Birendra

Birendra
Bramantyo......


__ADS_3

Bram berjalan melewati semua karyawan Butik milik Acca untuk menemui Nyonya Amel yang sedang bertamu di Butik Acca, dan tak tanggung-tanggung sebelum keluar dari ruangan Acca, Bram lebih dulu mengunci wanita tersebut dari luar, Acca hanya bisa mengumpat dan menyumpahi Bram berkali-kali. Bram lelaki 33 tahun yang berperawakan kekar dan tinggi, kulit sawo matang khas pribumi membuatnya terlihat tampan dan manis, namun wajah tampan nya tertutup dengan wajahnya tak nampak seram dan garang di mata semua orang.


Tersenyum? hampir tak pernah, bila pun dia tersenyum dia hanya akan tersenyum dengan tipis atau hanya dengan senyum seringai yang nampak menyeramkan bagi semua orang.


Awal pertemuan dengan Rendra kala itu,saat Bram memalak Rendra, remaja yang berumur 10 tahun lebih muda darinya, tepatnya 10 tahun yang lalu pertama kali mereka bertemu.


Flash back on


"Berikan uang,dan ponselmu!"


kata Bram saat Rendra sedang berada di depan sekolah nya karena Dad Ferdi terlambat menjemput nya, remaja dengan seragam SMP nya itu hanya diam saja.


"Berikan!!!" bentak Bram sambil mengacungkan pisau di tangannya pada Rendra.


"Ini..... ponselku mahal" kata Rendra dengan tenang sambil melepaskan SIM card dari ponselnya.


"Ini juga...uangku hanya sisa 500 ribu" lanjut Rendra sambil menyerahkan uang dari tasnya.


"Mau ini juga?" tawar Rendra memberikan sebuah ponsel lagi yang ada di tasnya.


Bram hanya memandang dengan wajah seramnya, dia tak peduli dengan remaja tersebut, yang pasti dia ingin mendapatkan uang untuk sang Ayah.Bram berlari setelah mendapatkan apa yang dia mau.


Selang seminggu kemudian, Rendra tanpa sengaja melihat Bram yang nampak membawa tas perempuan dan berlari di kejar beberapa orang.


"Jambret!!!?" teriak an yang di dengar Rendra.


Entah mengapa Rendra memberikan jalan pada Bram untuk lari, padahal jika Rendra ingin, maka Bram bisa tertangkap dengan satu tindakan nya. Bram bersembunyi, begitu juga Rendra, jiwa kepo-nya keluar, setelah di rasa aman Bram nampak membuang tas tersebut dan berjalan melalui gang sempit, terus berjalan hingga berapa kilo Rendra tak tau, yang pasti dia mengikuti kemana Bram pergi.


"Bram....." panggil seseorang sesampainya lelaki tersebut di sebuah rumah.


"Ayah.....sudah minum obat?" tanya Bram.

__ADS_1


"Sudah....sudah makan?" tanya lelaki tua di hadapannya Bram.


Bram mengangguk dan akhirnya berlalu karena berpamitan untuk mandi, Rendra sudah tau rumah Bram,dan dia berpikir pasti ponsel dan uangnya di gunakan Bram untuk kehidupan nya bersama sang Ayah. setelah Rendra menyuruh sopirnya untuk menjemputnya dan baru beberapa langkah berlalu dari situ, Rendra mendengar teriakan dari Bram karena melihat ayahnya tersungkur di lantai, Bram mengangkat tubuh kurus tersebut dan berlari keluar dari gang rumahnya, Rendra melihat itu semua, tak ada satupun dari para tetangga yang mencoba untuk menolong Bram hingga akhirnya Rendra berteriak.


"Naik mobilku saja bang!!" Teriak Rendra


Bram awalnya heran, namun demi melihat kondisi sang Ayah, Bram menurut saja, dia masuk ke dalam mobil di susul oleh Rendra. dengan cepatnya sopir Rendra melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat dan setelah sampai di sana, Rendra berlari kedalam untuk memanggil dokter.


"Bagaimana keadaan nya Dok?" beberapa saat setelah Ayah Bram mendapatkan tindakan di ruang UGD.


"Dia harus mendapatkan tindakan operasi mas, karena ginjalnya pun sudah ada pendonor nya! segera siapkan dananya!" kata sang dokter yang memang selama ini menangani Ayah Bram.


