Birendra

Birendra
Eno vs Celia


__ADS_3

Rendra sedang berjuang membangun kan Arsy yang sudah melayang ke dalam mimpi indahnya di ruang ganti baju, Arsy yang notabene nya dari keluarga sederhana, nyaman-nyaman saja dengan tidur hanya beralaskan bedcover saja, dia bukan gadis manja yang wajib tidur di kasur empuk, itulah uniknya Arsy, Arsy bisa menyesuaikan diri dimanapun dia berada, walaupun otaknya lemot seperti kata suaminya,namun dia cukup pandai menempatkan diri, Arsy cukup bahan dan bisa menerima di mana dia harus menjadi seorang wanita yang penuh dengan limpahan harta dari suaminya,atau dia harus menjadi wanita sederhana dengan segala keterbatasannya,karena memang hidupnya dari kecil sudah sederhana.


Beralih ke Eno yang melajukan mobilnya cukup pelan menuju ke kosan tempat Celia menyewa,Celia yang merasa canggung akan adanya Eno di sampingnya hanya bisa diam saja bahkan sesekali dia memandang keluar mobil. Entah mengapa dia yang biasanya menyapa Eno dulu dengan santainya, kini berubah menjadi kecanggungan yang sangat luar biasa,Celia bukan gadis bodoh yang tidak tahu arah mata dari Eno, Eno sedari tadi hanya meliriknya, bahkan di rumah bos Rendra,Eno terang-terangan memandang Celia tanpa henti.


Celia bukannya merasa baper akan perhatian dari Eno, namun Celia cukup berpengalaman dengan laki-laki yang mendekatinya,hingga dia bener-bener mengartikan lain dari pandangan mata Eno padanya, Celia tau betul siapa Eno, menurut cerita bos Rendra dan Farel yang sering dia curi dengar,Eno adalah Playboy cap kadal!! yang hanya bertahan 1 minggu dengan pacarnya, bahkan jika lebih dari 2 minggu itu merupakan rekor tersendiri bagi Eno setelah bosan berjalan-jalan dan menikmati pacaran berdua dengan kekasihnya, Eno akan memutuskan kekasihnya itu tiba-tiba.


"Kok diam saja?" tanya Eno mengurai kecanggungan mereka.


"Emang mau ngobrol apa pak" jawab Celia


"pak? emang aku bapak mu!!" ucap Eno pura-pura ketus.


"Heh!!"----- Celia menghela nafasnya.


"Lalu aku harus panggil apa pak! itu adalah panggilan yang sangat sopan menurut ku" lanjut Celia


"Di panggil apa gitu kek!! sayang kek!! mas kek...Abang juga boleh!" kata Eno dengan santainya


"Itung-itung latihan,kalau kita udah nikah besok" ucap Eno di akhir e senyuman yang menampakkan gigi-gigi depannya.


"Ehemmm.... dengar pak Eno yang terhormat!! kita bukan siapa-siapa!! kita gak ada hubungan apa-apa dan gak akan pernah akan ada!!! jadi bapak, jangan coba merayu saya, seperti gadis-gadis yang sedang anda koleksi!!" cerocos Celia yang kesal dengan kata-kata Eno


"Celia..a...!!"


"Stopp!!! saya gak akan bicara apapun sama bapak, sampai kita sampai di depan kost saya!" Celia memotong ucapan Eno.

__ADS_1


Eno bukannya marah, dia malah tersenyum tipis mendengar kata-kata Celia, bagi Eno Celia terlihat seperti seorang gadis yang sedang ngambek dengan pacarnya, dan Eno suka itu.Semua gadis yang mendekati atau bahkan di dekati Eno,tak ada yang segalak Celia, mereka semua menerima Eno bahkan mengantri ingin berpacaran dengan Eno, hanya Kalis sahabat Arsy yang kapan hari menolaknya,namun itu pun tak se galak Celia.


