
Perjalanan menuju rumah sakit seperti uji nyali bagi sang pengemudi,siapa lagi kalau bukan Eno.Tiba-tiba saja Arsy terlihat mengejan, dan hal itu membuat Celia menjerit, Rendra segera memposisikan diri Arsy untuk berbaring dengan pahanya menjadi bantalan kepala Arsy.
"Celia diam!!! jangan panik!! kak Eno fokus!!!" Teriak Rendra,
kegaduhan mulai terdengar dari dalam mobil tersebut, Rendra sibuk menenangkan Arsy dan sibuk membentak Celia,karena beberapa kali Arsy terlihat mengejan dan setiap kali itu terjadi Celia berteriak histeris.Dengan secepat kilat Eno sampai di depan lobby rumah sakit,namun bersamaan dengan itu
"Oek....oek.....oek......!!''
Bayi itu terlahir di dalam mobil, bersamaan dengan Eno menghentikan mobilnya, dan tidak ada yang menyangka bersamaan dengan itu juga Celia pingsan di kursinya.
"Dokteeeerrr!!" teriak Eno yang keluar terlebih dahulu karena melihat Arsy melahirkan di dalam mobil. Rendra lebih panik dan shock karena melihat anaknya lahir di dalam mobil.
"Sayaaaang! gak elit banget sih, masa' anak seorang Birendra lahir di dalam mobil"
rengek Rendra yang sukses membuat mata tajam Arsy menatapnya sambil terus mengatur nafasnya.Rendra yang menyadari tatapan tajam yang istri, langsung terdiam, dia tak menyangka kalau Arsy bisa semenakut itu sekarang.
Dengan sigap dan cepat seorang dokter dan suster berlari ke arah mobil dan segera menangani Arsy setelah Eno masuk dan meminta pertolongan, Tiba-tiba Rendra terlihat lemas karena melihat sang istri bahkan tanpa pertolongan dokter, melahirkan sendiri dengan di temani olehnya di dalam mobil yang tengah melaju ke rumah sakit.Rendra masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya, Arsy benar-benar wanita hebat, bahkan dia hanya tersengal-sengal sambil berusaha mengatur nafasnya,dan di sini Rendra yang malah terlihat lemas. Eno dan Rendra mengikuti Arsy dan bayinya yang sudah di bawa masuk untuk di rawat lebih lanjut,mereka bahkan lupa jika ada Celia yang sedang pingsan di dalam mobil, setelah Arsy di bawa masuk dan mobil di bersihkan, Eno yang menemani Rendra menunggu istri nya di tangani merasa ada yang tertinggal.
"Re...kok kayak nya ada yang kurang ya?" kata Eno
"Emang apa yang kurang?" tanya Rendra balik.
"Celia!!'' ucap mereka bersama.
Eno langsung berlari ke arah mobilnya yang masih berada di sana,dengan segera dia membuka pintu dan di lihat nya Celia masih pingsan di kursinya.
"Celia.... Cel....bangun!" ucap Eno
Namun Celia tak kunjung sadar, akhirnya dia membawa Celia ke ruang rawat dan seorang suster membantu Eno membangunkan Celia yang sedang pingsan.
__ADS_1
Celia nampak membuka mata perlahan, namun bukannya bangun, Celia kembali memejamkan mata nya, tiba-tiba airmata nya meleleh, dia menutupi mukanya dengan kedua tangannya yang terlihat gemetaran, suster tersebut meninggalkan Celia dan Eno berdua.
Eno yang tak tau apa yang terjadi pada Celia,hanya diam saja di samping Celia, dia membiarkan Celia terisak kecil sambil terus menutupi wajahnya. hingga beberapa saat kemudian, Celia yang bisa menguasai dirinya lagi, berhenti menangis dan mulai turun dari ranjang rumah sakit tersebut.
"Maaf sudah merepotkan Anda!" kata Celia, Eno hanya diam saja.
"Di mana nona Arsy? apa dia baik-baik saja?" lanjut Celia karena melihat Eno hanya diam saja.
