Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 20


__ADS_3

"Di mulai dari nol ya sayang...."


Ucapan Arvan seakan menjadi bumerang bagi Aluna, dia jelas ketakutan melihat Arvan dengan celana boxer nya saja,tanpa kaos yang tadi dia pakai, kaos tersebut sudah Arvan lempar ke sudut kamar yang terlalu besar itu.Aluna jelas tak siap menghadapi Arvan bila benar-benar Arvan meminta malam pertama mereka sebagai pengantin baru.


"Mundur!!! aku bilang mundur Van!!"


perintah Aluna yang semakin terpojok, dan posisinya sangat tidak menguntungkan, Aluna sedang berada di atas ranjang,karena tadi sedang membenahi tempat yang akan mereka tiduri bersama.


"Mundur??tidak dong!....Maju dong sayang..." goda Arvan, bahkan dia sekarang sudah menurunkan celana boxer nya sedikit, hingga merk Celana D*alam nya terlihat jelas oleh Aluna.


"Arvaaaaaannn!!!Naik kan itu!!" perintah Aluna kesal bercampur panik.


"Turunin gak ya....naik...turun....naik...turuuun!"


ucap Arvan sambil menaikturunkan celana boxer nya sambil tersenyum licik ke arah Aluna, Aluna yang kesal namun otaknya terus berputar, mencari cara bagaimana membuat Arvan mengurung kan niatnya.Dia yakin sekali kalau Arvan pasti hanya mempermainkan saja.Namun Aluna juga khawatir kalau Arvan benar-benar meminta malam pertama nya, karena jujur saja, Aluna belum begitu mengenal Arvan,jadi dia tak bisa menebak apa tindakan Arvan ke depannya.Hingga sebuah ide cemerlang di dapatkan Aluna, sebenarnya dia hanya memprediksi 50% dari keberhasilan ide nya.

__ADS_1


"Apa salahnya di coba?!" batin Aluna.


Seketika Aluna duduk di atas ranjang dengan menggoda, membuka satu kancing piyamanya dan melepaskan ikatan rambut nya, mengibaskan ke kanan dengan sensual.Arvan nampak mengerutkan keningnya melihat aksi Aluna.


"Mas.....mau Luna malam ini?" ucap Aluna dengan nada menggoda.


Arvan yang tadinya sudah bersiap menerkamnya,kini sedikit terkejut, bahkan dia menegakkan cara berdirinya, sedikit mundur ke belakang.Aluna yang ingat kalau dia memakai tank top di dalam piyama nya,mencoba lebih nekat lagi. Dengan gerakan perlahan dia membuka satu persatu kancing piyamanya.


"Mau apa kamu Aluna!!!??" sentak Arvan antara kaget dan panik, dia tak menyangka kalau Aluna merespon baik godaan nya tadi.


"Berhenti Aluna!!" ucap Arvan sambil mengedarkan pandangannya menjadi kaos yang tadi dia buang entah kemana.


"Luna mau mas malam ini!" goda Aluna terus melihat Arvan yang panik.


"Dasar wanita setres!!!" teriak Arvan.

__ADS_1


"Aku tak akan memberikan keperjakaan ku padamu!!" lanjutnya sambil menyambar kaos nya dan berlari keluar kamar. Tawa Aluna ingin sekali meledak, namun dia menahannya.


"Maaassa ...sayang....jangan tinggalkan Luna maaass!!" teriak Aluna di buat semanja mungkin, kemudian dia cekikikan sendiri sambil berguling-guling di ranjangnya.


"Hihihihihihi... Luna di lawan!!" gumamnya, kemudian dia meraih selimut dan mulai memposisikan diri untuk tidur.Sedangkan Arvan sedang menghubungi seseorang di ruang tamu.Dia benar-benar tak tahan bersama Aluna, belum juga 24 jam bersama nya, namun dunia Arvan seakan jungkir balik.Arvan tak tau sampai kapan dia akan bertahan dan menang dari Aluna.


"Hallo" saut yang di sana.


"Wo!!! Bantu gue!! loe harus bawa gue kabur dari rumah ini!!! ini rumah hantu Wo!!! rumah ini mengerikan!!! apalagi menghuninya kuntilanak abadi!!!"


"Hah???"


"Wo.... Dewo...loe denger gue kan!!??" tanya Arvan.


Sedangkan Dewo sedang terlelap kembali dengan ponsel yang masih menempel di telinga nya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2