
Wahyu sedang ber tempur dengan alat-alat dapur untuk membuatkan makanan untuk Arsy dan istrinya.Belum juga selesai bubur nya, Bram datang dengan sang istri di pagi ini.
"Tumben pagi-pagi ke sini?" tanya Mom Raisya yang baru saja keluar dari kamar nya
"Acca pengen makan nasi goreng Pete buatan chef Wahyu ma" kata Bram
"Apa!!!!" teriak Wahyu yang mendengar kata-kata dari Bram.
"Gak!! emang kalian berani bayar aku berapa??aku ini chef terkenal!! penghasilan ku cukup fantastis untuk satu menu hidangan! dan.....!" belum juga Wahyu menyelesaikan perkataannya, Bram sudah menatap Wahyu dengan wajah garang nya sambil memiringkan kepalanya menatap Wahyu, Wahyu seketika menelan salivanya dengan susah payah, tak dapat di pungkiri pesona seram dan garang wajah Bram sering kali membuat ciut nyali Wahyu.
"Dan....dan... tentu saja! demi Kakak ipar aku akan memasak nasi goreng Pete pesenan tuan putri Acca!" ucap Wahyu dengan gugup. Acca memang lebih tua beberapa menit dari Arra.
Mom Raisya sudah menutup mulutnya demi menahan tingkah mantu- mantu nya itu, Dad Ferdi tiba-tiba ikutan nimbrung ketika keluar kamar dan melihat semua orang ada di dapur. Dad Ferdi heran melihat Wahyu berpakaian lengkap ala chef restoran.
"Kamu mau ikut kompetisi Yu?" tanya Dad Ferdi
__ADS_1
"Tentu saja tidak Dad! ini karena ulah menantu Daddy yang paling cantik itu!!" kata Wahyu sambil melihat ke arah panci yang terlihat sudah matang.
"Hemmm harum bau nya!" kata Arsy
"Daddy juga mau!" Dad Ferdi langsung duduk di samping Arra,dan mereka terlihat seperti tiga bayi yang menanti asupan makanan.
Wahyu segera menghidangkan bubur pesanan Arsy,dan segera beralih ke makanan yang di pesan oleh Bram untuk Acca, setelah mendapat bubur nya Arsy, Dad Ferdi dan Arra beranjak ke meja makan besar,dan berganti Acca yang duduk manis di temani Bram menunggu Wahyu memasak nasi goreng Pete.
"Kasih cabe juga Yu!" pinta Acca
"Satu aja Mas"
"Yu kasih cabe setengah saja!" ucap Bram yang memang tak bisa di bantah oleh Acca.
Wajah Acca sudah terlihat cemberut, dia ingin makan nasi goreng pedes gila sebenarnya, namun tentunya Bram akan memarahi nya dan bisa berakhir dengan Acca yang di diamkan oleh Bram, ya begitulah Bram, bila Acca tak mau menuruti Bram, padahal itu untuk kebaikan Acca, maka Bram akan memakai mode silent pada Acca, dan pasti nya Acca yang bucin akut pada Bram akan kelabakan sendiri.
__ADS_1
"Mana ada cabe setengah Bram? nanti yang setengah siapa yang makan?" kata Wahyu berniat menggodanya.
"Berarti kamu yang makan!" kata Bram tenang
"Ogah!!!" saut Wahyu dengan ketus.
Wahyu segera berkonsentrasi dengan masakan nya, dia bahkan tak peduli dengan dua sejoli yang menunggu nya memasak sambil sesekali bermesraan. Bram bahkan lupa tempat, dia yang dingin memang suka tak tahan melihat tingkah menggemaskan sang istri, hingga sering kali di manapun berada, Bram sering melayang kan ciuman di bibir Acca, seperti saat ini, Wahyu seakan tak terlihat di mata Bram.
"Woy...... hargai gue dong!!! jadi pengen nih!!"
teriak Wahyu ketika menghidangkan nasi goreng Pete milik Acca namun dia harus melihat adegan di mana Bram meluuumat bibir sang istri, sungguh ipar btak ada akhlak.
"Sirik!! ini sarapan pagi gue!" kata Bram dengan santai,lalu menggeser piring nasi goreng Pete itu ke hadapan sang istri.
"Arra sayang....!!! aku juga mau sarapan!!" teriak Wahyu sambil berlalu menghampiri istri nya.
__ADS_1
bersambung