
Karena melakukan operasi Caesar Wahyu meminta Arra untuk dirawat di rumah sakit lebih lama karena dia benar-benar ingin melihat Arra sehat kembali,seharusnya Arra hanya menjalani perawatan 3 sampai 4 hari pasca operasi caesar, namun Wahyu meminta Arra untuk dirawat hampir 1 minggu lamanya di ruang VVIP tersebut l,tak beda jauh dengan Wahyu, Rendra bahkan sudah memboyong Arvan untuk tidur bersamanya di ruang rawat Arsy,Rendra tak mau kalah dari Wahyu yang melindungi serta merawat Arra dengan baik, begitu pula dengan Rendra yang ingin memberikan perawatan terbaik juga untuk Arsy.
Bram datang untuk menjenguk Arsy dan juga Arra secara bergantian, namun Acca yang meminta untuk ikut tak digubris oleh Bram,Bram tidak mau Acca kelelahan apalagi hari-hari ini adalah detik-detik kelahiran anak mereka, Acca bahkan sudah dijaga berapa Bodyguard yang tak lain adalah teman-teman Bram semasa hidup sebagai preman,banyak dari teman-teman Bram yang memang tidak mau ikut bekerja dengan Bram karena terikat dengan kontrak kerja, mereka lebih suka bekerja sendiri alias bebas,Tapi demi menghormati Bram mereka tetap berkunjung kerumah Bram dan bila Bram sewaktu-waktu membutuhkan mereka,Maka dengan tangan terbuka mereka akan membantu.
Bram tak bisa lagi mengandalkan Roy begitu saja walaupun mereka tinggal satu rumah, karena Roy sekarang sudah menjadi asisten Rendra sedangkan untuk penjagaan Acca dia tidak bisa memerintahkan Deni karena dia juga butuh Deni sebagai asistennya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, jadi teman-teman Bram sesama preman dulu yang ikut menjaga Acca di rumah,serta beberapa bodyguard-nya yang sekarang bertambah di rumah yang di tempati Bram dan Acca.
Acca tampak mondar-mandir di ruang tamu karena perutnya beberapa jam yang lalu mengalami kontraksi, walaupun tak begitu sering,kontraksi terjadi setengah jam berikutnya setelah sakit kontraksi tersebut akan berhenti dan setengah jam lagi baru mengalami kontraksi kembali. Bik Narsih yang notabene nya tak pernah mengalami hamil juga ikut panik sendiri melihat beberapa kali Acca menahan sakit karena kontraksinya.
"Apa perlu bibik panggil Bram?" tanya bik Narsih panik
__ADS_1
"Jangan bik! ini belum begitu sakit!" kata Acca masih menahannya.
"Tapi bibik jadi cemas sendiri!!" pekik bik Narsih malah membuat heboh.
Acca yang membuat bik Narsih nampak semakin panik, karena kontraksinya semakin sering dan semakin dekat jaraknya, berulang kali Acca mengatur nafasnya. Om Surya nampak berjalan cepat menuju ke arah Acca.
"Iya Ayah....ini sudah mulai sering kontraksi nya' kata Acca Karena sudah tak tahan lagi.
"Aaarghhh...... Nona Acca!!" teriak bik Narsih semakin panik melihat Acca bersandar di tembok ruang tamu tersebut.
__ADS_1
"Ada apa Bik??" teriak Tarjo salah satu preman yang ikut berjaga di rumah Bram.
"Nona Acca mau melahirkan!!! siapkan mobil!!!" teriak bik Narsih panik, secepat angin Tarjo berlari ke arah depan rumah Bram di mana teman-teman nya berada.
"Nona Acca mau melahirkan!!! siapkan mobil!!!" teriak Tarjo sambil berlari mendekati mereka.
Mereka semua terlihat kaget, dengan secepat kilat mereka menyiapkan mobil, Tarjo kembali berlari ke dalam rumah dan membopong tubuh Acca setelah sebelumnya meminta ijin, BI Narsih menelpon Bram dengan kepanikan nya, Bram yang juga berada jauh dari rumah berkata akan segera ke rumah sakit.
bersambung
__ADS_1