"Apa hari ini bisa di operasi Dok? melihat keadaan nya seperti ini!" kali ini Rendra yang bertanya, Bram heran melihat Rendra yang masih di sana.


"Tentu saja bisa, mungkin bisa nanti sore!" kata dokter.


"Kalau begitu lakukan dok!" kata Rendra tegas.


"Huff!! Begini bang! aku tau Abang mati-matian mencari uang untuk kesembuhan Ayah abang, Tapi Abang tahu kalau yang Abang lakukan itu salah!! menyembuhkan orang yang sakit dengan uang yang tidak baik atau menyakiti orang lain demi menyembuhkan Ayah Abang, itu jelas salah bang!! harusnya abang mencari uang dengan benar, sehingga Tuhan akan meridhoi apa yang Abang lakukan" Rendra memberi jeda pada ucapan nya.


"nama saya Rendra, saya siap membantu Abang berapapun biaya operasi yang diperlukan dokter, saya siap menanggungnya! jangan remehkan saya bang, hanya karena saya seorang remaja dengan seragam SMP yang melekat di dalam tubuh saya, tapi saya bisa menghasilkan uang halal dengan tangan saya sendiri dan uangnya akan dipakai untuk mengoperasi Ayah Abang, itu adalah uang saya sendiri bukan uang orang tua saya!" kata Rendra.


Bram hanya menatap lekat wajah remaja yang ada dihadapannya, entah mengapa hatiku merasa menghangat mendengar apa yang dikatakan Rendra padanya, dia menganggap ini adalah suatu keajaiban dari Tuhan untuknya, Karena bagaimanapun sungguh 1001 seseorang yang mau membantunya secara gratis, apalagi yang membantunya adalah seorang remaja berusia 13 tahun, Bram merasa sangat kalah dari remaja tersebut. Dan Rendra benar-benar menepati janjinya.


"Namaku Bramantyo! jangan panggil Abang!! kau hanya perlu memanggil ku Bram!!"


"Kelak,...aku akan datang menemuimu!! dan aku pastikan aku akan mengabdi padamu!!" janji Bram


Flash back off


"ada perlu apa Nyonya menemui nona Acca? apa ada hal penting yang ingin nyonya sampai kan?maka saya akan sampaikan!" kata Bram di hadapan nyonya Amel.

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Acca, bukan denganmu!!!" kata nyonya Amel sinis walaupun dia sedikit takut.


"Nona Acca tidak akan pernah bertemu dengan Anda nyonya dan sebaiknya anda pergi kalau memang Anda tidak mau menyampaikannya kepada saya, Apa perlu saya minta security dari perusahaan anda untuk menjemput??" kata Bram terlihat menyeramkan.


Bahkan beberapa karyawan Butik nampak ikut ketakutan.Nyonya Amel tak mau mengambil resiko, dia berpikir besok masih ada hari untuk bertemu dengan Bianca, gadis incarannya yang akan di jadikan menantu, namun kebodohan anak nya membuat semua rencana nya menjadi kacau.


" Bram!!! buka!!!!"


Teriak Acca, karena sudah tak tahan dengan kelakuan bodyguard suruhannya Rendra.


"Tiaaa.......buka pintu nya !!!" perintah Acca pada salah satu karyawannya yang kebetulan melintasi ruang kerja Acca, ruang kerja yang di bagian pintunya terdapat sebuah kaca bening yang tembus pandang.


"Mbak Acca??" ucap Tia kaget melihat Acca terkunci di sana.


"Ya mbak aku cari kunci cadangannya dulu!!" kata Tia sambil berbalik badan, dan betapa terkejutnya dia Bram sudah berdiri di belakangnya.


"Astaga!!!" gumam Tia.


"Pergilah! Dia urusan ku!" kata Bram.


Tia segera berlalu tanpa banyak bertanya, sedang Bram membuka pintu ruangan tersebut.


Bugh...


"Kurang ajar!!!! berani kamu padaku!!!" teriak Acca sambil melempar benda ke arah Bram, namun seperti biasa, Bram tak peduli dan hanya diam sambil berlalu ke sofa dan duduk di sana.


"Kita akan segera pulang Nona, tuan Ferdi meminta ada pulang!" ucap Bram tenang.


"Aaaarrggghhh.......!!!!" Teriak Acca karena frustasi menghadapi Bram


bersambung

__ADS_1


__ADS_2