Birendra

Birendra
Extra part (Kisah Baru) 12


__ADS_3

Saat asyik berdebat dengan Kian dan juga Isna, tiba-tiba Kiara melihat sesosok perempuan yang sangat ia kenali,


Kiara sampai menajamkan pandangannya untuk memastikan bahwa itu adalah temannya,dan di detik berikutnya Kiara memanggil temannya tersebut.


"Aluna!!" Teriak Kiara sambil melambaikan tangannya.


seorang gadis dengan dandanan terlihat tomboy, nampak mendekati Kiara,dia tak memperhatikan orang-orang di sekitar Kiara, dia hanya melihat Kiara dari kejauhan dan juga menghampirinya,apalagi Aluna, gadis yang di panggil Kiara,sedang menerima telepon dari seseorang hingga dia fokus dengan panggilan teleponnya, dan juga Kiara saja. Aluna tak melihat ada beberapa laki-laki yang berada di satu meja dengan Kiara.


"Baik Bu... terima kasih atas ijin nya" saut Aluna pada orang yang sedang melakukan panggilan telepon dengan nya.Dan setelah selesai, Aluna segera mengakhiri teleponnya dan berjalan lebih dekat pada Kiara.


"Ngapain loe di sini Ki?" tanya Aluna


Belum juga Aluna mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya, dia sudah di kaget kan dengan seseorang yang ada di sekitarnya.Arvan yang nampak memperhatikan gadis tersebut, dan ketika tatapan mereka bertemu, seketika Arvan berdiri dari duduknya.


"Kamu!!!" pekik Arvan.


"Siapa ya?" tanya Aluna sok gak ingat, padahal dia tau betul siapa lelaki tersebut, lelaki yang beberapa waktu lalu bertabrakan bahu dengan nya di depan sebuah cafe.

__ADS_1


"Ciih sok pura-pura gak kenal!! kamu belum minta maaf padaku!!" ucap Arvan sambil duduk kembali ke kursinya.


"Sepertinya Anda sok kenal!" ucap Aluna dan beberapa detik kemudian dia tak memperdulikan Arvan.


"Ki... ngapain kamu di sini? sama mereka lagi!" lanjut Aluna.


"Aku kan sekarang kerja, jadi sekertaris Tuan Kian" jawab Kiara.


"Kamu sendiri ngapain di sini?" lanjut Kiara bertanya.


"Bu Arsy nyuruh kirim tester kue ke hotel ini, tuh sama anak-anak yang lain, cuma gue Ijin sekalian,mau keluar!"


".Kamu karyawan Mami?" tanya Arvan terlihat sangat angguh di mata Aluna.


"Mami? emang nya hanya kamu saja yang punya Mami? Mana aku tau Mami kamu siapa?" kata Aluna,entah mengapa kesan pertama yang biasanya begitu menggoda, sama sekali tak berlaku untuk Aluna, kesan pertama bertemu Arvan, sangat tidak menyenangkan.


"Maksud nya Mami Arsy.... pemilik toko kue besar D' Ars cookies and cake" kata Kian.

__ADS_1


Seketika Aluna kaget, dan dia menyembunyikan wajah kaget nya sebisa mungkin,namun sayangnya si jenius Arvan,lebih dulu menangkap nya. Seringai licik nampak terpampang di sana, Arvan buru-buru mengambil ponselnya di saku dan menghubungi Mami nya. Beberapa saat kemudian, Arsy,sang Mami mengangkat panggilan telepon Arvan.


"Hallo Van?" sapa sang Mami.


"Hallo Mi, Mami kenal karyawan Mami yang ngirim kue ke hotel Kian hari ini?" tanya Arvan.


"Siapa? ada beberapa kok yang kirim ke sana?" jawab Arsy.


"Namanya Aluna!" saut Kiara, dia sukses mendapatkan tatapan tajam dari Aluna.


"Aluna Mi" ucap Arvan, dia menatap wajah Aluna dengan seringai licik nya.


"Ohh itu kan gadis yang Mami bicarakan kemarin sayang,...kamu bertemu dengan dia?" tanya Arsy antusias, pasalnya sudah beberapa hari sejak Arvan kembali ke tanah air sangat susah mempertemukan mereka.


"Iya Mi..." saut Arvan.


"Mi......aku bersedia memenuhi permintaan Mami.... jadi..atur saja pernikahan ku dengan dia!"

__ADS_1


Deg.......


bersambung


__ADS_2