Birendra

Birendra
Menuju pernikahan


__ADS_3

Bram yang akhirnya menyetujui permintaan Rendra untuk membantunya di perusahaan dan sekarang berniat untuk undur diri, dia ada janji dengan sang calon istri.


Namun saat akan meninggalkan ruangan Rendra, Deni masuk karena akan memberikan Laporan kepada Rendra.


Walhasil sekalian Rendra memperkenalkan Bram sebagai Bos baru Deni kelak, Deni nampak canggung melihat wajah datar dan dingin Bram.


"Deni ini Tuan Bram yang akan menggantikan Pak Farel dan menduduki jabatan wakil CEO,Aku harap kau bisa membimbingnya di awal-awal pekerjaannya!'' kata Rendra memperkenalkan Brama kepada Deni.


"Baiklah tuan Rendra, selamat datang tuan Bram, memperkenalkan saya Deni,saya akan jadi asisten Anda selama bekerja di sini,selamat bergabung tuan Bram,"


kata Deni memperkenalkan diri serta memberi selamat kepada Bram karena telah bergabung dengan perusahaan Rendra


"Hemmmmm....Terima kasih mohon bantuannya" saut Bram dengan datar.

__ADS_1


"Baik Tuan!" kata Deni sambil menekan rasa takutnya, Rendra yang menyadari ekspresi wajah Deni hanya bisa tersenyum tipis.


"Baiklah Kakak ipar, sebelum singa kecil ku mengamuk! sebaiknya aku pergi dulu!" kata Bram pamit.


"Ah...iya pergilah, wanita kalau sudah mengamuk itu mengerikan!!" kata Rendra.


Bram hanya tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Rendra, dia yakin sekali bahwa Acca tidak akan bisa marah kepadanya atau terlihat mengerikan didepannya bila Bram melakukan kesalahan, Deni sedikit kaget ketika Bram mengatakan Rendra sebagai kakak iparnya,dia melihat ke arah punggung Bram dan nampak memiringkan kepalanya sambil berpikir apa yang dikatakan Bram tadi.Setahu Deni Arra sudah menikah dengan Wahyu, berarti yang barusan lewat adalah calon suami Acca, saudara kembar Rendra dan juga Arra, begitulah pemikiran Deni.


"Tuan! apa aku tidak akan mati kedinginan di dekat tuan Bram?" tanya Deni dengan konyolnya.


"Hahahahahaha kamu tak akan mati kedinginan Deni!! tapi kamu akan mati penasaran, karena semakin tau bagaimana sifat Bram,maka kamu akan semakin penasaran!!"


"Sudah ini...aku sudah tanda tangan" kata Rendra.

__ADS_1


"Baik Tuan!"


sedangkan di luar ruangan Rendra, Bram berjalan dengan gagahnya menuju lift,masuk kedalam dan juga menekan tombol untuk ke bawah di area lobby kantor, setelah keluar dari lift, Bram memasang kacamata hitamnya, Dia berjalan keluar tanpa memandang kanan ataupun kiri dan begitulah memang kebiasaan dari Bram, selalu berjalan lurus tanpa mempedulikan kanan-kiri walaupun dia tetap terlihat waspada.


Bram segera memasuki mobilnya yang dia parkir di parkiran kantor Rendra, seorang security yang mengenal Bram membungkukkan untuk memberi hormat kepada Bram dan Bram membalas nya,Bram segera melajukan mobilnya menuju ke butik dimana sang kekasih sedang menunggu kedatangan Bram. sedangkan di butik Acca sudah mondar-mandir di kantornya dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun, bagaimana bisa sang kekasih lupa bahwa hari ini mereka harus fitting baju pengantin serta berencana untuk makan siang bersama setelah beberapa hari dipisahkan oleh Dad Ferdi.


Dengan tenang Bram masuk ke dalam butik milik Acca setelah memarkirkan mobilnya, semua orang yang mengenal Bram nampak menunduk memberikan hormat dan Bram seperti biasa berlalu begitu saja dengan kacamata hitamnya menuju ke ruangan Acca.


"Sudah siap bajunya?" tanya Bram tanpa basa-basi.


"Kakak!!! kau membuat ku marah!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2