jangan tanya kan bagaimana rasanya, kali ini jantung nya sudah benar-benar ingin meloncat dari tempat nya.


__ADS_2