Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 7


__ADS_3

Hari demi hari mereka lalui bersama, Dewo dengan kesibukan nya menemani Arvan dalam setiap pertemuan bisnis, mereka menjadi couple yang sangat cocok dan saling melengkapi, Arvan yang terkesan dingin dan berwibawa,di padu dengan keramahan dan ketegasan Dewo dalam menghadapi klien,membuat banyak klien nya menyetujui hubungan kerja sama mereka dengan cepat, Dan bila Arvan merasa kurang cocok dengan salah satu klien, Mereka akan membawa Chrisna sebagai tameng mereka,dan selalu saja berhasil mengusir klien yang tidak cocok di hati Arvan.


Sedang kan Faash menggantikan sang Papa yaitu Bram di perusahaan miliknya pribadi, walaupun Faash sebenarnya sudah di minta Eno, sepupu dari sang Mama yang sekarang memimpin perusahaan Hardiansyah, namun Faash tak berkenan, dia lebih nyaman menjalankan perusahaan milik Bram.Dan Kian, hari ini Kian lebih memilih untuk memimpin hotel daripada di restoran, Namun karena dia anak satu-satunya dari Wahyu, maka mau tak mau, Kian harus membantu Papa nya untuk Ikut mengurus restoran, alhasil dia harus mondar-mandir antara restoran dan hotel.


"Pa.. Kian bisa benar-benar kurus kering kalau harus mondar-mandir sendiri! mana asisten buat aku pa?" tanya Kian sang sedang makan siang di restoran bersama Mama dan Papa nya.


"Iya.. ini juga Papa sudah telepon teman Papa, katanya anaknya hari ini bisa ke sini, dia lulusan terbaik di kampusnya" kata Wahyu.


"Emang dia mau di tempat kan di mana mas?" tanya Arra yang memang belum tahu rencana sang suami yang mencari asisten pribadi untuk anaknya.


"Ya di hotel ma, dia kan akan jadi asisten Kian, Papa sudah uji coba kerjanya di perusahaan Eno" kata Wahyu menjawab pertanyaan sang istri.


"Boleh deh pa, aku mau"


"Tapi..." kata Wahyu


"Tapi apa pa?" tanya Kian heran.

__ADS_1


"Tapi dia cewek...gak papa kan?" jawab Wahyu.


"Heleh!! cewek tuh baperan pa! jangan lah! ntar aku juga gak nyaman kalau dia baperan" saut Kian.


"Tapi kerjanya bagus lho" rayu Wahyu.


"Emang kenapa kalau cewek? banyak lho cewek yang kerjanya lebih baik daripada cowok" saut Arra sang Mama.


"Takut Baper ma!" saut Kian


"Banyak kok cowok yang Baperan, sekarang gak jamannya cewek Baper! yang cowok malah lebih parah" kata Arra yang membela kaumnya.


"Maaf chef Wahyu, ada yang ingin bertemu" kata salah satu pelayan restoran nya.


"Siapa?" tanya Wahyu.


"Katanya namanya Kiara chef"

__ADS_1


"Pucuk di cinta ulam pun tiba ma, ini asisten yang Papa bicara kan tadi.....suruh dia masuk" kata Wahyu.


Seorang wanita yang cukup cantik berjalan dengan santai ke arah Wahyu, dengan kuncir kudanya namun terlihat rapi, Kiara berhenti di depan Wahyu dan Arra, dia mengembangkan senyumnya dengan ramah.


"Selamat siang Tuan Wahyu... Nyonya Arra..." sapa Kiara, dia memang tak menyapa Kian yang masih sibuk makan, apalagi Kiara juga belum di perkenalkan oleh Wahyu pada Kian.


"Siang Ki..... Oya kenalkan..ini Arra istri ku dan dia...." kata Wahyu yang ingin memperkenalkan Kian pada Kiara, kian yang merasa di tunjuk oleh sang Papa mendongak ke arah Kiara.


"Dia Kian..... Kian....ini Kiara,dia adalah asisten baru yang akan menemani mu!" lanjut Wahyu.


"Salam kenal Tuan Kian" sapa Kiara, dia sedikit kurang suka dengan kesan pertama bertemu Kian, Kian terlihat memandang remeh dirinya.


"Hemmm...... dengar aku menerima mu jadi asisten ku, tapi ingat..jangan suka memandang wajah ku!!jangan baperan!! dan jangan suka padaku!!..aku terlalu sayang jika di abaikan!!" ucap Kian dengan penuh percaya diri.


"Tenang saja Tuan!! aku tidak suka lawan jenis!!" ucap Kiara dengan menahan rasa kesalnya.


"Eh ladalah!!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2