
Sepanjang pagi ini, Kiara nampak manyun, bagaimana tidak, dengan dalih ada pekerjaan di luar, Kian memaksa Kiara ikut dengannya, Kiara sebenarnya sudah menolaknya, apalagi di weekend, saatnya dia bermain dengan keponakan nya, dia memang selalu pulang ke rumah kakaknya bila weekend, walaupun hanya sebulan sekali ke sana, dan Minggu ini adalah jadwal dia berkunjung, Namun Kian dengan berbagai cara mengajak Kiara keluar, apalagi Kiara memakai Aluna sebagai alasan utama nya.
ternyata setelah sampai di rumah Aluna, dia dihadapkan dengan pemandangan yang sedikit mengganggu dirinya, kemesraan antara Aluna dan juga Arvan nyatanya membuat Kiara ikut tersipu malu melihatnya, apalagi pembicaraan ambigu antara dia Kian dan juga Arvan,membuat dia yang memang sangat polos dengan hal-hal seperti itu menjadi malu pada akhirnya setelah mengetahui nya.
"Udah dong manyun nya!" kata Aluna, mereka sedang membuat camilan dan minuman dingin di dapur.
"Dasar Bos gak ada akhlak!!! sudah di tolak malah makin nekad!!" gerutu Kiara semakin kesal.
"Praktek gaya baru dia bilang??!!! oohhh Tuhan!! dia benar-benar membuat aku emosi!!" lanjutnya.
Beberapa saat yang lalu pembicaraan mereka akhirnya diketahui arahnya oleh Kiara, setelah Aluna memberikan sedikit penjelasan, tentu saja Kiara sangat kesal dengan apa yang didengarnya itu,Kiara jadi berpikir, berarti Kian selama ini selalu membayangkan yang tidak tidak terhadap dirinya, bisa jadi selama ini Kian selalu membayangkan tubuhnya untuk berbuat yang enggak-enggak,setidaknya itulah yang ada di pikiran Kiara.
"Udah dong! Dia cuma bercanda saja!" saut Aluna, namun pada akhirnya dia cekikikan sendiri membayangkan sepasang bos dan asistennya bertengkar seperti kucing dan anjing.
"Skak!!" seru Arvan terdengar sampai ke telinga Aluna.
"Aja kalah lagi gue!!" saut Kian, sudah dua kali putaran, mereka bermain permainan Catur, Namun dua kali juga Kian kalah.
__ADS_1
"Kasih semangat dong Ki" kata Kian ketika melihat Aluna dan Kiara mendekati mereka dengan membawa senampan camilan dan minuman dingin.
"Iih... ngapain!!" saut Kiara.
"Mana Bos pekerjaan di luar nya? emang rumah Aluna mau Bos jadiin hotel!!" sindir Kiara, pasalnya,hari ini Kian mengelabui nya dengan dalih pekerjaan.
"Eh jangan salah dong! aku kan seorang arsitek juga, jadi kita ke sini memang mau bekerja" saut Kian dengan santainya, sambil menata bidak Catur nya kembali, seperti nya dia mau menantang Arvan sekali lagi.
"Memang loe ke sini sudah bawa contoh desain rumahnya?" tanya Arvan, dia memang meminta Kian untuk datang ke situ.
"Ki... ambilkan tas di jok belakang mobil ya.....maksih sayang...." ucap Kian sambil nyengir kuda,ketika melihat tatapan tajam Kiara yang di panggil sayang oleh Kian.
walaupun dengan berat hati dan perasaan yang masih dongkol, Kiara akhirnya mengambil tas yang dimaksud oleh Kian, dan beberapa saat kemudian, Kian memberikan contoh-contoh desain rumah yang digambar langsung oleh Kian di tempat.Kiara yang begitu takjub dengan gambar dari Kian tanpa sadar mendekatkan dirinya ke arah Kian karena gambar itu tak terlalu besar hingga Kiara menunduk sedikit dan mesejajarkan wajahnya dengan wajah Kian yang sedang duduk di kursi.
"Bagus banget sih" seru Kiara senang.
"Iya dong!! kamu mau seperti ini?" tanya Kian.
__ADS_1
"Hemmmm, aku suka tanpa kolam renang, aku takut air" jawab Kiara tanpa sadar.
"Iya nanti kita bikin tanpa kolam renang" saut Kian.
"Aku juga suka di tambah gazebo di taman belakang" kata Kiara lagi.
"Kalau sama aku suka gak?" pancing Kian.
"Aku suka....eh...lho....." jawab Kiara dan tiba-tiba berhenti setelah menyadari nya.
"Deal!! perkataan mu gak bisa di tarik lagi!!! mulai sekarang kita pacaran!!" potong Kian.
"Eh mana bisa begitu Bos!!?" seru Kiara yang ikut panik.
"Mamaaaaa ..... Kian minta kawiiinnn!!!" teriak Kian di ambang pintu rumah Arvan, tanpa mempedulikan protes dari Kiara.Dan suara menggema sampai ke blok komplek perumahan tersebut.Arvan dan Aluna serempak memukul jidatnya masing-masing, sedangkan Kiara sudah berguling-guling di karpet berbulu yang mereka duduki karena saking malunya dan kesal nya.
bersambung
__ADS_1