Eno sangat jahil, dia semakin memelankan laju kendaraan nya, dan mengambil jalan alternatif yang lebih jauh lagi, sungguh Eno ingin lebih lama berduaan dengan gadis yang ada di sampingnya,bahkan sekarang sudah menunjukkan pukul 9 lebih, Celia yang kelelahan akibat pekerjaan yang banyak di kantor,dan dengan seenaknya saja Rendra memerintahkan Celia untuk menuruti acara ngidam nya, membuat Celia semakin lelah dan akhirnya dia tertidur di kursi nya.


ini hanya memandang ke arah si Lia dia bener-bener sangat menyukai watak si Lia yang tampak polos tanpa make up tersebut, Celia nampak tertidur dengan begitu damai. Akhirnya karena Eno tak tau alamat lengkap Celia karena sebelum tidur Celia hanya mengatakan daerah kost nya bukan alamat lengkap kost nya. Eno melajukan mobilnya menuju ke arah apartemen nya, apartemen yang tak setiap hari dia datangi, karena Mami Kayla tak mengijinkan Eno tinggal sendiri sebelum mereka menikah, jadi Eno hanya tidur di apartemen miliknya di saat weekend saja, itupun kadang di temani Farel, Rio atau Nawfal. Setelah sampai di apartemen miliknya, Eno memarkirkan kendaraan nya dan mengendong Celia ala bridal, dia melewati lobby apartemen nya dengan santai.


"Wwwiiihh cewek baru mas bule?" tanya salah satu satpam yang mengenal Eno


"Masih incaran Gus, susah di dekati!" kata Eno sedikit lirih agar Celia tidak terbangun.


"Masih incaran aja udah di gendong-gendong! gimana jadi mas?" seru Agus satpam jaga apartemen yang memang sudah kenal dengan Eno.


"Di ehem-ehem kali Gus!!" jawab Eno sambil mengeringkan sebelah matanya, dan langsung masuk ke dalam lift yang baru saja terbuka.


"Gila ya mas bule!! begitu tuh kalau punya wajah ganteng, cepet bener dah punya gebetan, lha gimana gue yang muka editan kamera semua" gumam Agus sambil menatap Eno yang sudah di bawa naik oleh lift tersebut.


"Cantik dan imut banget sih kamu" seru Eno sambil memandang wajah Celia yang sedang tertidur pulas.


Akhirnya setelah puas memandangi calon pacarnya itu, Eno mengganti baju nya dengan celana boxer dan kaus putih tanpa lengan, dia membawa bantal dan selimut ke sofa yang ada di kamar tersebut. Dan akhirnya ikut terlelap dalam mimpi indahnya.Pagi menjelang, dan benar saja dugaan Eno, karena terlihat Celia sangat kelelahan semalam,hingga mengurungkan niat Eno untuk membangunkan Celia dari tidurnya, Eno berjalan menuju kamar mandi, setelah membersihkan diri Eno keluar dari kamar tersebut dan memasak beberapa camilan untuk nya dan Celia.


Di dalam kamar, Celia yang merasakan kasur empuk nan mahal milik Eno terlihat begitu betah, bahkan Celia tak menyadari keberadaan nya di mana, setelah mengumpulkan nyawanya, Celia langsung terbangun dan duduk di atas kasur.


"Dimana ini?"


"Tidak!!! jam 9 pagi?"

__ADS_1


"Tunggu!!!....tunggu.....di mana terakhir aku semalam??"


"Semalam aku....aku.....apa?????"


"Tidaaaaaaakkk!"


Celia mulai bertanya-tanya di dalam hatinya, ketika dia mengingat sesuatu, rasa malu dalam dirinya tiba-tiba mendominasi.


"Bodoh.....bodoh... bodoh!!". jerit Celia di dalam hatinya.


ceklek.....


"Pagi manis! sudah bangun? bersihkan dirimu dan kita sarapan!" " tanya Eno sambil tersenyum manis


"Kenapa membawaku kesini?" tanya Celia to the point dengan ketus.


"Supaya kamu terbiasa dengan rumah masa depan kita" kata Eno santai.


"Enoooooo!!!!!" teriak Celia kesal


Namun sayangnya Eno hanya menutupi kedua telinga nya karena mendengar teriakkan Celia


bersambung...


Sekarang sama OTHOR dua bab di jadikan satu ya...jadi lebih panjaaaang....hehehehhe...

__ADS_1


#EdisiMalakKopiAtauBunga


__ADS_2