
Setelah mendapatkan kabar dari seseorang yang dia hubungi, Roy beserta anak buahnya segera meluncur ke tempat dimana mereka mengadakan perjanjian bertemu, Roy sungguh tak sabar ingin bertemu dengan para begal yang sudah membuat bosnya itu terkapar di rumah sakit, walaupun Roy tahu para begal itu jelas mendapatkan perintah dari seseorang namun dalam hatinya dia ingin tetap menghajar para begal itu dengan tangannya sendiri,. seandainya Bram saat itu tidak tertembak mungkin para begal itu sudah mati di tangan Roy, jangankan hanya 5 orang lebih dari itu saja Roy pernah mengalami nya, dan naas bagi lawannya,karena Roy selalu menang, lelaki itu bahkan lebih ganas dari Bram, Bos nya. Dengan perasaan dongkol Roy melajukan mobilnya ke arah ke alamat yang baru saja dia dapatkan.
Tut....Tut......Tut.....
"Ada apa Roy?" tanya Rendra setelah mengangkat sambungan telepon dari Roy.
"Tuan, kami menuju tempat para begal-begal tersebut untuk menangkapnya" kata Roy.
"Bagus Roy!! segera kirim lokasi nya,aku akan segera menyusul ke sana!" saut Rendra
setelah melaporkan semuanya kepada Rendra, Roy kembali melaju kan mobilnya menuju tempat dimana para begal itu berada, Roy tak mau menunggu Rendra untuk sampai kesana, tangannya sudah sangat gatal untuk menghajar mereka semua, kemarahannya nampak terlihat terlihat jelas di wajah saat ini.
__ADS_1
sedangkan Rendra yang ada di rumah sakit bersiap untuk menyusul Roy kali ini dia akan berangkat sendiri karena dia tidak mau dua bodyguard yang ditempatkan untuk menjaga Bram dan juga aja ikut sesamanya Rendra tak mau kecolongan bisa saja orang-orang yang memerintahkan begal tersebut kembali mengusik Acha dan juga karena sesungguhnya. terang dari semua masalah ini belum terlihat Rendra hanya bersikap waspada saja Rendra bergegas masuk ke ruangan di mana sang adik sedang beristirahat.
"Acca?" panggil Rendra
"Kak Re" saut Acca dan langsung berlari memeluk Rendra.
"Kak Re.. Bram.. kak! dia....hiks....dia terluka karena aku!! hiks ...hiks......" ucap Acca sambil terisak, sungguh dia tak ingin ini semua terjadi pada Bram,Acca memang tak menyukai pengawalan dan pengawasan dari Bram, apalagi Acca beberapa kali memergoki Bram sedang bermesraan dengan seorang wanita, padahal jelas-jelas Bram tau bahwa Acca memergoki mereka, namun Bram tetap saja melakukan aktivitas bercumbunya seolah-olah Acca tak melihat, Acca merasa Bram sama saja dengan Veri, karena itu Acca tak menyukainya, namun saat bersamanya, Bram berubah menjadi seseorang yang datar dan dingin.
"Semuanya akan baik-baik saja, percayalah!" kata Rendra menenangkan Acca.
Di Sebuah gudang tua...
__ADS_1
Braaak......
Salah satu anak buah Roy mendobrak pintu gudang, nampak Lima orang yang sedang menjadi buronan Roy dan Rendra terkejut demi melihat seseorang yang berjalan begitu angkuh dan di kelilingi beberapa lelaki dengan pakaian hitam rapi mereka.Sang pemberi informasi pada Roy sudah pergi terlebih dahulu atas perintah Roy, tentu saja Roy tak ingin membuat banyak masalah lagi.
"Bangsaaat!!! siapa kalian!!!" teriak si ketua begal tersebut.
Roy berjalan santai menuju mereka, dan dia sudah mengisyaratkan pada anak buahnya agar diam tanpa membantu Roy. Dengan gerakan cepat, Roy menerjang mereka satu persatu tanpa ampun, tendangan demi tendangan dilayangkan pada satu persatu begal tersebut tanpa bisa membalas apa yang Roy lakukan.
"Siapa di antara kalian yang menembak Bos ku?" tanya Roy dengan seringai di wajahnya.
Para begal-begal itu mundur satu persatu karena tak mau mendapatkan keganasan Roy.
__ADS_1
"Cepat katakan!!!" Teriak Roy.
bersambung