
Berbagai macam celetuk ibu-ibu yang sedang berbelanja bersautan ketika melihat Arvan memanggil Aluna.
"Itu suaminya?.....bagai dewa turun dari langit!" Kata salah satu ibu-ibu.
"waaahhh mau dong jadi madu nya mbak Luna" seru yang lain yang hanya berbeda beberapa tahun dari Aluna.
"itu perut nya aahhh.....pengen ngelus-ngelus-!" pekik Bu Karjo sambil terus mengelus sayur kangkung nya, tanpa dia sadari pak Karjo sudah berada di belakang nya sambil berkacak pinggang.
"Bu!! ingat umur!!....pulang!!?" Seru pak Karjo yang melihat istrinya terpesona dengan wajah dan tubuh Arvan.
Aluna sudah melayangkan tatapan tajam pada sang suami, dia memberi kode pada Arvan agar masuk karena keluar rumah dengan bertelanjang dada.Arvan malah tersenyum jahil pada sang istri, dia yang mendengarkan celotehan para ibu-ibu itu merasa bangga, kemudian Arvan masuk sebentar dan memakai kaosnya, dan sengaja mendatangi Aluna yang sedang berbelanja bersama ibu-ibu yang lain, Bu Karjo yang sejatinya ingin menuruti sang suami untuk pulang diurungkan niatnya,karena melihat Arvan yang mendekati mereka semua, Aluna semakin mendelik melihat Arvan yang malah mendekati nya, karena jujur saja Aluna tidak mau para ibu-ibu heboh dengan kedatangan sang suami.
"Eh hallo perkenalkan saya Bu Karjo, seantero komplek ini tau siapa saya" saut Bu Karjo dengan jumawa nya, yang entah sejak kapan sudah berada di hadapannya Arvan.
"Oh iya..pagi juga Bu Karjo, saya Arvan" sambut Arvan sedikit ramah sebagai pemanis saja.
"Pengantin baru ya mas?" tanya si ibu yang lainnya,Bu Karjo jelas-jelas terlihat kesal melihat seseorang menyerobot nya.
"Iya Bu.....baru banget" saut Arvan, dengan tak tau malunya, Arvan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
__ADS_1
"uuuhhhh so sweet"
"Aduuhh iri aku!!!"
"Aku yang ikut deg-degan"
Lagi-lagi kelakuan Arvan sukses membuat para ibu-ibu heboh dan berceloteh ria, hingga beberapa saat kemudian, beberapa bapak-bapak ikut mendekati mereka.
"Waduh tukang sayur nya ganti ya?"
"Iya...masih seger lagi!"
"Pulang Bu..bubar.....suami dan anaknya pada kelaparan tuh!"
Sekarang gantian si bapak-bapak yang mengomentari, entah karena iri merasa tersaingi Arvan,atau apalah, yang jelas bapak-bapak saling bersautan mengomentari ibu-ibu yang sedang kesemsem pada Arvan.Aluna yang gak mau menambahkan heboh suasana pagi ini, akhirnya menarik sang suami masuk ke dalam rumah setelah membayar barang belanjaan nya.Aluna segera menghempaskan tangan Arvan dengan kesal.
"Sengaja banget ya mas!!?? apaan keluar dari rumah pake telanjang dada segala??!!! udah gitu seneng di godain ibu-ibu?? iya??....bikin kesel aja!!" omel Luna, dia segera berlalu ke dapur tanpa menunggu jawaban dari Arvan.
"Kamu cemburu?" tanya Arvan yang mengikuti arah sang istri ke dapur.
__ADS_1
"Iih....pede gila kamu mas!! gak mungkin lah seorang Aluna cemburu sama model lelaki keganjenan kayak kamu!! sorry aja ya!!" saut Luna dengan kesalnya, dia meletakkan asal belanjaan nya dan segera mencuci tangan nya. Arvan yang kesal karena perkataan Aluna, seketika menghimpit tubuh Luna sampai menempel di meja dapur.
"Apaan sih.... minggir gak??!!" ucap Aluna ketus.
Sayangnya ketika melihat ke arah tatapan Arvan, Luna mendadak ciut nyalinya, tatapan mata tajam Arvan,seakan menguliti tubuh Aluna.
"Lepaskan Van!!!" peringatan Aluna kesal tanpa menoleh ke arah Arvan.
"Van??" ucap Arvan,entah mengapa dia tak suka dengan panggilan Arvan pada dirinya, karena Arvan lebih sering mendengar Aluna memanggilnya mas.
"Iya...arvaa.. hmmmfpppt"
Arvan melumaaat bibir mungil sang istri sedikit kasar, setelah Aluna hampir saja kehabisan nafas, Arvan melepaskan pangutan nya dan berbisik ke arah telinga Aluna.
"Kita main di sini....dengan gaya baru" bisik Arvan.
"Tuhaaaannn tolong Aluna!!!" jerit batin Aluna.
Melihat wajah tegang Aluna, Arvan mengulum bibirnya sendiri menahan tawanya, dia benar-benar akan melakukan penyatuan nya di dapur kecil rumah yang pernah dia tolak untuk di tinggali tersebut.
__ADS_1
bersambung