Birendra

Birendra
Ketahuan 2


__ADS_3

"Bahkan telinga suci gue hampir saja mendengar sesuatu yang gak patut gue denger!!" kata Mila langsung memandang ke arah Eno yang sudah memantung.


"Emang apa yang kamu dengar??" suara seseorang mengangetkan keduanya.


"Uncle!!!!"


"Daddy!!!"


Teriak Eno dan Mila serempak sambil berdiri, mereka tak menyangka kalau Daddy Ferdi akan datang ke rumah opa Kenan semalam ini.


"Ada yang bisa menjelaskan semuanya pada Daddy?hemmm... Eno? Mila sayang?"


kata Dad Ferdi penuh penekanan, ternyata sedari tadi Dad Ferdi mendengarkan semua percakapan mereka, hanya saja dia ingin tau semua tentang kelakuan anak lelaki satu-satunya,yang saat ini sedang di hukum,namun kedua sepupunya yaitu Eno dan Mila, nyatanya membantu Rendra.


"Eh Daddy!! Mila kangeennn!!"


rengek Mila hendak memeluk Daddy nya,dia ingin merayu Daddy nya agar tidak marah padanya.Sayangnya Dad Ferdi hanya mengangkat sebelah tangan nya menandakan bahwa Mila jangan mendekat. Spontan Mila cemberut, dia sebenarnya tau kesalahan nya sendiri, Dad Ferdi memberi tugas agar dia menemani Arsy,namun nyatanya Dad Ferdi malah mendengar bahwa Mila membantu Rendra,si anak nakalnya.


"Hai uncle!!" sapa Eno sambil nyengir kuda ketika melihat Dad Ferdi menatapnya tajam.


"Apa yang kalian lakukan hemm??? bisa jelaskan pada Daddy?" kata Dad Ferdi sambil duduk di depan mereka berdua. Tapi mereka semua hanya diam, sambil mengikuti Dad Ferdi duduk.

__ADS_1


"Daddy sayang..... Mila gak salah!!! Eno yang salah!!"


kata Mila dengan manjanya pada sang Daddy. spontan Eno mendelik mendengar penuturan Mila. Dad Ferdi dengan pelan menoleh ke arah Eno, Eno yang di tatap segera menegakkan tubuhnya, tak bisa di pungkiri bahwa tatapan mata dan wibawa Dad Ferdi memang sangat kental dan menakutkan.


"Uncle!! Eno di ancam!!" kata Eno


"Eno?? yang jujur!!" kata Dad Ferdi


"Ehmmm.... aku...ehmmm anu uncle!!!"


kata Eno gugup, dia merasa tak sanggup bila berbohong pada Dad Ferdi, tatapan mata membunuh nya membuat siapa saja membeku, walaupun saat bersikap gesrek, Dad Ferdi menjadi hiburan tersendiri bagi semua keluarga besar Hardiansyah.


"Begini uncle......!" setelah membuang nafasnya, Eno akhirnya menceritakan semuanya, tentang perjanjian nya dengan Rendra, tentang keuntungan yang akan dia dapatkan kalau bersedia membantu Rendra.


"Mila....ehmmmm.....!" kata Mila berbelit.


"Kamilaa!!" panggil Dad Ferdi dengan penuh penekanan.


"Farel!"


ucap Mila lirih dan masih terdengar di telinga Dad Ferdi, Dad Ferdi segera tau maksud dari Mila, karena Mila selalu menceritakan semuanya pada sang Daddy.Dad Ferdi menghela nafas kasar akan kelakuan dua orang di hadapannya, Dad Ferdi yakin sekali kalau mereka sudah di perdaya oleh Rendra.

__ADS_1


Dad Ferdi segera berdiri di ikuti Eno dan Mila, Dad Ferdi sudah tak tahan ingin menghajar anak lelakinya yang berada di kamar Arsy. Eno dan Mila akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti Dad Ferdi dari belakang, sekarang mereka tak mau tau lagi soal nasib dari Rendra yang sedang meringkuk memeluk istrinya. Dad Ferdi meminta Mila untuk mengetuk pintu, karena meminta kunci duplikat pada pelayan tidak mungkin,para pelayan pasti sudah beristirahat semua.


tok...tok....tok....


"Re.....buka pintu!!" teriak Mila.


tak ada jawaban.


"Re.....buka pintu ini Mila!!" kata Mila lagi.


"Re!! kalau loe gak buka pintu gue telpon Daddy!!' Teriak nya karena kesal.


ceklek.... pintu terbuka, menampakkan Rendra yang bermuka ngantuk dengan hanya memakai celana boxer nya.


"Apa sih kak!!!" kata Rendra dengan menahan kantuk nya.


tiba-tiba.......


"Anak nakal!!! sini kamu!!!" sentak Dad Ferdi dengan menjewer telinga Rendra dan menarik Rendra keluar dari kamar.


"Awwwoww.....!!!!"

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2