
Faash, Dewo, Kian dan juga Arvan sedang menikmati masa kebersamaan mereka, Aluna yang beberapa hari ini sibuk bersama sang mertua nampak mengabaikan suaminya, hingga akhirnya Arvan memutuskan untuk menghubungi sahabat-sahabatnya,dan berkumpul di apartemen Faash.
"Skak mat!!" pekik Kian ketika memenangkan permainan Catur nya berhadapan dengan Faash.
"Aah sial!!! .....gak konsen gue!" saut Faash dengan kesalnya.
"Kenapa?" tanya Arvan yang sibuk dengan game di ponselnya.
"Ternyata cewek itu gak mudah menyerah!!" saut Faash yang pada akhirnya membaringkan tubuhnya di karpet berbulu yang dia duduki, Mereka berempat sedang duduk santai di ruang tamu apartemen tersebut.
"Benarkah? bukannya loe udah bawa dia ke tempat -tempat tongkrongan loe di kampung? loe bilang harusnya dia ilfil!" saut Arvan, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar, tidak mungkin ada seorang cewek semanut itu pada orang tuanya, padahal jelas-jelas cewek itu tak mungkin mencintai Faash atau mungkin belum mencintai Faash.Namun, mau-maunya dia di jodohkan dengan Faash.
"Iya..... awalnya dia terlihat tak nyaman!! tapi lo tahu?? lama-kelamaan dia merasa nyaman dengan tongkrongan- tongkrongan gue!! aah sial!! pokoknya gue gak mau di jodohkan!!" saut Faash.
__ADS_1
"Apalagi dia anak seorang pejabat!! bisa-bisa gue harus terus jaim di depan masyarakat kalau sampai gue jadi mantu nya!!" lanjutnya.
Dewo cekikikan sendiri mendengar nasib Faash, seseorang yang menurut Dewo seperti punya dua kepribadian, di kantor dan di kalangan pebisnis, Faash terlihat berkharisma dan berwibawa,dia juga terkenal sangat dingin dan menyeramkan, sifat Papa nya begitu menurun padanya, namun berbeda dengan di tempat tongkrongan dia yang berada di area perkampungan, Faash terkenal cukup welcome, Bahkan Faash terlihat seperti preman jalanan sama dengan mereka, hanya bedanya Faash terlihat lebih putih daripada teman-temannya, orang-orang di sana cenderung berkulit gelap dan bahkan beberapa terlihat dekil,namun untuk gaya pakaian Faash benar-benar sama persis seperti mereka, begitulah gaya Faash jika dia bertemu dengan teman-teman tongkrongan yang ada di perkampungan,dari mereka berempat hanya Faash saja yang mempunyai berbagai jenis teman dari kalangan bawah sampai kalangan atas.
"Gimana kalau buat gue aja? ntar gue bantu loe deh!" saut Dewo yang sedari tadi hanya menyimak.Sebuah bantal sofa melayang dan mengenai wajah Dewo. Dewo mencoba mencari tau siapa yang melempari dia bantal sofa tersebut.
"Apaan sih Van??" ucap Dewo ketika tau Arvan lah pelakunya.
"Loe mau selingkuh dari adik gue??!?" tanya Arvan ketus.
"Van...loe tau kan kalau gue dan Thisa gak ada hubungan apapun?" kata Dewo yang mencoba menjelaskan, dia memang tak mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia merasa rendah diri jika harus mengharap kan Thisa, yang berasal dari kalangan keluarga kaya raya.
"Gue gak peduli!! yang jelas loe harus jadi adik ipar gue?!" kata Arvan dengan santainya.
__ADS_1
"Kok loe maksa sih??!!" ucap Dewo.
"Gue tau loe dari kecil Dewo!!! gue tau loe cinta sama dia!!!" saut Arvan. Dewo hanya diam saja.
"Loe jangan terlalu menganggap keluarga gue pilih-pilih Wo, bukti nya Mami, Aluna...kita gak pernah memandang status seseorang " ucap Arvan yang tau akan jalan pikiran Dewo.
"Ckc.....kok jadi bahas Dewo!!...gue nih yang nyesek!!" saut Faash ketika melihat kedua sahabatnya berdebat.
"Abis Dewo bego' sih!!"
"Gue lebih bego'!.....lihat nih...." kata Faash sambil menunjuk kan layar ponsel yang memperlihatkan nama Camelia di sana.
"Gue jadi bego ngadepin ni cewek!!"
__ADS_1
Dewo, Arvan dan Kian cekikikan bersama melihat wajah Faash yang nampak tertekan, Mereka malah berharap Faash dan Camelia berjodoh, walaupun di depan Faash sok-sokan memberi saran agar Camelia menjauh, memang sungguh mereka sahabat gak ada akhlak!.
bersambung