Merasa ada yang tak beres dengan Eno, Celia akhirnya tak menghiraukan pertanyaan nya yang tak di jawab oleh Eno, dia bergegas mencari tau sendiri apa yang terjadi pada Arsy, Namun naas, di luar ruangan dia malah bertemu dengan segerombolan orang yang tak ingin di temui nya.
"Lia..." panggil Rina adik dari mendiang mamanya
"Lia....apa kabar?"
tanya Rina, Rina masih merasa bersalah dengan apa yang dilakukan Tasya anaknya, bagaimana juga Celia sudah di anggap sebagai anaknya sendiri, karena dulu kakak nya juga sangat menyayangi dirinya, setiap kali melihat Celia yang wajahnya benar-benar mirip sang kakak, kerinduan nya pada mendiang sang kakak terobati.
namun hubungan tersebut renggang setelah kejadian Tasya yang merebut Roky dari Celia, apalagi setelah itu tak lama mereka menikah,karena Tasya yang sudah terlanjur hamil.
"Tante baik, kapan-kapan main ke rumah, nenek kangen sama kamu" kata Rina.
"Iya Tante, Celia masih sibuk" jawab Celia.
Rina memandang wajah Celia, dia nampak terlihat pucat dan rambutnya sedikit berantakan, ternyata Eno berada di balik pintu dan mendengar semuanya, Eno yakin itu adalah sepupunya dan bekas pacar nya Celia.
"Kamu tidak apa-apa? muka kamu pucat Celia?" tanya Rina terlihat cemas.
"Ini...aku gak papa kok te...aku....." belum juga Celia meneruskan jawabannya, Eno keluar dari dalam.
"Sayang...udah yuk....kita ambil obat kamu dulu" kata Eno seakan tak menyadari ada orang-orang yang berada di sekitar Celia.
__ADS_1
Celia hanya diam sambil tersenyum tipis ke arah Eno yang melingkarkan tangannya ke pinggang Celia.
"eh maaf aku gak tau kamu sama mereka, siapa mereka sayang?". tanya Eno, akting nya benar-benar natural sekali.
"Ini...Tante Rina bersama anak dan menantunya, dan ini Eno Tante, dia...."
"Saya pacarnya Celia Tante!"
Rina hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan mereka berdua, Rina merasa senang Roky sudah tergantikan boleh sosok bule di hadapannya.Akhirnya mereka memutuskan untuk pamit terlebih dahulu, Sepeninggal Rina beserta anak dan menantunya, Eno dengan cepat menurunkan tangannya dari pinggang Celia,
"Cepat.. katanya mau ketemu Arsy!" kata Eno yang terdengar datar tak selembut saat ada Rina tadi. Celia hanya menghela nafasnya pelan, dia tau tadi Eno hanya bersandiwara.
"Nona Arsy!!" pekik Celia ketika sampai di ruang rawat Arsy.
"wahh ganteng banget adik kecilnya non!" kata Celia
"Boleh aku menggendong nya?" tanya Celia,dan Arsy mengangguk.
Dengan hati-hati Celia mengangkat bayi kecil itu, dan menimangnya dengan pelan, entah mengapa Eno berjalan mendekati Celia, dia melihat Celia begitu lembut menanggapi bayi mungil itu.
"Dia lucu ya?" kata Celia.
"Hemmm...kamu mau yang seperti ini?" tanya Eno asal.
"Iya aku mau satu!" celetuk Celia tanpa sadar.
"iya nanti kita bikin sendiri" jawab Eno.
"Eh....." Celia terlihat merona dengan apa yang di katakan oleh Eno, tanpa sepengetahuan Celia, Eno tersenyum tipis.
__ADS_1
Beberapa minggu ini,Eno memang berencana untuk menghindari Celia karena penolakan dari Celia, namun entah mengapa ketika melihatnya kembali, Eno malah semakin ingin bersama dengan Celia, diam-diam gadis itu benar-benar sudah masuk terlalu dalam ke dalam hatinya, Eno berjanji akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan Celia.
bersambung.....