Birendra

Birendra
Generasi Baru


__ADS_3

Dewi nampak tersipu malu, saat Budi dan kakek Sakti menegur nya, kenapa tak menyapa sekalian Budi dan kakek Sakti, Dewi bahkan sampai lupa kalau masih ada anak-anak di sana.


"Maaf ya mas Budi, pak Sakti, abis mas Tarjo itu, sudah seperti matahari, yang paling bersinar dan secara otomatis semuanya jadi gak kelihatan kalau ada di dekat mas Tarjo" lanjut Dewi menggombali Tarjo.


"hooeeeeekkkkkk!!!!"


Dengan tak tau dirinya, Dewo berekspresi seakan mau muntah, dia benar-benar tak menyangka bahwa kakaknya yang biasanya galak bisa semanis itu di depan Tarjo, bodyguard Faash.Dewi melayang kan tatapan tajam ke arah Dewo adiknya, merasa mendapatkan ancaman, Dewo menutup tubuhnya dengan tubuh gembul Kian.


"Mas Tarjo, ini Dewi bawain rujak buah, sama es campur mas....enak lho" kata Dewi yang sudah mendekati Tarjo.


"Aku tidak suka rujak!..... Bud...kamu saja!" kata Tarjo sambil memainkan ponselnya.


"Jangan di tolak dong mas....ini Dewi sudah susah payah lho mas bikinnya" kata Dewi sesendu mungkin.


"Udah Jo, makan aja....." kata Kakek Sakti.


"Sudah sana Wi, siapkan di dalam dulu" lanjut kakek Sakti.


Tarjo nampak menghela nafasnya pelan, dia benar-benar harus mempunyai stok sabar yang cukup banyak, pasalnya selain empat Bocil itu, ternyata ada yang lebih membikin darah Tarjo naik, yaitu Dewi yang terlihat sekali mencari perhatian nya.Tarjo bukannya gak suka dengan Dewi, sebenarnya dia nampak biasa saja dengan gadis tersebut, namun Tarjo berusaha menjaga sikap nya, agar Dewi tak salah paham.Bagaimanapun Tarjo tak akan lama di kampung tersebut, dia tak mau meninggalkan kesan tak baik dengan gadis tersebut.Dewi datang bersama dengan nenek Mira, membawa beberapa mangku es buah dan rujak untuk semua orang.


"Waaahh mbak Dewi, es buah nya mantap!!" celetuk Faash.

__ADS_1


"Iya.....rujaknya juga okey" saut Kian menimpali.


"Benarkah?.....wah Dewi jadi semangat nih bikin lagi!!" kata Dewi berbinar.


"Enak gak mas Tarjo?" tanya Dewi antusias menanti jawaban dari Tarjo.


"Hemmm.....enak!" kata Tarjo, karena memang rujak yang di buat oleh Dewi enak, dia terkenal dengan masakannya yang memang enak.


"Waaahh udah lulus dong jadi calon istri yang baik!" celetuk Dewi.


"Uhuk.....uhuk....uhuk....."


Tiba-tiba saja Tarjo terbatuk-batuk, mukanya sampai berubah merah, karena tersedak rujak yang lumayan pedas.Dengan tatapan membunuhnya, Tarjo nampak benar-benar ingin marah pada Dewi, namun Dewi malah mendekati Tarjo dan menepuk-nepuk punggung nya.


"Minggir!!" perintah Tarjo sambil berdiri dan meninggalkan tempat tersebut.


"Lhooo kok... pergi?" tanya Dewi


Faash sedari tadi menyaksikan interaksi dari Bodyguard dan Kakak nya Dewo itu, jiwa jahil nya kembali tersentil.Usaha Faash untuk membantu Tarjo mendekati Meta, janda pemilik salon tetangga rumahnya gagal! Tarjo nyatanya di tolak mentah-mentah oleh Meta.Dan pikir Faash, Kenapa gak Dewi saja yang menjadi sasaran jodoh Tarjo.Dewi masih mudah, walaupun tak seputih Meta, setidaknya gadis itu, masih polos cantik yang alami dan terlebih,dia lebih kelihatan manis dari pada Meta yang cantik polesan.


"Mbak Dewi" panggil Faash.

__ADS_1


"Ada apa tampan?" saut Dewi.


"On Tarjo itu sudah punya gebetan,ya.... walaupun belum jadi pacar" kata Faash.


"Heleh! kayak kamu tau pacar saja Ash!!" celetuk Kian.


"Tau lah!! aku kan jenius!!" kata Faash.


"Bentaran.... maksud nya,mas Tarjo sudah suka sama seseorang gitu?" tanya Dewi benar-benar pengen tau.


"Ya.....Tante Meta, janda muda yang jadi pemilik salon" saut Kian, yang memang tau kisah mereka.


"Yaachh...... kalah deh sama janda! janda emang selalu di depan!!" kata Dewi sendu.


"Kata siapa? kan belum jadian! kejar aja mbak Dewi" kata Faash.


"Caranya?"


"Sini Faash bisikin" kata Faash.


Budi memperhatikan perbincangan mereka, Budi merasa Tarjo sebentar lagi pasti mendapatkan masalah besar, karena otak Faash tak pernah jauh dari hal-hal yang berbau jahil.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2