
"Iya pacar!! kan kamu tadi udah nembak aku!! dan ya..aku terima! kita pacaran sekarang!" ucap Eno santainya.
"Hah??!" Kalis kaget dengan semuanya, entah mengapa dia merasa bodoh sendiri di hadapan Eno.Eno mengandeng tangan Kalis yang masih bingung dengan sikap Eno padanya, sampai akhirnya mereka sampai ke mobil Eno yang baru saja di kirimkan oleh asisten nya.
"Masuk sayang!" kata Eno sambil mendorong tubuh Kalis masuk ke dalam mobil.
"Ehh apaa??" kata Kalis tersadar dari lamunannya, ketika Kalis hendak turun dari mobil Eno, tiba-tiba Eno sudah menjalankan mobilnya pelan keluar dari parkiran mall tersebut, Eno hanya santai melihat kebingungan Kalis,bahkan beberapa kali Kalis meminta untuk diturunkan di tengah jalan karena dia tidak mau pulang diantar oleh Eno. semenjak kebangkrutan sang papa dan perpisahan papa dan mamanya karena kebangkrutan tersebut, Kalis tinggal bersama dengan sang papa di rumah yang cukup sederhana di bandingkan dengan rumah lama mereka, papanya juga hanya membangun sebuah cafe kecil untuk menyambung hidup mereka, Cafe itu berada tepat di sebuah jalan raya dengan belakangnya sebagai rumah untuk ditempati Kalis dan juga papanya.
diantar oleh seorang lelaki pulang ke rumah bisa membuat sang papa salah paham,selama ini papanya selalu menuntut kalis untuk dekat dengan seorang laki-laki entah itu temannya ataupun pacarnya,bila pun pacarnya sang papa sangat bahagia menurut papanya setelah Kalis menikah dia akan lebih tenang jika sewaktu-waktu Tuhan memanggilnya.
"Mana alamat nya?" tanya Eno
"Gak!! biarin aja aku ikut kamu pulang, ntar aku turun dan naik taksi di depan rumah kamu!!" kata Kalis.
__ADS_1
"Ya udah, kebetulan mami pengen dapet mantu cepet! yuk pulang, kenalan sama mami!" kata Eno dengan entengnya.
"Hah??!! iihh nyebelin!!" ucap Kalis ketus, dan akhirnya dia memberikan alamat nya pada Eno.
Senyum kemenangan tercetak jelas di wajah Eno, entah mengapa playboy abal-abal itu senang sekali melihat wajah sahabat istri sepupu nya cemberut, rasanya jadi mood booster tersendiri.
Sedangkan di sisi Rendra,dia sudah berada di dalam kamar hotel yang dia pesen untuk acara unboxing sang istri, dia tidak mau melakukan nya di rumah, karena bisa saja Arra atau Acca menggagalkan rencananya.
"Iihh ini apa bang? Abang ini kayak jala ikan!!" ucap Arsy sambil membolak-balik lingerie merah menyala itu di tangannya.
"Berisik!!! cepat ganti baju!!" ucap Rendra ketus dan di buat marah.
"Iya ya bang!'' Saut Arsy dan berlari ke arah kamar mandi
__ADS_1
"Asyik......eh Mr Phoenix akhirnya kamu dapet sarang juga!!!" kata Rendra sang biasa memanggil senjata pamungkasnya Mr. Phoenix.
Ceklek.......pintu kamar mandi terbuka, Rendra hanya bisa menelan saliva nya pelan melihat tampilan sang istri.
"Abang tuh kan? bolong di sana -sini, Ntar aku kedinginan dong bang!!" kata Arsy tanpa menatap Rendra yang tengah melihat dia dengan tatapan lapar.
"Ntar Abang angetin!" kata Rendra berjalan pelan ke arah Arsy, Arsy yang belum sadar masih membenarkan baju yang di pakainya. Rendra melepas kemeja yang dia pakai hingga memperlihatkan dada bidang milik nya. Dengan cepat Rendra menarik pinggang Arsy hingga dengan cepat Arsy menempel sepenuhnya di tubuh Rendra.
"Mau Abang per*kosa gak?"
"Eh......!!"
bersambung
__ADS_1