
"Kalau gitu Avan boleh tidul sama om Blam dan aunty Acca?"
Senyum seringai nampak terbit di bibir Rendra.
"Of course Boy!"
"Yes....yes.....yes..... Avan seneng!! Avan suka belmain sama om Blam!" kata Arvan melompat-lompat di tempat.
"Bang!! paling bisa banget ya!! kasihan Meraka kalau harus di repotin sama Arvan!" ucap Arsy merasa kesal
"Siap kan dirimu sayang! karena malam ini akan menjadi malam pertama buat kita! menggantikan si pengantin baru!!" kata Rendra yang tak peduli dengan kekesalan sang istri.
"Kamu udah gak KB lagi kan?" bisik Rendra, dia takut si biang rese' dengar dan pasti akan berujung banyak tanya, dan Rendra tak mau ribet dengan jawaban yang belum seharusnya Arvan dengar.
__ADS_1
"Udah gak! tapi....aku belum mau hamil lagi bang!! katanya kalau aku lepas itu, Abang mau pake pengaman yang merk ulat sutra itu!" kata Arsy protes
"Benar kah Abang bilang gitu?" tanya Rendra sok lupa dan dengan polosnya Arsy mengangguk
"Abang lupa tuh!!" jawab Rendra sekenanya sambil mengandeng anak semata wayangnya yang sudah siap dan tampan, hari ini dia benar-benar akan akur dengan anak lelakinya itu. Arsy cemberut mendengar ucapan Rendra, dengan kesal dia mengikuti Rendra dan anaknya keluar kamar. Pernikahan Bram memang tak semegah pernikahan Wahyu dan Arra, Bram yang mengeluarkan seluruh biaya pernikahan mereka dan alasan Bram tak ingin mengadakan pernikahan secara megah bukan karena dia tak mampu, dia hanya takut jika sebagian teman-teman nya yang berasal dari kalangan bawah merasa minder untuk datang ke pernikahan mereka.
Seluruh kolega bisnis Dad Ferdi di undang, dan mereka yang tau siapa Bram merasa nyaman saja berada dan berbaur dengan para undangan yang datang dari berbagai kalangan. Bram memang dari kalangan bawah, namun setelah bergabung dan mengabdi kepada Rendra, sepak terjangnya tak bisa di remehkan. Segala urusan tak ada yang bisa luput dari Bram, Bram bisa menyelesaikan tugas nya dengan baik, tak jarang kolega bisnis Dad Ferdi meminta bantuan Bram tentunya atas ijin dari Rendra.
Resepsi pernikahan mereka selesai di gelar dan sesuai dengan rencana ayah dan anak yang tak ada akhlak itu, Arvan ngotot ikut masuk ke kamar Acca dan Bram.
"Re gak nyuruh Mom, dia punya ide sendiri kok!" kata Rendra tanpa ada rasa bersalah.
"Tidak apa Mom, biar tuan muda ikut kami saja!" kata Bram dengan tenang nya.
__ADS_1
" Gak bisa gitu Kak! Kakak gak tau aja gimana nakalnya keponakan yang satu ini!" ucap Acca gak suka sambil menatap ke arah Rendra, pasti Rendra lah biang keroknya.
''Sudah gak papa....lagian kita kan cuma tidur aja semalam di sini!" kata Bram masih dengan ekspresi tenang nya.
"Tapi ini malam pertama kita Kak!!" kata Acca
"Memang kenapa? kan sama saja Ca, cuma bedanya kita tidurnya bertiga malam ini!" kata Bram
"Atau kamu mau di enak-enak in sekarang?" lanjut Bram
Muka Acca sudah memerah karena malu dan tersipu-sipu, Mom Raisya sampai melotot tak percaya dengan apa yang dia dengar, menantunya yang terkenal datar dan dingin itu tiba-tiba berubah jadi satu spesies dengan anak dan suaminya, Rendra sudah tersenyum dengan penuh kemenangan dan Dad Ferdi hanya geleng-geleng kepala sambil memijat pelipisnya pelan.
"Oh drama apa lagi ini!!" batin Dad Ferdi
__ADS_1
bersambung