
"Waaaahhhhhh bagaimana ini sayaaang!!!"
teriak Wahyu yang melihat Arra mengeluarkan banyak air ketubannya, sedangkan Arra sendiri nampak santai karena memang belum merasakan sakit yang berarti.
"Moom..... mommy......!!" teriak Wahyu mencari Mom Raisya keluar kamar.
"Wahyu! ada apa sih kok teriak-teriak gitu!" kata Mom Raisya yang mendengar wahyu teriak-teriak.
"Mommy!! Arra.... Arra... sepertinya mau melahirkan! dia sudah menumpahkan ketubannya Mom!!" Kata Wahyu dengan panik, Arsy yang ada di ruangan tengah pun sampai merasa kaget dengan kepanikan dari Wahyu.
"Tenang Yu, kita bawa Arra ke rumah sakit!" kata Arsy, sedang kan sang mommy sudah masuk ke dalam kamar Wahyu dan Arra yang memang ada di lantai bawah.
"Ra.....katanya kamu sudah mengeluarkan air ketuban? benarkah? sudah sakit belum?" tanya Mom Raisya
"Gak Mom! Wahyu aja yang panik nya kebangetan!!Ini baru merasa mules Mom, tapi belum sakit banget!" kata Arra dengan santainya, dia memang belum merasakan sakit yang terlalu, namun entah mengapa air ketubannya sudah pecah duluan.
"Siapkan mobil Yu!" perintah Mom Raisya
"Sudah Mom, sopir sudah di depan!" kata Wahyu dan langsung membopong tubuh istri nya.
"Sayang!!! hati-hati, aku berat!" pekik Arra
__ADS_1
"Diam Ra!! jangan menambah kepanikan ku!" ucap Wahyu
Dan akhirnya mereka berangkat ke rumah sakit, Arsy segera menelpon Dad Ferdi sesuai pesan Mom Raisya, namun siapa yang menyangka bahwa Arsy yang di perkirakan 4 hari lagi melakukan operasi Caesar karena Rendra tak mau mengambil resiko dengan kelahiran si kembar saat ini.
"Mbaaaaakkkkk!!" teriak Arsy pada salah satu pelayan di rumahnya.
"Ya Nyonya muda!.....astaga ... astaghfirullah.... Allahu Akbar!! Nyonya!!" pekik salah satu pelayan ketika melihat Arsy sedang duduk di bawah di dekat sofa.
"Nyonya muda!! kenapa ini? kenapa?" tanya sang pelayan dengan panik.
"Telepon tuan Rendra... aargghhhh......sakit mbaaaaakkkkk!!" pekik Arsy.
"Iya nyonya iya.....!"
"Permisi sebentar, mungkin ini sedikit darurat!"
kata Rendra pada klien nya, karena memang meeting sudah berakhir dan hanya tinggal membacakan hasil akhir nya saja. Rendra meraih ponsel di tangannya Roy dan menghubungi balik nomor rumahnya.
"Hallo......!" sapa Rendra
"Roy..tuan Roy!!" teriak si pelayan
__ADS_1
"Ini Rendra, ada apa?" tanya Rendra
"Tuan Rendra!!! Nyonya muda tuan!!"
"Katakan dengan jelas!!" ucap Rendra tegas.
"Nyonya muda seperti mau melahirkan!!!"
"Apa??" Rendra tak percaya karena memang rencananya Arsy akan melakukan operasi Caesar 4 hari lagi.Si pelayan berlari menghampiri Arsy dan menyerahkan telepon nya pada Arsy.
"Haloo.....bang!" kata Arsy sambil menahan sakit
"Sayang!!! apa benar yang di katakan pelayan tadi?"
"Cepat pulang sekarang Abang!!! tak ada sopir di rumah!! sopir yang ada sedang mengantarkan Kak Arra yang mau melahirkan!! aargghhhh.....!" kata Arsy sedikit berteriak
"Iya...iya sayang! aku pulang!"
Rendra meminta ijin pada klien nya dan untungnya mereka mengerti, Roy dan Rendra segera berlari untuk menuju parkiran.Bahkan Rendra memerintahkan Roy untuk menjalankan mobilnya secepatnya kilat. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit, Rendra sudah berada di rumahnya, dia sudah memapah Arsy sambil mengubungi dokter kandungan yang memeriksa Arsy selama ini.
"Cepat Roy!!! aku tak ingin anakku lahir di dalam mobil!!" ucap Rendra.
__ADS_1
dan sekarang bukan hanya Rendra dan Arsy yang tegang, namun juga Roy yang ikut menentukan kelahiran anak dari tuannya itu.Kalau sampai Arsy melahirkan di dalam perjalanan karena keleletan Roy, Maka habis lah Roy!!
bersambung