Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 35


__ADS_3

Ternyata pagi ini, Kian yang baru saja menganggu kegiatan Arvan dan juga Alana dibawa oleh Arvan ke apartemen milik Faash,dan ternyata juga, di sana ada Faash yang menginap dan juga kebetulan sekali ada Dewo.mereka masuk begitu saja karena memang tau password apartemen tersebut,terlihat Dewo yang sedang memasak di dapur, sedangkan Faash sedang mengerjakan sesuatu di ruang tamu dengan laptop miliknya. Faash nampak kaget dengan kedatangan Arvan dan juga Kian yang terlihat tergesa-gesa,membuat Faash yang berada di ruang tamu terlihat heran.


"Ada masalah?" tanya Faash pada mereka berdua.


"Wo.....gue laper..ikutan sarapan ya" teriak Arvan yang tak menjawab pertanyaan Faash.Dan Kian menampakkan wajah yang kesal.


"Kenapa sih? Ada masalah?" tanya Faash lagi dengan penuh rasa penasaran.


"Nih.... pagi-pagi udah gangguin orang aja!! jadi gak bisa nambah kan gue!!" seru Arvan dengan ambigu, bahkan Faash sampai memicingkan matanya tanda tak paham dengan apa yang di katakan Arvan.


"Lagian pagi-pagi loe kerjain juga istri loe!! emang kurang puas semalam?" kata Kian yang tak mau di bilang biang kerok.


Dan seketika Faash paham dengan situasi yang mereka hadapi,Faash memandang Kian penuh tanya seakan-akan bertanya pada Kian, untuk apa pagi-pagi membangunkan sepasang pengantin baru tersebut.


"jangan memandang gue seperti itu!!! gue yakin loe punya masalah yang sama dengan gue!!bedanya gue berusaha untuk mendapatkan Kiara dan loe berusaha untuk menolak Camelia!!" kata Kian dan di benarkan oleh Faash dengan anggukan kepala nya.


"Tapi gak pagi buta juga bertamu!!" kata Arvan yang tak mau kalah.


"Ehh apa di rumah loe gak ada jam dinding??!! kalau gak ada ntar gue beliin selusin!!!" seru Kian.

__ADS_1


"Jam 9 loe bilang pagi buta!!! buta mata loe??!!" lanjutnya.


Faash spontan tertawa terbahak, dia tau sejak dulu Arvan selalu jahil pada Kian, dan seperti nya kali ini Kian yang jahil pada Arvan,karena berani bertamu di pagi-pagi hanya untuk konsultasi dengan Aluna, istri Arvan.


"Udah-udah damai aja deh!"


"Nah ini sarapan nya" ucap Dewo yang baru saja datang dengan 4 mangkuk mie goreng instan buatannya.


"Apaan ini? mie instan?" tanya Arvan terlihat sangat tak berselera dan tak mau.


"Makan mie instan sesekali gak bakalan bikin perut sakit!" saut Kian yang menarik satu mangkuk ke hadapannya.


"Gue gak!" saut Arvan


"Gak ada, kita kemarin gak niat nginep juga, makanya gak belanja isi kulkas" kata Dewo yang mulai menikmati mie bikinannya.


"Kok ada mie instan? kalau gak belanja?" tanya Arvan yang sudah melihat teman-temannya mulai menyantap hidangan nya.


"Gue yang beli 1 kardus" kata Faash sambil memasukkan mie instan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Ohh astaga.....ini gak sehat!!"


"ini tuh bikin perut kalian gak baik!!"


"Banyak banget pengawet nya!"


"Lebih baik kalian....... hmmmfpppt..."


Suara-suara Arvan membuat mereka bertiga merasa bising,dan tanpa banyak bicara, Kian segera menyendok kan mie goreng instan tersebut ke mulut Arvan dan..... tiba-tiba saja,karena sangat lapar, Arvan mengunyah mie tersebut.


"Gimana? enak kan?" tanya Kian.


"Ckc...gak banget!! Tapi lumayan buat ngisi perut!! laper gue!!" kata Arvan dengan sejuta gengsi nya.Dan pada akhirnya, Arvan menghabiskan semangkuk mie instan di hadapannya.Beberapa saat kemudian..


"Aaarghhh........"


"Loe...loe kenapa Van?" tanya Dewo panik.


"Pe-perut gu-gue sakit!!" keluh Arvan.

__ADS_1


"Ya elah......dasar anak terlanjur kaya!!!" seru Faash dan Kian bersamaan,namun juga sibuk membantu Arvan.


bersambung


__ADS_2