Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 34


__ADS_3

Tangan Arvan yang tengah asyik menjelajahi tubuh sang istri,serta pinggul nya yang sedang maju mundur menciptakan kenikmatan untuk sang istri,di kejutkan dengan gedoran pintu rumah nya.Arvan tak begitu mempedulikan nya, yang dia kejar saat ini adalah kepuasan dalam penyatuan singkat nya di dapur rumah milik nya.Namun Aluna yang merasa tiba-tiba was-was,. Aluna takut seseorang memergoki kegiatan paginya dengan sang suami.Dengan menahan sekuat tenaga desahannya, Aluna berusaha menyudahi penyatuan mereka.


"Maaassss...ada...tamu!" ucap Aluna terbata-bata karena hujaman di bawah sana semakin cepat.


"Kita main cepat sayang...." bisik Arvan, dia memang benar-benar mencoba gaya baru di dapur sesuai perkataan nya tadi, dengan gaya berdiri dan nemplok di punggung sang istri, Arvan terus memacu dengan gerakan lebih cepat.Seketika Aluna menutup mulutnya dengan tangan kanannya,karena dia mencapai pelepasannya,entah untuk yang ke berapa kalinya, Aluna hanya tidak mau jeritan nya terdengar dari luar pintu rumahnya, karena memang rumah dia tidak terlalu besar, sehingga jarak antara ruang tamu dan pintu depan tidak terlalu jauh.


"Lunaaaaaaa....... Arvaaaaaannn!!!!!" sebuah teriakan menyadarkan Aluna bahwa mereka tak hanya berdua saja.


Dor.....dor.....dor......suara gedoran pintu semakin kencang, Arvan yang hafal betul suara siapa itu, menjadi kesal,dan alhasil dia semakin cepat memanju-mundurkan pinggul nya.


''Ar.......sudahi.....cepat!!!" pinta Aluna, walaupun dia juga merasa kenikmatan yang sama dengan Arvan.


"Ini nanggung Lun, gak enak dong kalau di lepas gitu aja" ucap Arvan yang terus mengejar kenyamanan nya, hingga beberapa saat kemudian,Aluna benar-benar menutup mulutnya agar jeritan dan ******* nya tak terdengar ketika dia dan Arvan sama-sama mencapai pelepasannya.


"Aaaahhhh...... Luna!!!" pekik Arvan keras.


Sedangkan seseorang yang berada di luar pintu, mendengar jelas apa yang di ucapkan Arvan.Mendadak orang tersebut kesal sendiri.


"Ar.....sialan loe!!! sengaja ya loe gak bukain pintu rumahnya!!!"


Dor...dor....dor....

__ADS_1


"Loe apaain Luna!!!loe lagi enak-enak ya!!!!"


"Ar...bukaaaaa!!!"


ceklek....... pintu terbuka dengan menampilkan senyuman khas Arvan bahkan tangannya masih membenahi celana pendek yang di pakai nya.


"Berisik pagi-pagi di rumah orang!!" ucap Arvan ketus namun terlihat santai.


"Sialan loe!! pagi-pagi udah jungkat-jungkit!!" ucap orang tersebut yang tidak lain adalah Kian, sepupunya sendiri, Kian memang akhir-akhir ini sering menyusahkan Aluna, dan bahkan sering nempel pada sepasang pengantin baru itu.


"Itu enaknya punya istri " saut Arvan dengan tak tau diri nya, dia sudah duduk manis di kursi ruang tamu yang tak begitu besar tersebut.


" ngapain loe.. weekend ke sini?" tanya Arvan kemudian.


"Masalah Kiara lagi?"


"hemmmmmm.."


"Udah ganti calon istri aja, kalau emang Kiara gak mau, ngapain di kejar-kejar!!" ucap Arvan.


"Heleh!! jangan loe pikir gue gak tau akal bulus loe Van!!" kata Kian terlihat meremehkan.

__ADS_1


"Maksud loe?!!"


"Gue tau Van!! bukan hanya kebetulan saja kan loe menikah dengan Aluna" ucap Kian sambil menaikturunkan alisnya, mata Arvan seketika membelalak seakan tak percaya dengan apa yang di katakan Kian.


"Gue tau semua akal bulus loe!! bahkan gue tau bagaimana cara loe membuat Aluna........''


"Eh Kian " suara Aluna dari arah kamar membuat Kian seketika menghentikan ucapannya.


"Iya Lun, baru aja sampai...eh masih di kunci pintu nya!!"


" eh Lun....aku punya rahasia, mau tau?" tawar Kian.


"Soal apa?" tanya Aluna


"Soal......." kata-kata Kian menggantung sambil memandang wajah Arvan yang sudah mulai meradang.


"Soal......."


"Loe pengen nikah sama Kiara kan?? ayoo..gue bisa bantu!!" sela Arvan sambil menyeret Kian keluar rumah.


Sebuah rahasia yang membuat Aluna terus bertanya-tanya, walaupun pada akhirnya Aluna hanya memandang kepergian mereka berdua yang terlihat misterius.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2