Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 39


__ADS_3

"Kenapa?"


tanya Arvan sambil memeluk tubuh Aluna dari belakang, dia benar-benar baru menyadari wajah gelisah sang istri.


"Tidak apa-apa" saut Aluna,namun pandangan matanya tertuju pada taman bunga di luar jendela.


"Apa ada yang membuat mu tidak nyaman?" tanya Arvan lagi.


"Tidak...bukan seperti itu......, istirahat lah, aku akan membantu Mami menyelesaikan pekerjaan" Luna melepaskan pelukan tangan Arvan dan segera keluar dari kamar tersebut.


Arvan hanya terdiam ketika Aluna seakan menghindari nya. Setelah beberapa jam, semua orang berkumpul di rumah tersebut, bahkan Dad Ferdi dan Mom Raisya juga hadir di acara makan malam keluarga.Aluna bersikap seramah dan sebiasa mungkin, karena sebenarnya dia merasa sangat canggung berada di tengah-tengah mereka, mungkin Aluna belum terbiasa, memang selama menikah dengan Arvan, mereka jarang sekali berkumpul seperti ini, karena memang pernikahan mereka baru seumur jagung.Apalagi, Arvan dan Aluna tak pernah menjalin hubungan percintaan sebelum nya, hingga Aluna pun tak begitu mengenali keluarga tersebut.


Selesai acara makan malam, Aluna pamit ke kamar terlebih dahulu, sedang kan Arvan masih berkumpul di ruang keluarga bersama Mami dan Papi nya, karena Opa dan Oma nya pun sudah istirahat bersamaan dengan Aluna.Aluna yang memasuki kamar Arvan, mengedarkan pandangannya, ini kali pertama dia menginap di kamar Arvan, karena setelah mereka menikah, Arvan dan Aluna tinggal di hotel dan langsung menempati rumah yang di pilih Aluna.Entah apa yang di pikirkan wanita tersebut, Namun pandangan matanya tertuju pada taman bunga yang terlihat gelap dari jendela kamar tersebut.


Di sisi lain, Dewo sedang di buat pusing dengan tingkah Thisa, Dewo sama halnya dengan Aluna, dia merasa kurang pantas jika harus berdampingan dengan Thisa, salah satu anak Bos nya di kantor, dia hanya seorang asisten dari wakil CEO perusahaan tersebut.Karena itu Dewo sebisa mungkin menghindari Thisa.


"Aku antar pulang Nona" ucap Dewo berulangkali dan berulang kali juga Thisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kita hanya berdua Wo, kenapa panggil Nona sih!!" ucap Thisa sewot.


Mereka sedang berada di dalam mobil serta berada di pinggir kota, Thisa yang mendapatkan undangan teman-temannya, memilih meminta bantuan sang Papi,agar memerintahkan Dewo menjemput nya.Dan benar, Dewo memenuhi perintah Bos nya tersebut.


"Aku mau ke hotel dekat sini, kita nginep di sana, di daerah sini ada danau kecil, pagi-pagi udaranya pasti sejuk, kita pesen dua kamar mandi ya?...." tawar Thisa.


"Tidak Nona, kita akan pulang"


"Tapi ini sudah malam Wo, bentar lagi tengah malam"


Cup....


Sebuah kecupan di pipi Dewo, menyadarkan Dewo kalau gadis yang hendak di bopong nya tersebut sudah terbangun, dengan segera Dewo melepaskan tangannya dari tubuh Thisa.


"Nona sudah bangun?....kita sudah sampai" kata Dewo sambil menjauh dari Thisa dan kini berdiri di samping mobil.


"Gak jadi di gendong?" tanya Thisa dengan sejuta senyuman.

__ADS_1


"Silahkan Nona, aku harus kembali" Dewo mempersilahkan Thisa untuk keluar dari mobil.


"Dewo.....apa tidak ada sedikit saja kesempatan buat aku?" pertanyaan Thisa tiba-tiba membuat Dewo menatap gadis yang sudah berdiri di depan nya itu.


"Tidak Nona....jangan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin" ucap Dewo, dia pikir sudah saatnya mempertegas hubungan mereka.


"Dewo" ucap Thisa lirih.


"Jadi kamu benar-benar gak pernah ada rasa sedikitpun sama aku?" tanya Thisa,kini matanya sudah berkaca-kaca menahan sekuat tenaga air mata nya.


"Masuklah Nona, hari sudah malam" ucap Dewo sambil membungkuk sedikit tanda hormat, kemudian dia memasuki mobilnya dan segera berlalu dari sana.


Kaki Thisa lemas seketika, kemudian dia jongkok dan memeluk lututnya sendiri, melampiaskan tangisannya seorang diri,Tanpa di sadari Thisa, mobil Dewo berhenti karena Dewo melihat Thisa menangis melalui kaca spion nya,Dewo memejamkan matanya sejenak, Sungguh.... hatinya juga sangat sakit saat ini, Bagaimana pun juga, Dewo terlebih dahulu jatuh hati pada adik dari bos sekaligus sahabat nya sendiri,Bahkan sejak Thisa masih duduk di bangku SMP, gadis ceria itu sudah membolak-balik hidup Dewo yang kala itu duduk di bangku SMA,Namun perbedaan status mereka,membuat Dewo tau diri dan mencoba memendam rasa cintanya.


"Maafkan aku Thisa" ucap Dewo lirih, kemudian berlalu dari sana.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2